Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Cuma Modal Proposal & Jurus Ikhlas, CSR Bakal Turun Rp3 Miliar, Pendekar Muda pun Terharu!

Cuma Modal Proposal & Jurus Ikhlas, CSR Bakal Turun Rp3 Miliar, Pendekar Muda pun Terharu!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 971
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HIRUK-pikuk persiapan Porprov XV Sumsel 2025, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) muncul seperti pendekar yang baru bangun dari meditasi panjang  siap unjuk gigi, tapi masih harus cari golok yang bisa dipakai buat tampil gaya. Nah, untungnya kali ini bukan golok yang dicari, tapi padepokan. Iya, padepokan pencak silat, tempat sakral tempat bibit-bibit pendekar muda ditempa, bukan cuma jadi jago gebuk, tapi juga jago sopan santun.

Dan seperti kata pepatah “Kalau tak ada rotan, CSR pun jadi”
Sinar Mas Group hadir bak juragan dermawan dari cerita silat, mengucurkan CSR sebesar Rp3 Miliar, meski dari proposal awalnya diusulkan Rp8 Miliar yang artinya kurang Rp5 Miliar lagi buat beli karpet, pendingin ruangan, dan mungkin satu set keris ukiran Jawa, setidaknya ini langkah maju. Tak perlu sempurna, yang penting mulai. Toh, pembangunan karakter pendekar juga tak bisa ditakar hanya dari ornamen bangunan.

Dulu, padepokan itu bukan cuma tempat latihan, ia adalah universitas kehidupan tempat murid belajar bertarung tanpa emosi, memukul tanpa dendam, dan menendang dengan penuh rasa cinta. Nah, di zaman sekarang, penting sekali punya tempat yang bisa jadi pusat latihan sekaligus pusat pembentukan karakter.

Dan Muba mau itu, bayangkan, anak-anak muda yang biasanya lebih akrab dengan game “Free Fire”, kini diajak ‘sparring’ di dunia nyata, tapi bukan buat tawuran, melainkan buat merebut medali dan harga diri daerah.

Kalau kata orang tua “Anak muda itu kalau tak dilatih jadi pendekar, bisa jadi tukang nyinyir di kolom komentar”

CSR alias Corporate Social Responsibility sebenarnya bukan barang baru. Tapi kadang ia cuma jadi pasal basa-basi di laporan tahunan perusahaan. Nah, saat CSR benar-benar turun ke lapangan dan jadi padepokan pencak silat, inilah saatnya kita bersyukur seperti habis dapat THR di luar jadwal.

Muba membuka jalan, tapi tentu bukan satu-satunya. Ada beberapa contoh daerah lain yang sudah lebih dulu sukses memanfaatkan CSR buat olahraga, seperti  Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur lewat dana CSR, Banyuwangi bangun stadion mini dan pusat olahraga desa. Hasilnya? Atlet-atlet lokal bisa berlatih tanpa numpang di lapangan tetangga.

Kabupaten Sleman, DIY juga begitu, CSR dari BUMN digunakan untuk membangun pusat pelatihan atlet muda. Bonusnya? Banyak pelatih profesional yang akhirnya mau balik kampung.

Mampir di Sabah, Malaysia, negara tetangga ini, perusahaan sawit menyumbang untuk pembangunan pusat seni bela diri. Bahkan, beberapa atlet Malaysia jebolan padepokan ini tampil di SEA Games.

Artinya, CSR itu bukan cuma buat bangun pagar sekolah atau renovasi toilet kantor kelurahan, ia bisa jadi investasi karakter bangsa.

Ketika padepokan sudah berdiri, tinggal isi dengan latihan yang tak cuma kuat, tapi juga disiplin dan bermoral. Pencak silat bukan soal siapa lebih jago menendang, tapi siapa lebih cepat menahan emosi. Di sanalah kekuatan sejati lahir bukan dari otot, tapi dari hati yang ditempa.

Boleh saja sekarang bangunannya belum semegah Shaolin Temple di Henan, Tiongkok. Tapi siapa tahu, suatu hari, Padepokan Sekayu jadi pusat pencak silat Asia Tenggara, dan anak-anak Muba tampil di Netflix dalam serial “Silat of Destiny”.

Hei, kalian para remaja Muba, yang selama ini mungkin lebih sering latihan silat di teras rumah atau di halaman masjid pakai lampu neon seadanya, sekarang saatnya bangkit!. Bangunan megah itu bukan buat gaya-gayaan, tapi buat menyimpan keringat dan mimpi kalian.

Seperti kata pepatah silat karangan sendiri “Sebelum tangan mengepal, hati harus mengendap. Sebelum kaki melayang, niat harus dibenarkan”.

Membangun padepokan silat dari dana CSR itu, seperti menanam pohon jati di tengah ladang ilalang. Butuh waktu, butuh pengawasan, dan butuh keyakinan. Tapi sekali tumbuh, bayangannya bisa menaungi banyak orang.

Muba sudah mulai, siapa tahu nanti atlet silat Muba bisa tampil di kejuaraan dunia, lalu diwawancara CNN sambil bilang “Saya dilatih di padepokan hasil CSR”
Keren, ‘kan?

Jadi, kita jaga padepokan ini bukan cuma sebagai bangunan, tapi sebagai rumah cita-cita dan tempat anak-anak belajar menang tanpa sombong, kalah tanpa tumbang.

Dan buat kalian yang masih nyinyir, ingat satu hal “Daripada banyak gaya di medsos, mending banyak jurus di padepokan”

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Yayasan Jantung Inginkan  YJI  Muaraenim Aktif  Edukasi Masyarakat Pentingnya Kesehatan Jantung

    Ketua Yayasan Jantung Inginkan  YJI  Muaraenim Aktif  Edukasi Masyarakat Pentingnya Kesehatan Jantung

    • calendar_month Selasa, 15 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 684
    • 0Komentar

    KETUA Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Sumatera Selatan Hj Fauziah Mawardi Yahya secara resmi melantik Renny Devi Nasrun Umar sebagai Ketua YJI Kabupaten Muara Enim yang juga dirangkaikan dengan  pengukuhkan kepengurusan YJI Kabupaten Muara Enim periode 2022-2027, bertempat di pendopoan kabupaten Muara Enim, Senin (14/3). Pelantikan dan pengukuhan 61 orang pengurus YJI tersebut ditandai […]

  • Kartu “Merah” untuk Menteri ATR/BPN

    Kartu “Merah” untuk Menteri ATR/BPN

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    AKSI dilakukan Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) se-Sumatera, Teuku Rizza Muly mendapat perhatian seluruh yang menyaksikan dialog bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang(ATR), Sofyan A. Djalil, VIA Aplikasi Zoom dalam rangka menyambut Hari Tani, kemarin. Rizza saat itu memberikan Kartu “Merah” kepada Menteri ATR sebagai “Alarm” untuk pengingat […]

  • Peremajaan Massal Kebun Sawit Petani, Gubernur : Lampung Bisa Kenapa Sumsel Tidak

    Peremajaan Massal Kebun Sawit Petani, Gubernur : Lampung Bisa Kenapa Sumsel Tidak

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.517
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – ” Lampung bisa, kenapa kita tidak. Padahal kita punya 67.000 hektare kebun kelapa di Sumsel. Cuma itu tadi dari memecah batok, sampai mengeluarkan isinya semua konvensional. Ini yang harus dibenahi ” ucap Gubernur Sumsel Herman Deru, saat menemui petani kelapa yang menggelar aksi demo di halaman gedung DPRD Sumsel usai rapat Paripurna […]

  • Pemprov Sumsel Launching SCC, Alex Ingin di  17 Kabupaten/kota Terkoneksi

    Pemprov Sumsel Launching SCC, Alex Ingin di  17 Kabupaten/kota Terkoneksi

    • calendar_month Jumat, 7 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.088
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Guna mendukung konsep Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi smart province atau provinsi cerdas, Gubernur Sumsel Alex Noerdin melaunching Sumsel Command Center (SCC) Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (07/9/2018). SCC ini sendiri merupakan satu pusat data atau pusat monitoring, untuk mesinergikan dan mengintegrasikan semua layanan publik organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel dalam […]

  • Adanya Organisasi Pengelola Rumah Makan di Sumsel, Ini Harapannya

    Adanya Organisasi Pengelola Rumah Makan di Sumsel, Ini Harapannya

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menyambut baik kehadiran organisasi Persatuan Pengelola Rumah Makan Minang (PPRMM) Sumsel. Wagub mengharap kehadiran PPRMM dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian di Provinsi Sumsel. “Kita sangat menyambut baik kehadiran dari PPRMM, semoga kehadiran disini memberikan kontribusi ekonomi di Sumsel,”kata Wagub Mawardi Yahya saat menerima Pengurus PPRMM di Ruang Tamu Wagub Sumsel, […]

  • Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Sudah Jadi Kewajiban Pemerintah Daerah

    Pemenuhan Kebutuhan Air Minum Sudah Jadi Kewajiban Pemerintah Daerah

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

      MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) M.Tito Karnavian mengatakan air minum merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat, dan pelayanan yang wajib diberikan pemerintah daerah kepada warga p, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Apalagi warga Jakarta masih banyak mengandalkan sumber air tanah, sehingga akan mempengaruhi kondisi permukaan tanah di Jakarta. Hal itu disampaikan Mendagri dalam keterangan tertulis, […]

expand_less
WordPress Archive Ast Fulfillment Manager ( Formerly Advanced Shipment Tracking Pro ) Astana – Real Estate & Architecture Elementor Template Kit Asteno – Wine & Vineyard WP Theme Astero WordPress Weather Plugin Astia – Minimal Portfolio WordPress Theme for Photographers Asting – Charity & Donation WordPress Theme Astones – American Football Team & Sports Elementor Template Kit Astra Premium Sites Plugin + Agency Demos Astra Pro Addon Astralla – Horoscope and Astrology WordPress Theme