Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Diplomasi Sepak Bola ala Prabowo & Infantino, Saat Bola Masuk Sidang PBB

Diplomasi Sepak Bola ala Prabowo & Infantino, Saat Bola Masuk Sidang PBB

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
  • visibility 1.607
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDANG Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) biasanya identik dengan suasana serius, isinya pidato para pemimpin dunia tentang perang, ekonomi, dan krisis iklim, namunminggu ini, ada kejadian yang membuat forum itu terasa agak berbeda. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kehormatan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Sejenak, dunia yang sibuk dengan isu rumit jadi tersenyum, “loh, bola bisa masuk PBB?” Ya, itulah diplomasi gaya baru Indonesia, di tengah riuh global, kita justru menendang bola ke panggung dunia.

Sepak bola sering dianggap hanya hiburan, tapi di Indonesia, ia jauh lebih besar. setiap kali Timnas bermain, jalanan sepi, warung ramai, dan layar televisi jadi pusat perhatian, dari tukang parkir sampai profesor, semua bisa bersatu teriak “Indonesia!”

Prabowo tahu betul kekuatan ini, ia menyebut sepak bola bukan cuma olahraga, tapi sarana pemersatu bangsa. Infantino pun sepakat, bahkan menjanjikan FIFA akan terus mendukung langkah Indonesia, dari pembinaan usia dini, pembangunan stadion, sampai peluang menggelar Turnamen Internasional.

Ini ibarat sebuah “kick off” baru, kalau biasanya diplomasi diukur dengan pidato panjang dan perjanjian tebal, kali ini Indonesia memilih jalur berbeda, yakni menendang bola sebagai simbol persahabatan dunia.

Coba pikirkan, suasana New York saat itu, di satu ruangan, para diplomat sibuk membahas resolusi konflik, di ruangan lain, Prabowo dan Infantino duduk membicarakan masa depan sepak bola Indonesia, kontrasnya lucu, tapi sekaligus simbolis karena Indonesia ingin tampil beda.

Seperti pepatah bilang, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, dipanggung PBB, kita tak hanya menjunjung diplomasi politik, tapi juga membawa misi olahraga, sebuah cara halus menunjukkan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton, tapi pemain aktif di arena global.

Pertemuan itu tentu saja bukan akhir, melainkan awal, harapan terbesar ada pada anak-anak muda yang setiap sore masih main bola di lapangan becek, dengan gawang dari sandal jepit. Mereka inilah calon bintang masa depan. Jika diberi fasilitas, pelatih berkualitas, dan jalur kompetisi sehat, siapa tahu dari kampung kecil lahir “Messi dari Merauke” atau “Ronaldo dari Riau”.

Optimisme ini bukan mimpi kosong, negara lain sudah membuktikan, jepang sukses mengirim pemain ke Eropa setelah serius membina usia dini. Korea Selatan melahirkan bintang dunia, seperti Son Heung-min karena liga mereka terkelola profesional. Indonesia pun bisa, asal tidak menyerah di tengah jalan.

Duta budaya

Sepak bola juga membuka jalan ke bidang lain, saat Indonesia menggelar Piala Dunia U-17 kemarin, dunia menyaksikan stadion kita, budaya kita, bahkan keramahan penonton kita, pariwisata ikut terdongkrak, ekonomi lokal bergerak, dan citra bangsa meningkat.

Kalau kita konsisten, sepak bola bisa jadi “duta budaya” Indonesia, dunia mungkin tak selalu ingat isi pidato di Sidang PBB, tapi gol spektakuler atau atmosfer stadion bisa melekat lama di benak mereka.

Seperti pepatah bilang “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”, begitu juga dengan sepak bola, perubahan tak terjadi dalam semalam, tapi lewat langkah-langkah kecil yang konsisten, satu akademi, satu stadion, satu program pembinaan, lama-lama bukit prestasi akan terbentuk.

Pesan moral dari pertemuan Prabowo dan Infantino sederhana namun dalam, sepak bola bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang persatuan dan masa depan. Ia bisa menjadi perekat bangsa di dalam negeri sekaligus alat diplomasi di luar negeri.

Di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia bisa berkata, kami punya cara berbeda untuk bicara perdamaian. Bukan dengan senjata, tapi dengan bola, bukan dengan ancaman, tapi dengan sorakan suporter.

 Jika ada yang bertanya, “Apa yang dibawa Indonesia ke Sidang PBB kali ini?”, jawabannya sederhana, bukan hanya pidato, tapi juga bola, karena lewat bola, Indonesia sedang menendang harapan baru, harapan bahwa persatuan bisa lahir dari stadion, dan diplomasi bisa dimulai dari lapangan hijau.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri ESDM Imbau Pelaku Industri Gunakan Solar Non Subsidi

    Menteri ESDM Imbau Pelaku Industri Gunakan Solar Non Subsidi

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.148
    • 0Komentar

    PERTAMINA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan BPH Migas melakukan peninjauan ke beberapa SPBU di wilayah Kota Bengkulu guna memastikan pasokan suplai dan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) aman selama Ramadan, akhir pekan lalu. “Kami akan memenuhi kebutuhan BBM saat Ramadan dan libur Idul Fitri, semuanya berjalan lancar,” […]

  • Kalungkan Medali, Cara Bupati Banyuasin Apreasi Atlet Taekwondo

    Kalungkan Medali, Cara Bupati Banyuasin Apreasi Atlet Taekwondo

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    31 Atlet dan pengurus Cabang Taekwondo Kabupaten Banyuasin berkumpul memenuhi undangan Bupati Banyuasin Askolani. Undangan ini merupakan bentuk penghargaan Pemkab Kabupaten Banyuasin kepada seluruh pengurus dan atlet Taekwondo terhadap prestasi yang telah mengharumkan nama Banyuasin. 9 medali emas dan 8 perak dan 3 perunggu dikalungkan kepada atlet olahraga oleh Askolani.“Selamat dengan prestasi gemilang yang telah […]

  • Muba Komit Jaga Zero Konflik di Sumsel

    Muba Komit Jaga Zero Konflik di Sumsel

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya menjaga zero konflik di wilayah Musi Banyuasin. Termasuk salah satunya upaya koordinasi dan sinergi tersebut dilakukan Pemkab Muba bersama Satuan Brimob Polda Sumsel. Dalam kesempatan menghadiri Upacara Serah Terima Jabatan Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumatera Selatan, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi […]

  • Wagub Harapkan BKMT Dukung Penyebaran Rumah Tahfidz di Sumsel, Itu Masuk Program Utama Pemprov

    Wagub Harapkan BKMT Dukung Penyebaran Rumah Tahfidz di Sumsel, Itu Masuk Program Utama Pemprov

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 763
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1442 H/2021 M yang diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumsel bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung Palembang, belum lama ini. MY katakan eksistensi BKMT di Sumsel tentu dapat mendukung pembangunan sekaligus syiar islam. Terutama dalam pelaksanaan berbagai program Pemprov Sumsel […]

  • Putuskan Mata Rantai COVID-19, PWI Banyuasin Semprot Disinfektan & Bagikan Masker Untuk Kalangan Jurnalis

    Putuskan Mata Rantai COVID-19, PWI Banyuasin Semprot Disinfektan & Bagikan Masker Untuk Kalangan Jurnalis

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) Banyuasin turut andil dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang sedang diperangi bersama seluruh komponen masyarakat. Bentuk kontribusi organisasi wartawan ini dilakukan dengan penyemprotan disinfektan dan membagikan masker untuk para jurnalis. Menurut Ketua PWI Banyuasin, Diding Karnadi SH, mengatakan, pelaksanaan penyemprotan disinfektan merupakan upaya positif pencegahan yang dianjurkan oleh […]

  • Kemnaker Komitmen Menghapus Pekerja Anak, Penarikan Pekerja Anak Sudah Lama Dilaksanakan

    Kemnaker Komitmen Menghapus Pekerja Anak, Penarikan Pekerja Anak Sudah Lama Dilaksanakan

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.618
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan komitmennya untuk terus berupaya menghapus pekerja anak. Dalam perkembangannya pemerintah sudah melakukan penarikan pekerja anak dari berbagai jenis pekerjaan terburuk sejak 2008. Dalam periode 2008 sampai 2020 terdapat 143.456 pekerja anak yang telah ditarik dari sekitar 1,5 juta pekerja anak yang berumur 10-17 tahun berdasarkan Data survei Sosial Ekonomi Nasional yang […]

expand_less
WordPress Archive Yorn – Music & Video WordPress Theme Yottis | Personal Creative Portfolio WordPress Theme + Store YouContent – Unlimited Unique Content Generator from Youtube Captions Youseo – SEO & Digital Creative Agency Elementor Template Kit YouTube And Vimeo Video Player with Playlist YouTube Feed : User, Channel and Playlist for WordPress YouTube Plugin – WordPress Gallery for YouTube YouTube Plugin – WordPress YouTube Gallery YouTube Video Mass Poster and Pinner Youtube Vimeo Popup Plugin