Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menurut Survei, Pemasangan Baliho dan Spanduk Menjadi Jenis Kampanye yang Paling Tidak Disukai Masyarakat

Menurut Survei, Pemasangan Baliho dan Spanduk Menjadi Jenis Kampanye yang Paling Tidak Disukai Masyarakat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
  • visibility 895
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id,  – Masyarakat Indonesia sedang diramaikan dengan aktivitas kampanye di berbagai tempat dan media menjelang pemilu mendatang. Mulai dari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, dan anggota DPD.

 

Jakpat mengadakan survei dengan 1276 responden untuk mengetahui perspektif masyarakat terhadap aktivitas kampanye saat ini. Selain itu, survei ini juga bertujuan untuk mengetahui preferensi politik responden secara netral tanpa memiliki asosiasi atau mendukung partai politik tertentu.

 

Hasil survei menunjukkan 74% responden mengaku mengikuti perkembangan kampanye saat ini. Lalu, mayoritas dari responden juga memperlihatkan ketertarikan mereka terhadap kampanye politik yang sedang berlangsung, dengan 68% Gen Z, 65% Milenial, dan 61% Gen X yang menunjukkan ketertarikan. 

 

Lebih lanjut, 70% responden memilih ingin mengetahui kualitas dari para kandidat menjadi alasan pertama ketertarikan mereka terhadap kampanye saat ini, diikuti oleh 55% ingin mendapatkan insight/referensi/pandangan untuk meyakinkan pilihan, dan 53% responden yang memilih sebagai aksi nyata dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia. 

 

Bagi mereka yang tidak tertarik dengan kampanye menunjukkan 41% responden memilih jika mereka tidak mau ambil pusing, lalu 39% tidak suka dengan hal yang berkaitan dengan isu politik, dan 30% responden mengaku banyak informasi atau berita negatif yang melibatkan oknum pemerintahan menjadi alasan ketidaktertarikan mereka terhadap kampanye politik saat ini. 

 

Jenis Kampanye yang Disukai dan Tidak Disukai 

Kegiatan sosial menjadi jenis kampanye pertama yang disukai oleh responden (61%), lalu jenis kampanye langsung, yaitu saat kandidat hadir di depan masyarakat (55%). Selain itu, melakukan debat dengan kandidat lain (40%), kampanye dengan publikasi digital seperti tv, radio, podcast, YouTube, dan lainnya (33%), hingga kandidat melakukan diskusi terbatas dengan sekelompok orang (24%). 

 

Sedangkan, untuk jenis kampanye yang tidak disukai, responden memilih pemasangan baliho dan spanduk secara tidak resmi menjadi jenis kampanye yang paling tidak mereka sukai (66%). Lalu pemasangan bendera partai di lingkungan rumah, taman, atau jalan (44%), pawai dengan membawa atribut kampanye (38%), mendatangi tokoh masyarakat untuk meminta dukungan (25%), hingga membagikan atribut kampanye seperti kaos, topi, stiker dan lainnya (24%).

 

Sumber Informasi & Keputusan Memilih 

Responden mendapatkan informasi mengenai aktivitas kampanye yang sedang berlangsung dari sumber yang berbeda. TV dan radio (53%) menjadi sumber yang paling banyak dipilih oleh Gen X, sedangkan bagi Gen Z dan Milenial yang paling banyak menggunakan media digital dan media sosial, informasi bersumber dari Instagram dan TikTok. 

 

Head of Research Jakpat, Aska Primardi menjelaskan jika situasi kampanye saat ini dinilai berbeda oleh setiap kelompok pemilih. Bagi Gen Z, pemilu 2024 ini adalah pengalaman pertama mereka terlibat dan menggunakan hak pilih, sehingga wajar jika mayoritas Gen Z belum memiliki keputusan final tentang siapa calon yang akan dipilih. Terlebih lagi mayoritas Gen Z lebih memilih media TikTok (51%) sebagai sarana mengenal calon presiden dan calon legislatif, di mana di dalamnya ada banyak perdebatan yang mereka perhatikan. Inilah sebabnya mereka mayoritas masih galau dalam menentukan pilihannya. 

 

“Berbeda halnya dengan Gen X yang mayoritas sudah memutuskan siapa calon yang dipilih, karena memang Gen X sudah belajar dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya tentang para calon presiden ataupun calon legislatif. Mayoritas Gen X lebih memilih media konvensional seperti TV dan radio sebagai sumber informasi kampanye, dan mereka menilai bahwa situasi kampanye saat ini masih damai dan kondusif. Dengan demikian, wajar jika Gen Z menjadi sasaran utama para caleg dan parpol, karena selain proporsi di populasi juga salah satu yang terbanyak setelah Gen Y, mayoritas Gen Z juga masih sangat terbuka dengan semua pilihan, dan masih mungkin berubah sampai di saat-saat terakhir menjelang masuk ke bilik suara di hari H pemilu,” lanjut Aska. 

 

Mengenai keputusan memilih, hal ini ditunjukkan dengan 52% responden mempertimbangkan adanya kemungkinan berubah pikiran atau berganti pilihan setelah kampanye atau jelang pemilu, khususnya bagi Gen Z dengan 61%, diikuti Milenial 54%, dan Gen X 41%.

 

Bagaimana penilaian responden terhadap situasi kampanye politik saat ini? Apa saja ekspektasi responden terhadap kampanye politik? Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Jakpat “The Public’s Perspectives on Political Campaign” pada tautan berikut: https://blog.jakpat.net/the-publics-perspectives-on-political-campaigns/ .[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Ramadan, Idul Fitri, Pilkada dan Asian Games, PLN Wil.S2JB Siaga

    Sambut Ramadan, Idul Fitri, Pilkada dan Asian Games, PLN Wil.S2JB Siaga

    • calendar_month Jumat, 11 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – PT PLN (Persero) Wil.S2JB (Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu) siaga selama 24 jam guna mengantisipasi terjadinya gangguan pada sistem kelistrikan di Palembang dan Wil. S2JB. Daryono, Manager PLN WilS2JB mengungkan selama bulan suci Ramadan 1439 H tahun ini pihaknya akan  tetap kerja ekstra, siaga dengan menempatkan 350 personil, selain Ramadan, Pilkada dan Asian […]

  • Untuk Mengatasi Makanan Kadaluarsa,  Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Sabayur

    Untuk Mengatasi Makanan Kadaluarsa, Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Sabayur

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.288
    • 0Komentar

    TIMBUNAN makanan yang hilang (food loss) dan makanan yang terbuang (food waste) di Indonesia selama 20 tahun terakhir mencapai lebih 48 juta ton per tahun, yang menyumbang 7,29% rata-rata emisi gas rumah kaca Indonesia dan itu perlu dicari solusinya. Untuk menuntaskan problema tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ciptakan aplikasi SABAYUR yang dapat mempermudah […]

  • Heboh ! Berlumur Darah, Anak dan Ibu Ditemukan Tewas di Kontrakan

    Heboh ! Berlumur Darah, Anak dan Ibu Ditemukan Tewas di Kontrakan

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Warga Jalan Swakarya II, Kelurahan Demang Lebar Daun, Palembang mendadak heboh ketika mendengar khabar seorang ibu dan anaknya ditemukan tak bernyawa lagi di dalam sebuah kontrakan. “Saya baru bangun tadi pagi, kaget dapat kabar kalau ayuk (kakak) meninggal saat sampai di kontrakan,” terang adik bungsu korban, Illham mengutip detik, Kamis (18/4/2019). Menurut dia, keponakannya […]

  • Forum Aktivis Sumsel akui kinerja Pj Bupati Apriyadi Mahmud

    Forum Aktivis Sumsel akui kinerja Pj Bupati Apriyadi Mahmud

    • calendar_month Senin, 4 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Terhitung sudah masuk periode kedua Apriyadi Mahmud menjabat Pj Bupati Muba. Apresiasi kemajuan Bumi Serasan Sekate dibawah nahkoda mantan Kadinsos Pemprov Sumsel tersebut silih berganti datang dari berbagai elemen. Kali ini, giliran Forum Aktivis Sumsel yang mengakui kinerja Pj Bupati Apriyadi Mahmud telah berhasil mengembalikan kepercayaan publik di Muba serta memaksimalkan pembangunan infrastruktur. […]

  • #saynotomoneypolitics

    #saynotomoneypolitics

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.525
    • 0Komentar

    PEMILIHAN umum merupakan salah satu bentuk implementasi dari nilai-nilai demokrasi. Pada proses penyelenggaraannya, terdapat banyak sekali fenomena-fenomena politik yang ditemukan di indonesia. Salah satu fenomena yang sering kali muncul pada masa pemilu adalah praktik money politics atau politik uang. Mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, kepala daerah, bahkan sampai pada tingkat desa sekalipun tidak […]

  • 80 titik lampu terangi lagi Desa Peninggalan, Tungkal Jaya Muba

    80 titik lampu terangi lagi Desa Peninggalan, Tungkal Jaya Muba

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba -Dinas PUPR Musi Banyuasin berhasil menghidupkan kembali 80 titik lampu penerangan jalan di areal Desa Peninggalan, Tungkal Jaya yang padam akibat kerusakan travo. Menurut Kepala Dinas PUPR Muba, Alva Elan dirinya segera meluncurkan petugas begitu mendapat perintah dari Pj Bupati, H Apriyadi. “Ada informasi lampu jalan di Peninggalan padam pada Selasa lalu. Dari […]

expand_less
WordPress Archive Side Tabs | Layered Popups Add-On Sidebar And Widget Manager for WordPress Sidebar & Widget Manager for WordPress Sidewalk – Elegant Personal Blog WordPress Theme Sienna – Fashion WooCommerce WordPress Theme Signature Field for Elementor form Signflow – Tech And Startup Theme Sikra – Supplement & Nutrition Store WordPress Theme Silion – Digital Marketing Elementor Template Kit Siloe – Minimal Fashion WooCommerce Theme