Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pelestarian Badak ala Marinir

Pelestarian Badak ala Marinir

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • visibility 673
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di zaman serba cepat ini, bahkan badak pun harus naik kendaraan amfibi, coba bayangkan seekor Badak Jawa, satwa langka nan pemalu, yang biasanya cuma jalan kaki di semak-semak Ujung Kulon, kini didandani, dibikinkan kandang eksklusif seberat 1 ton, lalu dinaikkan ke atas tank laut Ranpur Kapa K-61 milik Marinir. Mirip adegan film perang, tapi isinya bukan tentara, melainkan si badak pemalu yang sedang dievakuasi cinta demi masa depan genetik yang lebih cerah.

Pepatah lama berkata, “Jangan biarkan anak cucumu hanya mengenal badak dari gambar di buku pelajaran” Nah, pemerintah tampaknya benar-benar menghayati pepatah itu. Kalau perlu, badaknya dikawal tentara, dibawa lintas laut, dan dimanja sedemikian rupa seperti raja terakhir di kerajaan purba yang mau pensiun. Semua ini demi satu tujuan jangan sampai Badak Jawa punah hanya gara-gara genetiknya terlalu keluarga inti alias inbreeding yang udah kayak kawin sedarah di sinetron kolosal.

Dirjen KSDAE, Pak Satyawan Pudyatmoko, mungkin tidak bilang secara gamblang, tapi kita paham populasi Badak Jawa ini ibarat desa terpencil yang nggak pernah kedatangan orang baru. Genetiknya itu-itu aja. Mirip grup WhatsApp keluarga besar yang isinya cuma berita sakit pinggang dan link YouTube ceramah. Nah, translokasi ini ibarat mendatangkan jodoh baru dari RT sebelah ke kampung Badak yang itu-itu aja.

Upaya ini jadi makin dramatis ketika disebut bahwa perjalanan badak ke lokasi JRSCA di Ujungjaya harus melewati laut sejauh 14 kilometer. Bukan pakai perahu nelayan, tapi langsung naik tank Marinir. Kalau badaknya bisa update status, mungkin dia bakal tulis “Naik tank, bukan untuk perang… tapi buat cinta. #TranslokasiCinta #JRSCAStory”

Kandang badak ini bukan kandang biasa. Bukan pula kandang ayam layer yang dibikin dari kawat nyangkut. Ini kandang mewah sekelas First Class Emirates versi satwa langka. Ada ventilasi, ada peredam guncangan, dan didesain agar si badak tak merasa seperti sedang diangkut pindahan rumah. Kalau perlu, tinggal ditambah WiFi dan AC, badaknya bisa livestream selama perjalanan.

Tapi semua ini tidak asal-asalan. Tim dari Yonkapa 1 Marinir sudah melakukan simulasi duluan, lengkap dengan perhitungan gaya apung dan titik berat, karena kalau sampai kandang miring di laut, bisa-bisa badak itu malah jadi bahan meme nasional.

Mayor (Mar) Bayhaky C. Chipta bahkan menyebut bahwa ini juga bagian dari latihan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Artinya, bukan cuma warga yang bisa dievakuasi pakai ranpur, badak pun sekarang punya “akses VVIP” saat ada bencana. Bandingkan dengan negara-negara lain, seperti Kenya yang mengangkut badak pakai helikopter atau Nepal yang pakai truk, kita di Indonesia sudah pakai Ranpur, kalau ini bukan inovasi, mungkin ini disebut humorisasi.

Di Afrika, konservasi badak sudah masuk tahap dating app, mereka melacak setiap individu, mencocokkan genetik, dan bahkan membuat program breeding terencana, seperti acara Take Me Out versi satwa. Di Namibia dan Afrika Selatan, translokasi badak bahkan jadi agenda nasional yang dijalankan dengan pendekatan bisnis konservasi.

Di sana, kata konservasi tak hanya berarti perlindungan, tapi juga pemulihan martabat spesies terutama agar tidak punah secara diam-diam karena mereka kehabisan pasangan sekandung.Indonesia tampaknya belajar dari situ, meski gayanya tetap khas semi militeristik, tapi penuh semangat gotong royong. Tentara masuk, NGO masuk, dan kandang mewah pun meluncur.

Translokasi badak bukan cuma soal memindahkan hewan besar. Ini simbol bahwa negara tidak tinggal diam saat ada spesies di ambang punah. Ini juga bukti bahwa pelestarian bukan sekadar menanam pohon atau memberi seminar, tapi juga kerja keras lintas sektor dari rimbawan, marinir, sampai perancang kandang. Semua turun tangan.

Pepatah baru boleh kita buat dari kisah ini “Kalau cinta saja butuh perjuangan, maka badak pun perlu naik tank untuk bertemu jodoh”

Jadi kalau kamu masih jomblo, jangan sedih. Badak aja harus menempuh laut dan naik tank buat menghindari inbreeding. Kamu cukup berdoa, lalu buka hati… siapa tahu jodohmu bukan di hutan, tapi di halte Transjakarta.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klaster Tarawih Kembali Muncul, Menag Minta Patuhi Panduan Ibadah dan Protokol Kesehatan, Cegah Penyebaran Covid

    Klaster Tarawih Kembali Muncul, Menag Minta Patuhi Panduan Ibadah dan Protokol Kesehatan, Cegah Penyebaran Covid

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 582
    • 0Komentar

    PERISTIWA penyebaran Covid-19 yang diduga dari klaster Tarawih kembali terjadi. Setelah sebelumnya ada di Kab Banyumas, Jawa Tengah, klaster baru kembali terjadi di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Klaster ini diduga berawal dari imam masjid yang terkonfirmasi positif corona usai mengalami gejala. Menag Yaqut Cholil Qoumas kembali mengingatkan jajarannya untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan […]

  • VNG Digital Business kenalkan solusi mutakhir untuk transformasi digital bisnis di Tech4Life

    VNG Digital Business kenalkan solusi mutakhir untuk transformasi digital bisnis di Tech4Life

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 618
    • 0Komentar

    HO CHI MINH CITY, Vietnam, (GLOBE NEWSWIRE) – VNG Digital Business baru-baru ini memperkenalkan dua penawaran di Tech4Life Exhibition & Summit: solusi Cloud Camera AI untuk pengoperasian Smart City dan platform VNG Cloud Computing yang dirancang untuk memberdayakan bisnis dalam perjalanan transformasi digital mereka. Mewakili tambahan terbaru pada kuartet segmen bisnis inti VNG, VNG Digital […]

  • HUT RI ke 77, Ada Panjat Pinang Bertabur Hadiah..

    HUT RI ke 77, Ada Panjat Pinang Bertabur Hadiah..

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Ratusan masyarakat Kota Sekayu beramai-ramai mendatangi Taman Air depan Rumah Dinas Bupati Muba untuk menyaksikan lomba panjat pinang dalam rangka memeriahkan Hut ke-77 Republik Indonesia, Selasa (16/8/2022).   Betapa tidak, euforia ini memuncak pasalnya sudah dua tahun perayaan HUT RI di Muba ditiadakan karena pandemi COVID-19.   Suasana di lokasi tampak sorak sorai dan gelak […]

  • BLT Dana Desa Sudah Disalurkan ke 49.095 Desa

    BLT Dana Desa Sudah Disalurkan ke 49.095 Desa

    • calendar_month Minggu, 16 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    PADA8 Mei 2021, Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT Dana Desa) telah disalurkan ke 49.095 dari 74.961 desa dan mencapai Rp 2,27 triliun. BLT dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) ditujukan untuk meningkatkan daya beli warga akibat aturan larangan mudik yang berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi warga desa di hari raya. Untuk […]

  • Panen Perdana Kelapa Sawit Program PSR,Hasil Meningkat, Panen Lebih Cepat

    Panen Perdana Kelapa Sawit Program PSR,Hasil Meningkat, Panen Lebih Cepat

    • calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE didampingi oleh Regional Head PT. Sampoerna Agro melalukan panen perdana kelapa sawit program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) di kebun plasma KUD CSM Sampoerna Agro. Mesuji, Ogan Komering Ilir Kamis, (19/10/23). Sawit petani hasil program PSR ini bisa di panen lebih cepat dengan hasil panen yang meningkat. […]

  • Sumbang Lagu “Kisah Kasih di Sekolah”, Gubernur-Kapolda Nostalgia Masa SMA

    Sumbang Lagu “Kisah Kasih di Sekolah”, Gubernur-Kapolda Nostalgia Masa SMA

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    “Selain dapat bersilaturahmi Saya ingin kekompakan alumni ini menjadi contoh bagi alumni SMA lainnya di Sumsel. Meskipun latar belakang mereka ini berbeda, ada yang beda partai ada yang beda agama tapi kompak. Bangunlah kekompakan dan menjadi kekuatan karena ini sangat penting sekali untuk kemajuan Sumsel,”

expand_less
WordPress Archive Maxi – Gutenberg Magazine & News Theme Maxify | Startup & Business News WordPress Blog Theme Maxima – Retina Ready WordPress Theme MaxiNet – Internet & IPTV Provider Elementor Template Kit MaxShop – Electronics Store Elementor WooCommerce WordPress Theme (9+ Homepages, 2+ Mobile Layouts) Maxus – Multipurpose eCommerce WordPress Theme Maya – Smart and Powerful WP Theme Mayosis – Digital Marketplace WordPress Theme Mazuma – Business Elementor Template Kit MBStore – Digital WooCommerce WordPress Theme