Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » CATATAN PINGGIR : Kisah Lucu di Balik Kartu Sakti

CATATAN PINGGIR : Kisah Lucu di Balik Kartu Sakti

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 810
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di suatu pagi yang cerah, tepat setelah ayam tetangga sebelah berkokok pakai nada soprano, Wak Min duduk di teras rumahnya sambil mengelus-elus kartu sakti berwarna biru putih Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Ini kartu sakti, tapi kadang gak bisa dipakai buat semua jenis sihir,” gumam Wak Min sambil mengunyah singkong rebus.

Tak lama, datanglah tetangganya, Bu Yanti, sambil ngos-ngosan dan membawa map isi formulir rujukan. “Wak, katanya sosialisasi JKN hari ini di kantor wali kota, ada penjelasan baru! katanya sekarang luka kena paku enggak ditanggung kalau paku-nya bukan paku pemerintah!”

Mereka pun pergi bersama ke ruang rapat Parameswara, tempat sosialisasi digelar. Di sana, Assisten I Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat, Ichsanul Akmal, membuka acara dengan semangat yang sehangat nasi uduk pagi-pagi belum lama ini.

“Sosialisasi ini penting, supaya masyarakat gak salah paham soal KIS. KIS itu bukan kartu serba bisa,” katanya.
“Karena ingat pepatah, jangan harap minum teh dari poci yang isinya kopi.”

Tepuk tangan pun terdengar, sebagian karena paham, sebagian lagi karena bingung.

Ichsanul menjelaskan dengan gaya khas mantan Kadinsos program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah bentuk kasih sayang pemerintah, tapi tentu saja kasih sayang yang bertanggung jawab. Tidak semua pengobatan bisa ditanggung. Misalnya, kalau luka karena ditusuk mantan saat ketahuan menikah lagi, itu masuk kategori bukan tanggungan JKN.

Di tengah ruangan, terdengar bisik-bisik antara Wak Min dan Bu Yanti.

“Kalau sakit hati ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, ditanggung KIS gak, Bu?”

“Kalau sakitnya karena overthinking, mungkin disuruh rawat inap di rumah saja, Wak.”

Sementara itu, Sugana Pujarama, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan, menjelaskan bahwa KIS dibagi dua, yakni

PBI JK, buat masyarakat tidak mampu  dan Non-PBI, buat peserta mandiri yang setor iuran sendiri, biasanya tiap tanggal 10 sambil berharap gaji belum habis.

Sugana menjelaskan dengan tenang, “Ada 21 layanan yang tidak dijamin JKN, tapi bisa ditanggung jaminan lain. Asal sesuai prosedur.”

Prosedur ini kadang seperti main ular tangga, naik dulu ke Posyandu, lalu dilempar ke Puskesmas, terus jalan mundur ke RSUD, dan kadang-kadang nyangkut di antrean 487 dengan nomor urut 9.273.

Di Kota Surabaya, program sosialisasi JKN ini dibarengi aplikasi digital, jadi warga bisa tanya langsung lewat chatbot. Ada yang nanya, “Kalau saya sakit karena terlalu mencintai pekerjaan, bisa klaim BPJS?”
Dijawab: “Silakan konsultasi ke psikolog. Biaya ditanggung asal pakai rujukan resmi.”

Di Bandung, ada kampung yang bikin drama edukasi tiap minggu. Judulnya Cinta dalam Antrian BPJS”. Pemeran utama adalah pria yang harus memilih nemenin istrinya kontrol ke Puskesmas atau ikut rapat RT. Ending-nya dia ikut rapat tapi bawa surat rujukan juga.

Di luar negeri gimana? di Kanada, sistem universal health care mereka seperti kolam renang umum, semua boleh nyebur asal tahu jam bukanya. Tapi mereka juga tetap punya batasan. Misalnya, bedah kosmetik murni tidak ditanggung kecuali punya indikasi medis, bukan karena pengen tampil mirip K-pop idol.

Di Inggris, pasien bisa nunggu berbulan-bulan hanya buat operasi kecil, tapi mereka tetap percaya sistem, seperti kata mantan Perdana Menteri Aneurin Bevan (pendiri NHS) “No society can legitimately call itself civilized if a sick person is denied medical aid because of lack of means.” (Tak ada masyarakat yang pantas disebut beradab jika orang sakit ditolak berobat karena tak punya uang.)

Program JKN-KIS itu ibarat sandal jepit sangat berguna, tapi jangan dipakai buat naik gunung, sosialisasi seperti yang dilakukan Pemkot ini adalah upaya menyelaraskan ekspektasi dan realita.

Asa masyarakat tinggi, tapi harus ditopang pengetahuan yang cukup, bukan hanya berdasarkan cerita tetangga sebelah.

Karena, seperti kata Wak Min di akhir acara. “Kesehatan itu kayak cinta. Kalau gak ngerti cara kerjanya, kita bisa sakit karena harapan sendiri.”

Jadi, mari kita pahami dengan benar cara kerja kartu sakti ini. Bukan buat nyembuhin semua penyakit, tapi buat bikin hidup lebih ringan… asal prosedurnya diikuti dan jangan lupa bawa fotokopi KTP tiga lembar.

Dan JKN-KIS bukan jimat sakti dari Gunung Merapi yang bisa menyembuhkan semua penyakit tanpa syarat dan ketentuan. Ia adalah sistem perlindungan sosial yang punya aturan main. Kalau kita tidak paham cara kerjanya, ya seperti bawa kompor gas tapi gak tahu cara nyalainnya ujung-ujungnya makan mie instan mentah pakai air galon.

Pemerintah sudah menyediakan jaring pengaman kesehatan. Tapi, masyarakat juga harus tahu kapan bisa meloncat ke jaring, dan kapan harus hati-hati agar tidak jatuh ke jurang kekecewaan. Sosialisasi seperti ini penting agar tidak ada lagi yang marah-marah di IG Story gara-gara sakit karena jatuh dari motor, lalu BPJS gak menanggung.

Ingat, seperti kata pepatah masa kini “Kalau kita tahu batasan, kita bisa menyesuaikan harapan. Kalau gak tahu aturan, siap-siap jadi bahan status di grup WhatsApp RT”.

Jadi, sebelum menyalahkan sistem, yuk sama-sama belajar cara mainnya. Biar hidup sehat bukan cuma soal kartu, tapi juga soal tahu diri.

Dan terakhir, kata Wak Min. “JKN itu kayak mantu baru, harus disambut baik, tapi jangan langsung disuruh ngangkat galon.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buruan segera daftar, OKI buka lowongan CPNS & P3K, kuota terbanyak 2.152

    Buruan segera daftar, OKI buka lowongan CPNS & P3K, kuota terbanyak 2.152

    • calendar_month Minggu, 23 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.256
    • 0Komentar

    BURUAN segera daftar, kabar baik dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Olir [OKI], pada tahun ini Pemkab OKI memberi kesempatan kepada putra dan putri terbaik di Sumsel untuk mengikuti seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS Tahun 2021 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK. Bahkan tahun ini OKI penerimaan pegawai sebanyak 2.152 dengan kuota […]

  • Laskar Ranggonang Minta Dukungan Masyarakat Sumsel di Batam

    Laskar Ranggonang Minta Dukungan Masyarakat Sumsel di Batam

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    BATAM – Muba United bakal hadapi leg kedua Putaran Regional Sumatera Liga 3 Indonesia 2019. Laskar Ranggonang -julukan Muba United- akan hadapi laga hidup mati versus 757 Kepri Jaya di Stadion Gelora Citramas, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (25/11/2019) sore. MU -singkatan Muba United- tetap akan all out. Meski hasil imbang saja sejatinya sudah bisa […]

  • Sanksi Administrasi, Operasi PT SMS Stop Sementara

    Sanksi Administrasi, Operasi PT SMS Stop Sementara

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.562
    • 0Komentar

    PERTEMUAN lanjutan antara masyarakat desa Lorok Ogan Ilir dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir di gelar di ruang rapat Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Tanjung Senai, Rabu (02/12/2020). Pertemuan kali ini dihadiri Pjs Bupati Ogan Ilir Aufa Syahrizal dan pihak prusahaan yang di Wakili oleh Dedi Priyanto selaku Manager Unit PT Semesta Mitra Sejahtera(PT SMS), Kepala Desa […]

  • Medan Sulit, Prajurit TNI Berhasil Evakuasi Dua Jenazah Teroris MIT di Poso

    Medan Sulit, Prajurit TNI Berhasil Evakuasi Dua Jenazah Teroris MIT di Poso

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    TENTARA Nasional Indonesia (TNI) tetap menghormati lawan atau musuh negara dengan mengevakuasi jenazah dan diperlakukan dengan humanis. Hal ini dibuktikan Prajurit TNI yang tergabung dalam Koospsgabsus Tricakti dengan melakukan evakuasi dua jenazah kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah. Setelah berjibaku melewati lebatnya hutan dan merubah rencana evakuasi dengan membuat rakit menyusuri […]

  • Hadiri Sertijab Dirut RS RK Charitas, Ishak Ungkap Rasa Bangga

    Hadiri Sertijab Dirut RS RK Charitas, Ishak Ungkap Rasa Bangga

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.291
    • 0Komentar

    Peralihan roda kepemimpinan sudah menjadi suatu kewajiban yang harus dilaksanakan terlebih merujuk kepada suatu instansi, pergantian pemimpin dimaksudkan untuk memperlihatkan peningkatan suatu instansi kedepan, juga meneruskan perjuangan pemimpin yang lama

  • Bakal Terapkan Konsep Medical Tourism, Begini Harapan Dirut RS Fatimah Sumsel

    Bakal Terapkan Konsep Medical Tourism, Begini Harapan Dirut RS Fatimah Sumsel

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.118
    • 0Komentar

    RS Fatimah Provinsi Sumsel berencana menerapkan konsep Medical Tourism sehingga masyarakat berobat bisa rilek dan nyaman. Direktur Rumah Sakit Fatimah Provinsi Sumsel, Asep Zainuddin menyebut akan terus memelihara dan mengembangkan sarana prasarana. “Kita akan terus meningkatkan SDM dan memanfaatkan fasilitas yang ada dengan cara konsep medical tourism,” katanya, disela-sela Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 tahun di rumah […]

expand_less
WordPress Archive WoWedding – Wedding Oriented WordPress Theme WoWonder – The Ultimate PHP Social Network Platform Woxa – Responsive WordPress Theme for Blogs/Mini-Magazines WP Admin Pages PRO WP Adsense Guard Plugin WP AMP – Accelerated Mobile Pages for WordPress and WooCommerce WP Animated Buttons | WPBakery Button Addon WP Bakery Autoresponder Addon WP BioLink – Bio Links Page Builder for WordPress WP Bra Calculator – WooCommerce Addon