Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » ‘Membuka Potensi Menuju Kemandirian Perempuan Pengusaha Ultra-Mikro di Indonesia’

‘Membuka Potensi Menuju Kemandirian Perempuan Pengusaha Ultra-Mikro di Indonesia’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 11 Agt 2022
  • visibility 782
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dampak ekonomi COVID-19 telah menggeser kekuatan pasar tenaga kerja. Hal ini disebabkan karena pemberi kerja mengurangi tenaga kerja dan kebutuhan pengasuhan anak di rumah meningkat. Mata pencaharian perempuan telah berubah, sehingga menjadi semakin penting dibanding untuk memanfaatkan perkembangan ekosistem digital untuk pemberdayaan ekonomi perempuan.

Saat ini, perekonomian Indonesia ditopang oleh usaha berskala mikro. Sebanyak 61% perekonomian Indonesia terdiri atas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan mayoritas (64%) pelaku usaha tersebut adalah perempuan. COVID-19 telah menyebabkan guncangan pada pasar tenaga kerja di sektor formal sehingga penduduk berpendapatan rendah terpaksa beralih menjadi pelaku usaha atau pekerja informal.

Laporan Women’s World Banking mengenai Ketahanan Ekonomi dan Adopsi Digital Di Antara Pengusaha Ultra Mikro di Indonesia merangkum penelitian paling menyeluruh hingga saat ini mengenai segmen pengusaha ultra-mikro di Indonesia. Segmen ini mencakup mereka yang memiliki akses pinjaman ultra mikro dari Pemerintah Indonesia yang disalurkan oleh Pusat Investasi Pemerintah melalui mitra penyalur, dan mereka yang memiliki karakteristik bisnis serupa yang belum pernah mengakses pinjaman tersebut.

Penelitian ini mengidentifikasi tiga tipe pengusaha ultra mikro yaitu entrepreneur by necessity, stable entrepreneur, dan growth oriented. Hal ini memberikan peluang untuk merancang program kemandirian bagi pengusaha ultra mikro yang memang bertujuan untuk mengembangkan usahanya karena pengusaha perempuan memiliki perilaku yang melintasi banyak persona dan relatif lebih dinamis.

 

Hasil riset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai stakeholder untuk merancang program kemandirian segmen ultra mikro . Sebagai upaya konsolidasi berbagai pihak untuk merancang program kemandirian segmen ultra mikro Pusat Investasi Pemerintah bekerjasama dengan Women’s World Banking mengadakan  fórum diskusi  dengan tema ‘Membuka Potensi Menuju Kemandirian Perempuan Pengusaha Ultra-Mikro di Indonesia’

 

Dalam diskusi tersebut, menghadirkan Agnes Salyanty – Research Lead Asia Tenggara untuk Women’s World Banking, Eddy Satriya – Deputi Bidang Usaha Mikro, Kemenkop UKM, In in Hanidah dari Oorange UNPAD, Dwi Yuliawati Faiz – Head of Programmes UN Women, dan Palmira P. Bachtiar – Peneliti Senior SMERU.

 

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah, dalam sambutannya menyampaikan mengenai peran Pembiayaan UMi dalam menyediakan fasilitas pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro khususnya pelaku usaha perempuan. 95 persen penerima Pembiayaan UMi adalah pelaku usaha perempuan. Untuk itu PIP bekerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha perempuan.

 

Christina Maynes, Direktur Regional Asia Tenggara Women’s World Banking, dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyak perempuan yang sangat terpengaruh dengan pandemi termasuk para pelaku usaha perempuan sehingga muncul banyak kekhawatiran mengenai keberlangsungan usaha mereka. Women’s World Banking bekerja di seluruh dunia dan melakukan riset untuk bisa memberikan masukan dan rekomendasi kebijakan untuk menciptakan layanan keuangan yang sesuai untuk perempuan agar bisa berkontribusi terhadap perekonomian.

 

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Penerimaan Negara, Oza Olavia, dalam keynote speechnya menyampaikan mengenai kondisi perekonomian Indonesia yang terus menunjukkan pemulihan yang tercermin dari beberapa indikator makro ekonomi. Penguatan perekonomian tersebut tidak terlepas dari peran APBN yang responsive termasuk memberikan dukungan kepada UMKM yang memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian.

 

Agnes Salyanti menyampaikan Women’s World Banking melakukan kajian melibatkan lebih dari 1300 responden untuk memotret karakteristik pelaku usaha ultra mikro. Pengenalan karakteristik yang tepat akan bisa membantu merancang produk layanan keuangan yang tepat. Berdasarkan hasil riset, karakteristik pelaku usaha ultra mikro didominasi oleh entrepreneur by necessity yang usahanya lebih bersifat informal, masih belum memiliki pengelolaan usaha yg baik. Riset juga menemukan bahwa tabungan memiliki peran yg penting untuk membantu pelaku usaha bertahan ketika ada goncangan perekonomian.

 

Eddy Satriya – Deputi Bidang Usaha Mikro Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, menyampaikan mengenai tantangan pengembangan UMKM, fokus pemberdayaan dan Pengembangan UMKM, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk pemberdayaan pelaku UMKM perempuan. Upaya-upaya pemberdayaan UMKM perempuan antara lain melalui dukungan kelembagaan dan pelatihan koperasi yang akan melayani UMKM perempuan, pelatihan kewirausahan, pendampingan, dukungan akses pemasaran, serta memperluas akses Pembiayaan.

 

In in Hanidah dari Oorange UNPAD memberikan tanggapan bahwa pembelajaran dari tinjauan akademis untuk pengusaha mikro perempuan ini adalah proses pendampingan langsung, dengan pendekatan yang intensif disesuaikan profil sasaran.

 

Sementara itu Dwi Faiz selaku Head of Programmes UN Women menyampaikan bahwa kemandirian perempuan adalah kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan. Menurutnya, 50% wirausaha perempuan selalu melibatkan laki-laki dalam mengambil keputusan. Sedangkan hanya 43% wirusaha laki-laki yang melibatkan perempuan dalam mengambil keputusan.

 

Selanjutnya Palmira P. Bachtiar – Peneliti Senior SMERU menyampaikan tanggapan bahwa partisipasi perempuan pelaku usaha mikro di ekosistem ekonomi digital dapat memperkuat ketahanan rumah tangga, namun perlu upaya membangun mindset dan kepercayaan terhadap ekosistem digital, penurunan biaya transaksi dan pemberian pelatihan atau pendampingan yang efektif.

 

Dari diskusi panel tersebut, terdapat 3 point penting dalam Membuka Potensi Menuju Kemandirian Perempuan Pengusaha Ultra-Mikro yaitu adanya pendampingan yang intensif dan komprehensif, program yang terintegrasi dalam ekosistem yang saling mendukung, dan program yang berkelanjutan.[***]

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dipercaya Tuan Rumah ASEAN Para Games XI, Indonesia Mulai Persiapan Diri

    Dipercaya Tuan Rumah ASEAN Para Games XI, Indonesia Mulai Persiapan Diri

    • calendar_month Minggu, 27 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali gerak cepat usai mendapat restu dari Presiden Joko Widodo saat Indonesia ditunjuk menggantikan Vietnam menjadi tuan rumah ASEAN Para Games XI Tahun 2022 bulan Juli mendatang dan sekarang ini mulai mempersiapkan diri. “Saya lapor kepada Pak Presiden Joko Widodo, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah ASEAN […]

  • Terharu & Teteskan Air Mata Saat Wawako ‘Ladeni’ Curhat 61 Orang Penghuni Pansos

    Terharu & Teteskan Air Mata Saat Wawako ‘Ladeni’ Curhat 61 Orang Penghuni Pansos

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    SEBANYAK 61 orang penghuni Panti Sosial [jompo] Sumsel dikunjungi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda. Dalam kunjungi itu, Wawako menndengarkan curahan hati [curhat] satu persatu penghuni panti  yang usianya hamper rata-rata kepala 60 ke atas. Bahkan ia pun merasa terharu dan sempat mengeluarkan titisan air mata mendengar curhatan para penhuni. “Donatur, kami pengen (ingin) makan Laksan, […]

  • Upaya Pencegahan Karhutbunlah, Muba Gandeng TNI -Polri 

    Upaya Pencegahan Karhutbunlah, Muba Gandeng TNI -Polri 

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

      Sinergitas Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Musi Banyuasin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI-POLRI laksanakan rapat aktivasi Posko Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (KARHUTBUNLAH) Kabupaten Muba di Auditorium, Senin  (08/05/2023).   Rapat ini dipimpin oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Yudi Herzandi […]

  • Awas Lho !! Bakal Ada Sanksi Jika ASN Pemkot Palembang Tidak Salurkan Zakat ke Baznas

    Awas Lho !! Bakal Ada Sanksi Jika ASN Pemkot Palembang Tidak Salurkan Zakat ke Baznas

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota [Pemkot] Palembang bakal memberi sanksi, jika Aparatur Sipil Negara [ASN] tidak menyalurkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional [Baznas] menyusul potensi zakat dikalangan ASN sangat besar. Sekretaris Daerah [Sekda] Kota Palembang, Drs Ratu Dewa MSi menegaskan Pemkot Palembang akan menjadi barisan terdepan agar penarikan Zakat di lingkungan ASN Pemkot Palembang dapat optimal. Ia menjelaskan, terdapat sekitar 15 […]

  • Mudik Lebaran, Pemerintah Akan Lakukan Rekayasa Lalulintas

    Mudik Lebaran, Pemerintah Akan Lakukan Rekayasa Lalulintas

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.326
    • 0Komentar

    JURU bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati, mengatakan bahwa berdasarkan surat keputusan bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kepala Korps Lalulintas Kepolisian RI, dan Direktur Jenderal Bina Marga tentang pengaturan lalu lintas jalan selama angkutan Lebaran 2022 (1443 H) akan diterapkan manajemen rekayasa lalu lintas dan manajemen kebutuhan lalu lintas berupa penerapan ganjil genap […]

  • Ini Syarat Naik Kereta Saat Libur Nataru

    Ini Syarat Naik Kereta Saat Libur Nataru

    • calendar_month Jumat, 17 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.426
    • 0Komentar

    PADA masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021/2022, PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) tetap mengoperasikan kereta api (KA) untuk membantu konektivitas masyarakat yang ingin bepergian dengan aman dan nyaman. Namun walaupun demikian KAI konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin pada layanan KA sesuai ketentuan dari pemerintah selama masa pandemi COVID-19, ujar VP Public Relations […]

expand_less
WordPress Archive ACF Extended Pro ACF for AMP Addon Actionable Google Analytics for WooCommerce Actions Pack Premium For Elementor Active eCommerce POS Manager Add-on Active eCommerce Seller App Activity – Booking WordPress Theme Aculia | Laboratory & Research WordPress Theme Acumec – Business Multipurpose WordPress Theme Acumen – The Highly Extensible Magento Theme