Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUMN » Pusri Raih Proper Hijau, Dampak Nyata ke Warga Sekitar

Pusri Raih Proper Hijau, Dampak Nyata ke Warga Sekitar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PT Pusri Palembang kembali menarik perhatian setelah berhasil meraih penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada periode 2024–2025.

Penghargaan ini bukan hanya simbol kepatuhan terhadap aturan lingkungan, tetapi juga menunjukkan bagaimana perusahaan mulai bergerak lebih jauh dari sekadar kewajiban menuju praktik bisnis berkelanjutan yang memberi dampak nyata.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Anugerah Lingkungan Proper 2026 yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Dalam ajang itu, ribuan perusahaan bersaing menunjukkan kinerja lingkungan mereka.

Tahun ini tercatat 5.476 perusahaan ikut serta, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak lagi dianggap sebagai beban, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi bisnis.

Pusri berhasil masuk kategori Proper Hijau yang berarti perusahaan tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga melampaui standar yang ditetapkan. Perusahaan dinilai mampu melakukan efisiensi energi, menekan emisi, mengelola limbah secara lebih bertanggung jawab, serta menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Namun yang menarik bukan hanya soal penghargaan itu sendiri, melainkan bagaimana dampaknya mulai terasa di sekitar lingkungan perusahaan.

Di beberapa daerah industri, keberadaan pabrik sering kali hanya dipandang dari sisi produksi dan aktivitas ekonomi. Tetapi Pusri mencoba memperluas peran itu dengan membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat sekitar.

Melalui berbagai program tanggung jawab sosial, perusahaan mendorong peningkatan kapasitas warga, memperkuat usaha kecil, serta membantu aktivitas sosial yang mendukung kemandirian ekonomi lokal.

Pendekatan ini membuat keberadaan industri tidak lagi terasa seperti entitas yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar.

Warga di sekitar kawasan operasional tidak hanya melihat Pusri sebagai pabrik pupuk besar, tetapi juga sebagai pihak yang ikut hadir dalam dinamika sosial mereka.

Kehadiran program pemberdayaan membuat sebagian masyarakat merasakan dampak langsung, terutama dalam peningkatan keterampilan dan peluang usaha yang lebih terbuka.

VP Humas Pusri, Rustam Effendi, menjelaskan pencapaian Proper Hijau ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan yang dijalankan secara konsisten.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya fokus pada kinerja produksi, tetapi juga memastikan bahwa setiap aktivitas operasional memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Pusri juga terus mendorong inovasi dalam pengelolaan lingkungan.

Ramah lingkungan

Efisiensi energi menjadi salah satu fokus utama untuk menekan dampak industri terhadap lingkungan.

Di sisi lain, pengelolaan limbah dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern agar tidak menimbulkan beban bagi ekosistem sekitar.

Pendekatan ini menunjukkan  industri pupuk yang identik dengan sektor berat tetap bisa bergerak ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Transformasi ini menjadi penting karena tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan semakin meningkat, termasuk dari aspek ESG atau Environmental, Social, and Governance.

Meski demikian, tantangan ke depan tetap tidak ringan sebab industri harus terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi dan tanggung jawab lingkungan.

Ekspektasi masyarakat juga semakin tinggi terhadap transparansi dan dampak nyata dari setiap program yang dijalankan perusahaan.

Dalam konteks itu, Proper Hijau menjadi salah satu indikator  sebuah perusahaan sudah berada di jalur yang benar.

Namun penghargaan ini juga menjadi pengingatkan perjalanan menuju keberlanjutan belum selesai.

Perusahaan perlu terus beradaptasi dengan perubahan regulasi, teknologi, dan kebutuhan sosial masyarakat.

Ke depan, Pusri berkomitmen untuk memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan memperluas dampak sosial yang dihasilkan.

Perusahaan ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri tidak hanya dinikmati secara internal, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Jadi, keberhasilan sebuah industri tidak hanya diukur dari besar kecilnya produksi, tetapi juga dari seberapa jauh kehadirannya mampu memberi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat. Dalam hal ini, Pusri mencoba menunjukan  industri dan masyarakat bisa tumbuh bersama tanpa harus saling mengorbankan satu sama lain. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Narsum di WSK Pinjaman Daerah, Bangun Jalan Itu Butuh Biaya Sangat Besar, Tapi Gak Harus Andalkan APBD Semata, Bupati Muba Kasih Tipsnya. Bahkan Kasih Juga Ilmu Soal Ini Kepada Peserta

    Jadi Narsum di WSK Pinjaman Daerah, Bangun Jalan Itu Butuh Biaya Sangat Besar, Tapi Gak Harus Andalkan APBD Semata, Bupati Muba Kasih Tipsnya. Bahkan Kasih Juga Ilmu Soal Ini Kepada Peserta

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.810
    • 0Komentar

    POLA percepatan pembangunan infrastruktur yang masif ditangan Bupati Musi Banyuasin(Muba), Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemanfaatan anggaran pembangunan dari dana investasi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) telah mampu mempercepat pembangunan jalan di Kecamatan Jirak Jaya dan Kecamatan Lawang Wetan pada 2018 yang lalu. Keberhasilan ini dinilai patut jadi contoh dan […]

  • Ketika Ulama se- Asia Tenggara Kumpul di Palembang, Ada Apa ?

    Ketika Ulama se- Asia Tenggara Kumpul di Palembang, Ada Apa ?

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.120
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG-  Diselimuti cuaca mendung di Kamis pagi (8/11/2018) para ulama terlihat ramai memenuhi Pondok Pesantren Rubath Al Muhibbin Palembang, mereka berjumlah ribuan orang terlihat memasuki pesantren tersebut. Bahkan yang hadir pun berasal juga berasal dari  Asia Tenggara.Kegiatan ini cukup membuat masyarakat yang lewat penasaran, dan bertanya-tanya. Ternyata ulama yang ngumpul tersebut juga dari kalangan […]

  • Vaksinasi saat Menstruasi Bisa Turunkan Imun, Benarkah ?

    Vaksinasi saat Menstruasi Bisa Turunkan Imun, Benarkah ?

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    BEREDAR unggahan di media sosial Facebook dengan klaim yang menyebutkan bahwa vaksinasi saat menstruasi bisa menurunkan kadar imun tubuh. Dalam unggahan itu tertulis, wanita di atas 18 tahun tidak disarankan untuk disuntik vaksin Corona karena bisa memberikan efek samping pada imun. Dilansir dari laman Kumparan.com yang mengutip dari media India, the Quint, klaim yang beredar […]

  • Punya RSUD Moderen, Alex Ingin Cetak Dokter Berkualitas

    Punya RSUD Moderen, Alex Ingin Cetak Dokter Berkualitas

    • calendar_month Jumat, 2 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    “Jadi nanti sebanyak ribuan mahasiswa kedokteran kuliah disini. Insyallah kita akan mendapatkan dokter-dokter yang memang berkualitas,”

  • Miris Insentif Guru Ngaji, Ini Yang Bakal Dilakukan Wawako Palembang   

    Miris Insentif Guru Ngaji, Ini Yang Bakal Dilakukan Wawako Palembang   

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    “Di era  saat ini sudah tidak memungkinkan lagi, apalagi pendidikan pengajian yang harus dimiliki oleh anak sejak usia dini adalah modal utama mereka baik itu di dapatkan di sekolah maupun di luar sekolah,”

  • BUDAYA :”Ruwatan di Tengah Derasnya Zaman, Ketika Air Batu Menolak Lupa”

    BUDAYA :”Ruwatan di Tengah Derasnya Zaman, Ketika Air Batu Menolak Lupa”

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Artikel ini tersedia dalam dua bahasa, versi Bahasa Inggris tersedia di bawah setelah garis pemisah. ADA yang bilang, kalau tradisi itu ibarat akar pohon. Meski batangnya tumbuh menjulang, kalau akarnya lepas dari tanah, maka siap-siaplah tumbang saat angin besar datang, dan inilah yang ditolak mentah-mentah oleh warga Air Batu, Banyuasin, ketika mereka ramai-ramai menyelenggarakan ruwatan […]

expand_less
WordPress Archive The Aisle – Elegant Wedding WordPress Theme The Ark | WordPress Theme made for Freelancers The Artist – Clean Responsive Portfolio WordPress The DMCS – WooCommerce Theme The Event Calender for AMP The Events Calendar Pro Community Events Addon The Events Calendar Pro Community Tickets Addon The Events Calendar Event Tickets Plus The Events Calendar Eventbrite Tickets The Events Calendar Filter Bar