Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Darahmu Menentukan Warna Dunia (Dan Warna Bibirmu Setelah Donor)

Darahmu Menentukan Warna Dunia (Dan Warna Bibirmu Setelah Donor)

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
  • visibility 788
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Belum lama ini, matahari terik, tapi tetap bersemangat, di salah satu  Kantor Lurah yang lebih rame dari kedai kopi saat ada pertandingan Timnas, berkumpullah manusia manusia baik hati, dengan lengan digulung dan senyum mengembang demi satu tujuan mulia menyumbang darah, bukan menyumbang drama.

Acara ini bukan sekadar ajang pamer lengan dan tensi tinggi, tapi benar-benar aksi nyata dari Tim Penggerak PKK Kota Palembang bersama Kecamatan Ilir Timur II, yang rupanya sudah bosan jadi penonton sinetron penderita kekurangan darah di IGD. Digelarlah aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor Lurah 2 Ilir, Rabu, 19 Juni 2025, demi membantu PMI yang kantongnya kerap kali lebih tipis dari dompet tanggal tua, he..he..he.

Targetnya 160 kantong darah, bukan 160 kantong plastik belanja. Dan ini bukan target sembarangan, ini target mulia. Ketua TP PKK Palembang, Ibu Dewi Sastrani Ratu Dewa, dengan gaya khas emak-emak pemberani, bilang“Ini bukan acara seremoni semata, kami ingin ini jadi gerakan rutin. Bukan donor sekali, terus hilang seperti mantan waktu ditagih janji”

Ya, benar Bu Dewi. Sebab darah bukan seperti pulsa yang bisa kita isi ulang sendiri di minimarket. Kalau stoknya habis, yang kena bukan sinyal, tapi nyawa. Dan nyawa itu, konon katanya, lebih penting dari sekadar konten viral.

Camat Ilir Timur II, Pak Irman, juga nggak kalah semangat, dengan dada membusung dan suara meyakinkan, beliau bilang. “Antusias warga luar biasa, kesadaran tentang donor ini sudah mulai tumbuh. Mungkin dulu takut jarum, sekarang takut liat harga cabai, jadi mending donor aja”.

Ya, mungkin benar, donor darah sekarang jauh lebih menguntungkan ketimbang donor perasaan. Setidaknya setelah donor darah, kita dapat biskuit, teh manis, dan perhatian sejenak dari petugas medis. Kalau donor perasaan? Paling-paling dibalas “kita temenan aja ya…”

Saking ramainya, suasana Kantor Lurah berubah jadi seperti pesta, bedanya, yang ini nggak ada organ tunggal. Tapi ada alat tensi, ada cek kolesterol, bahkan ada yang tiba-tiba pingsan setelah sadar bahwa berat badannya naik 3 kilo padahal niatnya donor sambil diet.

Di balik banyolan itu, kegiatan ini menyimpan makna besar. Di Palembang, kebutuhan darah bukan cuma untuk kecelakaan atau operasi besar, tapi juga buat pasien rutin, kayak penderita thalassemia dan ibu-ibu melahirkan yang butuh darah lebih banyak dari yang dikira. Tapi stoknya sering seret, kayak air PDAM di musim kemarau.

Di sinilah peran orang-orang biasa menjadi luar biasa. Karena setetes darah bisa menyelamatkan nyawa, dan setetes humor bisa menyelamatkan suasana. Kalau bisa keduanya sekaligus? Wah, itu baru Palembang sejati.

Seperti kata pepatah modern “Lebih baik kehilangan darah di tempat donor, daripada kehilangan cinta di tangan orang ketiga”

Dan, jika kita merasa terlalu sibuk untuk menyumbang darah, mungkin suatu hari kita akan terlalu sibuk menyesal karena tak sempat membantu. Ingatlah!!, darah tidak bisa dicetak pakai printer 3D. Jadi selama nadi masih berdenyut, mari kita bagi, karena hidup ini tak selalu soal mengambil. Kadang, yang bikin kita bahagia justru saat kita memberi meski yang kita beri adalah darah, bukan uang arisan.

Di kota sebesar Palembang, kegiatan macam ini harusnya lebih sering digelar daripada rapat-rapat seremonial yang isinya cuma foto-foto dan sambutan sepanjang jalan kenangan. Kalau bisa, donor darah dijadikan semacam “festival rakyat” pakai hiburan, edukasi, bahkan lomba joget sehat habis donor (asal jangan salto).

He..he buat yang masih takut jarum, ingatlah… jarum suntik itu kecil, yang besar itu manfaatnya. Jangan sampai kita kalah sama nyamuk yang tiap malam nyedot darah tanpa izin dan tanpa pamit.

Mari kita beri darah, sebelum hidup kita kekurangan rasa peduli, dan semoga kegiatan macam ini bisa terus menetes… eh, maksudnya berlanjut, ke tiap kecamatan, RT, RW, bahkan sampai ke grup WhatsApp keluarga, karena kalau donor darah sudah jadi budaya, oleh sebab itu, Palembang bukan hanya terkenal karena pempeknya, tapi juga karena empatinya. Dan daripada darahmu cuma dipakai buat marah-marah di jalan atau debat di medsos, mending disumbangkan ke PMI. Setidaknya, darahmu bisa bikin orang lain hidup lebih lama, bukan bikin keributan lebih lama.

Setetes darahmu hari ini adalah napas terakhir yang tertolong besok, ingat, berbuat baik itu tak selalu pakai modal gede kadang cuma butuh lengan digulung dan hati yang mau peduli. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Palembang, Firli Bahuri Ngomong Begini Terkait Pencegahan Korupsi KPK

    Di Palembang, Firli Bahuri Ngomong Begini Terkait Pencegahan Korupsi KPK

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.216
    • 0Komentar

    KETUA KPK RI Firli Bahuri mengatakan, dalam melakukan pencegahan korupsi KPK membangun 8 pencegahan. Di antaranya dengan memperkuat APIP, pengelolaan dan pengawasan dana desa serta pengelolaan aset daerah. “Nah, hari ini masuk dalam program pengelolaan aset daerah. Di Sumsel kita sudah tertibkan aset berupa lahan di Kenten Rp9 triliun. Supaya ada kemanfaatan tambah PAD baik […]

  • Muba Keluarkan Kebijakan Stimulus Pajak Untuk Pelaku Usaha & Masyarakat

    Muba Keluarkan Kebijakan Stimulus Pajak Untuk Pelaku Usaha & Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Kabupaten Musibanyuasin [Muba] mengeluarkan kebijakan stimulus pajak untuk para pelaku usaha dan masyarakat yang terdampak COVID-19. Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) menerbitkan surat keputusan penundaan pembayaran pajak dan meniadakan denda keterlambatan pembayaran pajak sejumlah wajib pajak di masa pandemi Covid-19. Langkah ini diambil menyusul sejumlah kebijakan yang telah diterbitkan Dodi baik […]

  • Kementerian ESDM Lelang Enam Blok Migas, Wilayah Kerja Mana Saja, Adakah Sumsel ?

    Kementerian ESDM Lelang Enam Blok Migas, Wilayah Kerja Mana Saja, Adakah Sumsel ?

    • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.582
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang enam Wilayah Kerja (WK), atau blok migas pada tahap pertama 2021 dengan sejumlah syarat dan ketentuan baru. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, melalui keterangan tertulisnya, dalam acara Oil & Gas Investment Day, Kamis (17/6/2021). “Untuk tahap pertama ini, ada enam Wilayah Kerja […]

  • Majukan Balkondes, PT PGN Tbk Kenalkan Gasblock di Desa Karangrejo Borobudur  Magelang Sebagai Ikon Terbaru

    Majukan Balkondes, PT PGN Tbk Kenalkan Gasblock di Desa Karangrejo Borobudur  Magelang Sebagai Ikon Terbaru

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.334
    • 0Komentar

    SUBHOLDING Gas Pertamina, PT PGN Tbk, berkomitmen untuk terus memajukan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Desa Karangrejo Borobudur Magelang dan mendukung program destinasi super prioritas pemerintah. Terbaru, Balkondes PGN Karangrejo memperkenalkan Gasblock sebagai ikon terbaru dari Balkondes Karangrejo sebagai perwujudan interaksi dan kolaborasi energi baik gas bumi yang ramah lingkungan, serta Desa Energi PGN yang […]

  • Paripurna DPRD Palembang ke -3, Dewan Soroti Ini

    Paripurna DPRD Palembang ke -3, Dewan Soroti Ini

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.727
    • 0Komentar

    LAPORAN Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Palembang tahun 2020  menjadi sorotan seluruh fraksi DPRD Kota Palembang. Poin menjadi sorotan tersebut, terkait perihal pencapaian 0% empat BUMD Kota Palembang yang dinilai patut dievaluasi kinerjanya. Hal itu terungkap saat Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang ke-3 Masa Persidangan I Tahun 2021 Membahas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban […]

  • Masuk Zona Merah Lagi, Palembang Terapkan PPKM Mikro, Wawako –pun Turun Cek Posko, Kita Perlu Lebih Masif Edukasi, Menginformasikan & Sosialisasi Masyarakat Terkait Covid-19

    Masuk Zona Merah Lagi, Palembang Terapkan PPKM Mikro, Wawako –pun Turun Cek Posko, Kita Perlu Lebih Masif Edukasi, Menginformasikan & Sosialisasi Masyarakat Terkait Covid-19

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.882
    • 0Komentar

    CUACA panas tak menghalangi Wakil Walikota Palembang  Fitrianti Agustinda untuk turun kelapangan guna mengecek beberapa Posko PPKM Mikro yang ada di beberapa Kelurahan, salah satunya yaitu Posko PPKM Mikro Kelurahan 29 Ilir Palembang. Ia turun dari mobil dinas bersama rombongan langsung berjalan, bahkan dari lorong ke lorong pun ia telusuri. Edukasi dan sosialisasi langsung ke […]

expand_less
WordPress Archive Themify Bold WordPress Theme Themify Builder AB Image Themify Builder Audio Themify Builder Bar Chart Themify Builder Button Pro Themify Builder Contact Themify Builder Content Restriction Themify Builder Countdown Themify Builder Counter Themify Builder FitText