Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pengamat: Gibran tak matang dan minim kecerdasan emosional

Pengamat: Gibran tak matang dan minim kecerdasan emosional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
  • visibility 896
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Analis politik dari Universitas Jember Muhammad Iqbal menilai calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka belum matang dan tak punya kecerdasan emosional yang memadai. Itu ia simpulkan setelah menyaksikan jalannya debat keempat Pilpres 2024 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/01/2024) lalu.

Dalam debat tersebut, menurut Iqbal, Gibran cenderung sibuk menampilkan gimik dan menyerang personal lawan-lawan politiknya. Di lain sisi, dua cawapres lainnya–Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar–justru terlihat lebih substansial dalam beradu gagasan.

“Cara yang dilakukan Pak Mahfud dan Cak Imin itu tampak jelas sudah berupaya untuk menguasai paradigma dari kebijakan dari tema debat yang tentang pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup, agraria, pertanian, masyarakat adat dan desa. Gibran, menurut saya tidak dalam menyampaikan sudut pandang paradigma kebijakan atau level pada policy maker,” ucap Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/01/2024).

Dalam komunikasi debat, menurut Iqbal, terdapat dua strategi yang lazim digunakan, yakni komunikasi suportif dan komunikasi defensif. Komunikasi suportif lebih mendorong diskusi yang setara dan terbuka. Komunikasi defensif menonjolkan siasat menjatuhkan lawan ketimbang adu gagasan.

“Apa yang dilakukan oleh Gibran dengan lebih banyak menanyakan terminologi itu justru cenderung kepada defensif. Artinya, strategi untuk bagaimana melontarkan istilah atau terminologi yang sifatnya cenderung demonstratif, berupaya untuk menjebak Mahfud dan Muhaimin dengan beberapa pertanyaan itu,” ucap Iqbal.

Dalam salah satu segmen debat, Gibran sempat melontarkan pertanyaan mengenai greenflation atau inflasi hijau kepada Mahfud tanpa merinci penjelasan terminologi itu. Gibran juga sempat “mengolok-olok” Mahfud yang ia anggap sama sekali tak menjawab pertanyaan.

Serupa, pada segmen kelima debat, Gibran menanyakan alasan tim kampanye paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) menggaungkan soal maksimalisasi penggunaan lithium ferrophosphate (LFP) dalam baterai kendaraan listrik. Gibran juga irit penjelasan soal LFP.

Iqbal memandang taktik Gibran dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan jebakan itu menunjukkan kecongkakan. Pasalnya, Gibran terlihat seolah sudah menyiapkan gimik untuk melecehkan Mahfud dan Cak Imin di panggung debat.

“Dia banyak main gimik, tapi tim suksesnya memfabrikasi. Misalnya, soal Gibran salaman dengan Mahfud (usai debat). Itu dianggap kesopanan sebagai anak muda. Itu bagian upaya untuk mengelabui persepsi publik, untuk dikacaukan. Padahal, memang dia tidak matang secara pengalaman,” ucap Iqbal.

Iqbal melihat Mahfud terlihat memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang lebih mumpuni ketimbang para cawapres lainnya. Muhaimin tampak memperlihatkan kecerdasan situasional. Itu terlihat saat Mahfud dan Muhaimin tetap tenang saat menerima sindiran dari Gibran. Keduanya secara elegan juga bisa mengembalikan serangan Gibran dengan kritik tersirat.

“Prof Mahfud memang sempat terpancing emosi ketika ditanya greenflation. Tetapi, dia dengan kematangannya tetap sabar dan tidak mau meladeni. Gibran juga menyerang Cak Imin yang menjawab dengan contekan. Justru dengan sangat tenang dan santai, Cak Imin menjawab, ‘Iya, saya memang melihat catatan. Tapi, yang penting ini bukan catatan Mahkamah Konstitusi’,” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, nasib bangsa ini bakal dipertaruhkan jika sosok seperti Gibran memenangi Pilpres 2024 dan dibiarkan berkuasa. Selain tak matang dan kualitas kecerdasan emosionalnya rendah, gagasan-gagasan Gibran dalam debat juga terkesan sama sekali tak menyentuh persoalan di lapangan.

“Dengan segala hormat, dia (Gibran) belum matang ketika menghadapi satu situasi yang sifatnya spontan, apalagi krisis dan chaotic. Tentu dalam sektor apa pun, kalau kualitasnya semacam itu, akan sangat dipertaruhkan masa depan bangsa ini,” kata dia.

Lebih jauh, Iqbal menganggap wajar jika performa debat Gibran berbuah sentimen negatif dan banjir kritik sebagaimana terekam di sejumlah survei pascadebat. Ia meyakini sentimen itu bakal menggerus elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran.

“Debat itu paling tidak punya pengaruh tiga sampai tujuh persen. Publik yang bersentimen negatif saya kira wajar. Secara pengalaman, Gibran memang belum cukup matang dan terlihat belum memiliki kecerdasan emosional yang matang,” kata dia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Apresiasi Pengusaha Lokal Tetap Ciptakan Lapangan Kerja Saat Pandemi

    Gubernur Apresiasi Pengusaha Lokal Tetap Ciptakan Lapangan Kerja Saat Pandemi

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengapresiasi langkah para pengusaha yang terus berupaya menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat kendati di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Apresiasi itu disampaikannya ketika meresmikan Kolam Renang Lombok Kenten dan Taman Bunga Jokis di Desa Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Jum’at (6/8). Menurutnya, upaya yang dilakukan para pengusaha […]

  • Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah Palembang Jadi Delegator Konfrensi PBB

    Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP UIN Raden Fatah Palembang Jadi Delegator Konfrensi PBB

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    PUTRI Aulia Tsabitah, salah seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang menjadi delegator Democratic Peoples’s Republic of Korea (Korea Utara) dalam Konfrensi Perserikatan Bangsa Bangsa (UN)  diselenggarakan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Konferensi ini membahas mengenai Mental Health Action Plan: Promoting Care and Treatment (Rencana Kegiatan Kesehatan mental: […]

  • hate speech

    Ternyata Salah Satu Penghina Istri Presiden Orang Palembang, Kena Ciduk Juga Dong

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    Palembang – Ternyata penghina istri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) salah satunya orang Palembang, DI (21) warga Jalan Jepang, Km11, Kecamatan Alang-alang lebar, Palembang. Ia akhirnya diamankan Polda Sumsel.

  • Go – Jek Siap Publikasi Data Secara Berkala

    Go – Jek Siap Publikasi Data Secara Berkala

    • calendar_month Jumat, 13 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Go-Jek siap publikasi data secara berkala dan siap menyusul pemerintah tengah menuju pengambilan kebijakan berbasis data. Selain itu Go-jek juga mendukung dan siap berkolaborasi dalam riset data, guna mendukung program pemerintah tersebut. Head of Research Go-Jek Ramda Yanurzha mengatakan Go-Jek pernah bekerja sama dengan dua lembaga riset seperti Puskakom UI dan Lembaga Demografi […]

  • “Bapak Samo Anak ( Samo-samo Buyannyo ) “

    “Bapak Samo Anak ( Samo-samo Buyannyo ) “

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

    Hari ini adalah pengambilan rapor kenaikan kelas seluruh sekolah yang ado di Kota Palembang dengan bangga Kacibob hadir untuk ngambek rapor anaknyo. Namun jinggok hasil rapor anaknyo Kacibob protes dengan gurunyo. Kacibob : “ Ibu Guru ngapo anak aku idak naek kelas yo ???? “ Guru : “ Oh jadi Bapak ini orang tuonyo Rafe […]

  • Ironis, Jelang Festival Sembilang 2019, Jembatan & Dermaga Apung di Desa Ini Rusak Parah

    Ironis, Jelang Festival Sembilang 2019, Jembatan & Dermaga Apung di Desa Ini Rusak Parah

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.032
    • 0Komentar

    JELANG Festival Sembilang Jembatan Dermaga Desa Sungsang III, Kecamatan Banyuasin II, Propinsi Sumatera Selatan kondisinya rusak parah, bahkan kondisinya sangat memperihatinkan. Kegiatan Festival Sembilang sebanarnya merupakan agenda rutin tiap tahunan, merupakan aset Pariwisata Kabupaten Banyuasin yang telah mendunia dan kerap didatangi turis mancanegara untuk melihat secara langsung jutaan Burung Migran di Taman Nasional Berbak-Sembilang, Kecamatan Banyuasin II. Ironisnya saat […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce LookBook – Shop by Instagram – Shoppable with Product Tags WooCommerce Lottery - WordPress Competitions and Lotteries, Lottery for WooCommerce WooCommerce Lottery – WordPress Competitions and Lotteries, Lottery for WooCommerce WooCommerce Magnifier – Image Panning with Slider WooCommerce Mailchimp Discount WooCommerce Manual Pricing – Name Your Price Plugin WooCommerce Marketplace daily deals addon plugin WooCommerce Measurement Price Calculator WooCommerce Measurement Price Calculator Plugin WooCommerce Membership Plugin