Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Dari Penalti di GBK hingga Oxford United, Beginilah Cara Kita Sambut Piala Presiden!

Dari Penalti di GBK hingga Oxford United, Beginilah Cara Kita Sambut Piala Presiden!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • visibility 1.455
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah bilang “tak kenal maka tak sayang”, maka panitia Piala Presiden 2025 ini kayaknya ngambil serius banget pepatah itu. Sosialisasi dibuat meriah, dari CFD di Sudirman sampai ngetik penalti di depan Garuda Store, GBK. Ini bukan lagi promosi, tapi sudah kayak arisan RT plus lomba 17-an, ada bagi-bagi tiket gratis nonton pembukaan, tinggal jagoin kaki kanan buat tendang penalti. Netizen bilang, “Lah, ini promosi bola apa promosi kaki saya?”.

Tapi ya sudahlah…., siapa juga yang nolak tiket gratis nonton bola di GBK?. Orang warung sebelah aja sampai rela ngerem dagangan, asal bisa ikutan “shoot bola dapet tiket”. Katanya, “Kalau enggak bisa jadi pemain timnas, ya minimal bisa golin di depan Garuda Store lah”

Tapi mari kita agak serius sedikit, walau cuma seupil.

Piala Presiden 2025 ini secara format, wah, keren bahkan sudah mantap banget, hadiahnya juga lumayan, Rp11,5 miliar itu cukup buat beli 3 apartemen studio di pinggiran Jakarta atau modal buka 10 cabang warung nasi padang.

Tim-tim Indonesia tampil, lalu ada Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand. Internasional vibes-nya terasa, meski masih setengah mateng. Tapi pertanyaan sederhana dari rakyat sambil makan mi rebus, kok, enggak sekalian aja undang tim nasional dari negara lain?

Biar greget, bro!, biar anak-anak kita nggak cuma nendang bola ke tiang gawang, tapi juga nendang rasa grogi dan minder pas lawan pemain asing.

Kalau takut ranking FIFA terganggu, ya tinggal bilang ini turnamen pramusim non-FIFA, buat pemanasan mental. Lha, wong mental pemain kita tuh kadang kalah bukan karena teknik, tapi karena keringat dingin ketemu lawan kulit putih dan tato penuh, bahkan tinggi-tinggi hampir 2 meteran..

Coba bayangin, Timnas U-23 Indonesia lawan Timnas Vietnam B, atau lawan Filipina campuran pemain Eropa-Asia. Itu baru ngeri-ngeri sedap. Kalau kalah, bisa bilang “buat pembelajaran”, kalau menang, bisa update status “Sudah saatnya Asia Tenggara mengakui kita” Minimal naik harga diri lah, meskipun ranking FIFA belum tembus 100.

Panitia udah niat, promosi udah jalan, bola juga pasti jalan. Tapi jangan sampai yang jalan cuma bola dan panitia, mental pemainnya juga harus diajak jalan… ke arah yang lebih tangguh.

Kalau cuma ngadain turnamen lalu menghibur publik lewat euforia GBK dan flashmob maskot di CFD, ya itu mah bonus. Tapi esensi turnamen pra-musim seharusnya bukan cuma gimmick dan hadiah, tapi pembuktian bahwa sepak bola kita naik kelas, bukan sekadar naik angkot ke stadion.

Dan buat para penggemar yang heboh di medsos tapi jarang ke stadion, ini saatnya kalian move on dari nonton highlight YouTube ke nonton langsung di tribun. Ingat pepatah kocak nenek saya, “Nonton bola itu kayak makan bakso, lebih nikmat kalau panas-panas dan di tempat, bukan delivery”.

Piala Presiden ini ibarat minuman isotonik, bikin segar, tapi belum tentu bikin kenyang. Tapi ya… sudahlah, kita tetap dukung, tetap semangat, dan tetap harap-harap cemas.

Siapa tahu tahun depan Piala Presiden bisa ngundang tim dari Planet luar sekalian, biar pemain kita belajar hadapi alien sebelum lawan Korea Selatan.

Piala Presiden 2025 sudah dekat, kalau kamu masih bingung pilih klub mana yang kamu dukung, ikuti kata hati,  kalau kata hati kamu bilang dukung klub karena warna jersey-nya cocok sama warna sandal di rumah, itu artinya kamu belum siap jadi suporter, baru siap jadi model endorse kaos bola di e-commerce.

Jangan lupa nonton, jangan lupa beli tiket, dan yang paling penting… jangan lupa bawa mental, bukan cuma semangat dadakan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPK RI : WTP Palembang Yess, OK, Tapi Transparansi Anggaran Lebih Penting

    BPK RI : WTP Palembang Yess, OK, Tapi Transparansi Anggaran Lebih Penting

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengapresiasi Pemerintah Kota Palembang dalam  pengelolaan keuangan menyusul Palembang sudah beberapa kali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Anggota V BPK RI Isma Yatun menyampaikan Palembang merupakan salah satu daerah yang paling baik dalam hal akuntabilitas keuangannya. Hal ini dapat dilihat dari penghargaan WTP yang diraih […]

  • Gempa 6,1 SR Goncang Jakarta

    Gempa 6,1 SR Goncang Jakarta

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    “Warga dan karyawan yang berada di gedung bertingkat berhamburan ke luar untuk menyelamatkan diri,”

  • Rindu Lapangan Hijau, Pendopo Legend Pali & Legend M.Enim Gelar ‘Friendly Match’, “ Ini Reuni Kami”

    Rindu Lapangan Hijau, Pendopo Legend Pali & Legend M.Enim Gelar ‘Friendly Match’, “ Ini Reuni Kami”

    • calendar_month Minggu, 27 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.579
    • 0Komentar

    SETELAH sekian tahun lamanya tak merumput lagi di lapangan hijau, para pemain sepakbola legendaris, Pendopo Legend Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [Pali] dan Legend Muara Enim menggelar pertandingan persahabatan [Friendly Match], pertandingan tersebut digelar di Sumberjo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali, minggu [27/3/2022]. Pertandingan persahabatan ini digelar tak lain guna menjalin tali silaturrahmi antar kedua […]

  • Potensi Tanaman Pangan, PON Papua Mendatangkan Investor ke Merauke

    Potensi Tanaman Pangan, PON Papua Mendatangkan Investor ke Merauke

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    GELARAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua menarik para investor datang ke Kabupaten Merauke untuk berinvestasi dalam bidang pangan. Karena, gema dari ajang ini luas menggaung ke berbagai wilayah di tanah air, melalui medium itu akhirnya investor mengetahui potensi pengelolaan tanaman pangan dari Merauke saat ini. Dilansir dari InfoPublik.id, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, mengatakan saat […]

  • gerhana-bulan-sebagian

    Jangan Lewatkan, Esok Malam Gerhana Bulan

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.299
    • 0Komentar

    Besok malam sebagian warga Indonesia dapat menyaksikan fenomena alam yang langkah, yakni Gerhana bulan persial (sebagian). Gerhana akan mulai terjadi pada pukul 22.50 WIB, hingga fase selanjutnya pada pukul 03 50 WIB.

  • Begini Kata Wagub Terkait Antisipasi Karhutla di Sumsel

    Begini Kata Wagub Terkait Antisipasi Karhutla di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    “Kita sudah membentuk 171 Desa Peduli Api di kawasan Karhutla. Diantaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muba dan Banyuasin,”sambungnya.

expand_less
WordPress Archive OMNIA – Multipurpose, Creative WordPress Theme OmniPrice – PrestaShop Omnibus Directive compatibility module Omnity – Music Store WordPress Theme On-Scroll Animated Grid for Elementor On-Scroll Layout Galleries for Elementor On-Scroll Rotation Grid For Elementor On-Scroll Section Effects for Elementor On-Scroll Video Effects for Elementor Ondustry – Industry & Manufacturing Elementor Template Kit One Page Pro | Multi Purpose OnePage WordPress Theme