Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Diplomasi Sepak Bola ala Prabowo & Infantino, Saat Bola Masuk Sidang PBB

Diplomasi Sepak Bola ala Prabowo & Infantino, Saat Bola Masuk Sidang PBB

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
  • visibility 1.583
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDANG Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) biasanya identik dengan suasana serius, isinya pidato para pemimpin dunia tentang perang, ekonomi, dan krisis iklim, namunminggu ini, ada kejadian yang membuat forum itu terasa agak berbeda. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Sejenak, dunia yang sibuk dengan isu rumit jadi tersenyum, “loh, bola bisa masuk PBB?” Ya, itulah diplomasi gaya baru Indonesia, di tengah riuh global, kita justru menendang bola ke panggung dunia.

Sepak bola sering dianggap hanya hiburan, tapi di Indonesia, ia jauh lebih besar. setiap kali Timnas bermain, jalanan sepi, warung ramai, dan layar televisi jadi pusat perhatian, dari tukang parkir sampai profesor, semua bisa bersatu teriak “Indonesia!”

Prabowo tahu betul kekuatan ini, ia menyebut sepak bola bukan cuma olahraga, tapi sarana pemersatu bangsa. Infantino pun sepakat, bahkan menjanjikan FIFA akan terus mendukung langkah Indonesia, dari pembinaan usia dini, pembangunan stadion, sampai peluang menggelar Turnamen Internasional.

Ini ibarat sebuah “kick off” baru, kalau biasanya diplomasi diukur dengan pidato panjang dan perjanjian tebal, kali ini Indonesia memilih jalur berbeda, yakni menendang bola sebagai simbol persahabatan dunia.

Coba pikirkan, suasana New York saat itu, di satu ruangan, para diplomat sibuk membahas resolusi konflik, di ruangan lain, Prabowo dan Infantino duduk membicarakan masa depan sepak bola Indonesia, kontrasnya lucu, tapi sekaligus simbolis karena Indonesia ingin tampil beda.

Seperti pepatah bilang, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, dipanggung PBB, kita tak hanya menjunjung diplomasi politik, tapi juga membawa misi olahraga, sebuah cara halus menunjukkan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton, tapi pemain aktif di arena global.

Pertemuan itu tentu saja bukan akhir, melainkan awal, harapan terbesar ada pada anak-anak muda yang setiap sore masih main bola di lapangan becek, dengan gawang dari sandal jepit. Mereka inilah calon bintang masa depan. Jika diberi fasilitas, pelatih berkualitas, dan jalur kompetisi sehat, siapa tahu dari kampung kecil lahir “Messi dari Merauke” atau “Ronaldo dari Riau”.

Optimisme ini bukan mimpi kosong, negara lain sudah membuktikan, jepang sukses mengirim pemain ke Eropa setelah serius membina usia dini. Korea Selatan melahirkan bintang dunia, seperti Son Heung-min karena liga mereka terkelola profesional. Indonesia pun bisa, asal tidak menyerah di tengah jalan.

Duta budaya

Sepak bola juga membuka jalan ke bidang lain, saat Indonesia menggelar Piala Dunia U-17 kemarin, dunia menyaksikan stadion kita, budaya kita, bahkan keramahan penonton kita, pariwisata ikut terdongkrak, ekonomi lokal bergerak, dan citra bangsa meningkat.

Kalau kita konsisten, sepak bola bisa jadi “duta budaya” Indonesia, dunia mungkin tak selalu ingat isi pidato di Sidang PBB, tapi gol spektakuler atau atmosfer stadion bisa melekat lama di benak mereka.

Seperti pepatah bilang “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”, begitu juga dengan sepak bola, perubahan tak terjadi dalam semalam, tapi lewat langkah-langkah kecil yang konsisten, satu akademi, satu stadion, satu program pembinaan, lama-lama bukit prestasi akan terbentuk.

Pesan moral dari pertemuan Prabowo dan Infantino sederhana namun dalam, sepak bola bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang persatuan dan masa depan. Ia bisa menjadi perekat bangsa di dalam negeri sekaligus alat diplomasi di luar negeri.

Di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia bisa berkata, kami punya cara berbeda untuk bicara perdamaian. Bukan dengan senjata, tapi dengan bola, bukan dengan ancaman, tapi dengan sorakan suporter.

 Jika ada yang bertanya, “Apa yang dibawa Indonesia ke Sidang PBB kali ini?”, jawabannya sederhana, bukan hanya pidato, tapi juga bola, karena lewat bola, Indonesia sedang menendang harapan baru, harapan bahwa persatuan bisa lahir dari stadion, dan diplomasi bisa dimulai dari lapangan hijau.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stigma COVID-19 Kenapa Ada dan Bagaimana Hadapinya?

    Stigma COVID-19 Kenapa Ada dan Bagaimana Hadapinya?

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    STIGMA pada penyakit COVID-19 dan penderitanya membuat situasi penanganan pandemi COVID-19 lebih kompleks. Keberadaan stigma ini mengakibatkan munculnya perilaku diskriminatif, seperti: pengusiran atau pengucilan di masyarakat kepada penderita COVID-19 ataupun tenaga kesehatan. Tidak jarang ada yang kemudian menyembunyikan kondisi kesehatannya, dari sehingga menghalangi orang untuk dapat mencari layanan kesehatan ataupun ditangani secara cepat. Yuk, lawan stigma […]

  • Flu Burung, Pemkot Palembang Siapkan Vaksin Gratis

    Flu Burung, Pemkot Palembang Siapkan Vaksin Gratis

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    DINAS Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang menyiapkan anti virus untuk ayam ternak milik warga. Hal ini dilakukan adanya sejumlah ternak ayam yang mendadak mati di Kecamatan Kalidoni Palembang akhir-akhir ini. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Palembang, Sayuti mengatakan, pihaknya menyiapkan vaksin gratis kepada ayam ternak milik warga yang dikoordinasikan melalui Lurah masing-masing. […]

  • Silahtrahmi dengan PPI, Bupati Muba : Merajut Tali Kebhinekaan Yang Penting

    Silahtrahmi dengan PPI, Bupati Muba : Merajut Tali Kebhinekaan Yang Penting

    • calendar_month Minggu, 23 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    MESKIPUN di luar negeri, silahturahmi antar pelajar tetap dilakukan agar Tali Kebhinekaan tetap terjaga. Hal itu disampaikan mantan Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia 1994-1996 Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin saat bersilaturahmi dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), Alumni dan Masyarakat Indonesia di Belgia dengan Tema “Merajut Tali Kebhinekaan Pelajar, Alumni dan Masyarakat Indonesia […]

  • Kisah Digital “Zhengzhou dalam Pusaka Budaya” Tampil Perdana secara Global dengan AR, Rayakan Hari Internasional Situs Bersejarah

    Kisah Digital “Zhengzhou dalam Pusaka Budaya” Tampil Perdana secara Global dengan AR, Rayakan Hari Internasional Situs Bersejarah

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -ZHENGZHOU, TIONGKOK – Media OutReach Newswire –  Memanfaatkan momentum Hari Internasional untuk Monumen dan Situs Bersejarah (18 April), kota Zhengzhou di Provinsi Henan, Tiongkok Tengah, meluncurkan seri dokumenter global “Zhengzhou dalam Pusaka Budaya”, membawa gemerlap peradaban Dataran Tengah ke panggung dunia melalui inovasi digital. Disarikan dari dokumenter besar berjumlah 50 episode, versi global “Zhengzhou […]

  • Kejurnas Balap Motor Region IV Sumatera Bupati Muba Cup Prix 2019 Ditutup

    Kejurnas Balap Motor Region IV Sumatera Bupati Muba Cup Prix 2019 Ditutup

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    Para pembalap dari Sumatera, Sumsel, petugas, panitia pelaksana dan penonton yang hadir telah turut mensukseskan Motorprix tahun 2019.

  • Dugaan Penyimpangan Nomor Porsi Haji Jatim, Kemenhaj Klarifikasi di Kejati

    Dugaan Penyimpangan Nomor Porsi Haji Jatim, Kemenhaj Klarifikasi di Kejati

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Dugaan penyimpangan dalam proses pelimpahan nomor porsi haji di Jawa Timur mulai diklarifikasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Klarifikasi dilakukan terhadap sejumlah pihak terkait pelaksanaan haji 2026 dan berlangsung di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Kasubdit Pengawasan KBIHU Kemenhaj, Airien Marttanti Koesniar, mengatakan proses tersebut masih berada pada tahap awal berupa pengumpulan bahan dan keterangan. […]

expand_less
WordPress Archive Yorn – Music & Video WordPress Theme Yottis | Personal Creative Portfolio WordPress Theme + Store YouContent – Unlimited Unique Content Generator from Youtube Captions Youseo – SEO & Digital Creative Agency Elementor Template Kit YouTube And Vimeo Video Player with Playlist YouTube Feed : User, Channel and Playlist for WordPress YouTube Plugin – WordPress Gallery for YouTube YouTube Plugin – WordPress YouTube Gallery YouTube Video Mass Poster and Pinner Youtube Vimeo Popup Plugin