Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pelestarian Badak ala Marinir

Pelestarian Badak ala Marinir

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • visibility 666
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di zaman serba cepat ini, bahkan badak pun harus naik kendaraan amfibi, coba bayangkan seekor Badak Jawa, satwa langka nan pemalu, yang biasanya cuma jalan kaki di semak-semak Ujung Kulon, kini didandani, dibikinkan kandang eksklusif seberat 1 ton, lalu dinaikkan ke atas tank laut Ranpur Kapa K-61 milik Marinir. Mirip adegan film perang, tapi isinya bukan tentara, melainkan si badak pemalu yang sedang dievakuasi cinta demi masa depan genetik yang lebih cerah.

Pepatah lama berkata, “Jangan biarkan anak cucumu hanya mengenal badak dari gambar di buku pelajaran” Nah, pemerintah tampaknya benar-benar menghayati pepatah itu. Kalau perlu, badaknya dikawal tentara, dibawa lintas laut, dan dimanja sedemikian rupa seperti raja terakhir di kerajaan purba yang mau pensiun. Semua ini demi satu tujuan jangan sampai Badak Jawa punah hanya gara-gara genetiknya terlalu keluarga inti alias inbreeding yang udah kayak kawin sedarah di sinetron kolosal.

Dirjen KSDAE, Pak Satyawan Pudyatmoko, mungkin tidak bilang secara gamblang, tapi kita paham populasi Badak Jawa ini ibarat desa terpencil yang nggak pernah kedatangan orang baru. Genetiknya itu-itu aja. Mirip grup WhatsApp keluarga besar yang isinya cuma berita sakit pinggang dan link YouTube ceramah. Nah, translokasi ini ibarat mendatangkan jodoh baru dari RT sebelah ke kampung Badak yang itu-itu aja.

Upaya ini jadi makin dramatis ketika disebut bahwa perjalanan badak ke lokasi JRSCA di Ujungjaya harus melewati laut sejauh 14 kilometer. Bukan pakai perahu nelayan, tapi langsung naik tank Marinir. Kalau badaknya bisa update status, mungkin dia bakal tulis “Naik tank, bukan untuk perang… tapi buat cinta. #TranslokasiCinta #JRSCAStory”

Kandang badak ini bukan kandang biasa. Bukan pula kandang ayam layer yang dibikin dari kawat nyangkut. Ini kandang mewah sekelas First Class Emirates versi satwa langka. Ada ventilasi, ada peredam guncangan, dan didesain agar si badak tak merasa seperti sedang diangkut pindahan rumah. Kalau perlu, tinggal ditambah WiFi dan AC, badaknya bisa livestream selama perjalanan.

Tapi semua ini tidak asal-asalan. Tim dari Yonkapa 1 Marinir sudah melakukan simulasi duluan, lengkap dengan perhitungan gaya apung dan titik berat, karena kalau sampai kandang miring di laut, bisa-bisa badak itu malah jadi bahan meme nasional.

Mayor (Mar) Bayhaky C. Chipta bahkan menyebut bahwa ini juga bagian dari latihan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Artinya, bukan cuma warga yang bisa dievakuasi pakai ranpur, badak pun sekarang punya “akses VVIP” saat ada bencana. Bandingkan dengan negara-negara lain, seperti Kenya yang mengangkut badak pakai helikopter atau Nepal yang pakai truk, kita di Indonesia sudah pakai Ranpur, kalau ini bukan inovasi, mungkin ini disebut humorisasi.

Di Afrika, konservasi badak sudah masuk tahap dating app, mereka melacak setiap individu, mencocokkan genetik, dan bahkan membuat program breeding terencana, seperti acara Take Me Out versi satwa. Di Namibia dan Afrika Selatan, translokasi badak bahkan jadi agenda nasional yang dijalankan dengan pendekatan bisnis konservasi.

Di sana, kata konservasi tak hanya berarti perlindungan, tapi juga pemulihan martabat spesies terutama agar tidak punah secara diam-diam karena mereka kehabisan pasangan sekandung.Indonesia tampaknya belajar dari situ, meski gayanya tetap khas semi militeristik, tapi penuh semangat gotong royong. Tentara masuk, NGO masuk, dan kandang mewah pun meluncur.

Translokasi badak bukan cuma soal memindahkan hewan besar. Ini simbol bahwa negara tidak tinggal diam saat ada spesies di ambang punah. Ini juga bukti bahwa pelestarian bukan sekadar menanam pohon atau memberi seminar, tapi juga kerja keras lintas sektor dari rimbawan, marinir, sampai perancang kandang. Semua turun tangan.

Pepatah baru boleh kita buat dari kisah ini “Kalau cinta saja butuh perjuangan, maka badak pun perlu naik tank untuk bertemu jodoh”

Jadi kalau kamu masih jomblo, jangan sedih. Badak aja harus menempuh laut dan naik tank buat menghindari inbreeding. Kamu cukup berdoa, lalu buka hati… siapa tahu jodohmu bukan di hutan, tapi di halte Transjakarta.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung BSPS Sumsel, BSB Ubah Hunian Warga Jadi Layak

    Dukung BSPS Sumsel, BSB Ubah Hunian Warga Jadi Layak

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel (BSB) mengambil peran strategis dalam percepatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Sumatera Selatan. Melalui kerja sama dengan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera V, Kementerian PUPR, BSB memastikan bantuan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah tersalur tepat waktu dan tepat sasaran. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Pusat Bank […]

  • Trofi MotoGP Mandalika Hasil Karya Anak Bangsa

    Trofi MotoGP Mandalika Hasil Karya Anak Bangsa

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.350
    • 0Komentar

    PERTAMINA Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2022) tidak sekadar pelaksanaan balap kelas dunia. Namun juga, ajang membuktikan bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia bisa memproduksi trofi kualitas dunia untuk MotoGP. Trofi atau piala yang diserahkan kepada para pebalap peraih podium, mulai dari nomor Asia Talent Cup (ATC), Moto3, Moto2, dan kelas paling […]

  • Terbitkan Peraturan Ekspor CPO, Pemerintah Tetap Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri

    Terbitkan Peraturan Ekspor CPO, Pemerintah Tetap Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 532
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 30 Tahun 2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oilen and Used Cooking Oil agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi. Mendag Muhammad Lutfi menegaskan pengaturan kembali ekspor CPO ini tetap berpegang pada prinsip bahwa kebutuhan […]

  • Nah, Istri Gub Sumsel Ternyata Pintar Juga Soal Ini   

    Nah, Istri Gub Sumsel Ternyata Pintar Juga Soal Ini  

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.315
    • 0Komentar

    KETUA TP PKK Provinsi Sumsel Hj Feby Deru ternyata juga piawai berlenggak-lenggok di atas panggung pada lomba fashion show baju adat daerah bersama Ketua dan Wakil Ketua PKK se Indonesia pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 di Lapangan RTH Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (25/7/2019). Feby yang tampil mengenakan busana adat Sumsel […]

  • Ratusan Pegawai Adu Skil di Turnamen Olahraga BUMN se- Sumsel

    Ratusan Pegawai Adu Skil di Turnamen Olahraga BUMN se- Sumsel

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    Para peserta pertandingan terdiri dari pegawai organik dan non organik seluruh BUMN di wilayah Sumsel yang mengadu kemampuan lima cabang olahraga.

  • Dihadapan 593 Wisudawan/wati PGRI, Alex Noerdin Beri Wejangan

    Dihadapan 593 Wisudawan/wati PGRI, Alex Noerdin Beri Wejangan

    • calendar_month Rabu, 25 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Kehadiran Gubernur Sumsel Alex Noerdin, pada acara Wisuda Magister (S2) ke-24 dan Wisuda Sarjana (S1) ke-50 Universitas PGRI Palembang, di Ballroom Hotel Novotel memberikan semangat tersendiri bagi ratusan wisudawan/wisudawati yang hadir. Sebagai pemimpin di Sumsel, Alex Noerdin merasa bangga bisa hadir pada Wisuda PGRI dan juga mengucapkan selamat bagi para wisudawan yang berhasil […]

expand_less
WordPress Archive Maxi – Gutenberg Magazine & News Theme Maxify | Startup & Business News WordPress Blog Theme Maxima – Retina Ready WordPress Theme MaxiNet – Internet & IPTV Provider Elementor Template Kit MaxShop – Electronics Store Elementor WooCommerce WordPress Theme (9+ Homepages, 2+ Mobile Layouts) Maxus – Multipurpose eCommerce WordPress Theme Maya – Smart and Powerful WP Theme Mayosis – Digital Marketplace WordPress Theme Mazuma – Business Elementor Template Kit MBStore – Digital WooCommerce WordPress Theme