Musik & Film

Apa Kabar Industri Musik di Palembang ! Ini Ceritanya

Foto : Faldy

MUSIK bukan sekedar memberikan efek menghibur bagi penikmatnya, bahkan musik mampu memberi makna membangkitkan gairah dan semangat di dalam kehidupan bagi penikmatnya, selayaknya simfoni.

Dalam kiprahnya, indutri musik mengalami pasang surut. Begitu pula dengan grup band maupun penyanyi solo, jika tidak kreatif, dan inovatif mereka sudah barang tentu, pasti ditinggal fans –nya. Oleh sebab, pemain musik [musisi] yang mampu berkereatifitas, jujur dan konsisten dalam bermusik, mereka  itulah yang bakal bertahan di belantika musik.

“Jangankan di Ibukota, di daerah juga fenomena seperti itu bisa terjadi,”ujar Ketua Komunitas Kawan Lamo, M Fitriansyah kelahiran 1973 ini, saat dihubungi ST, Kamis siang (1/11/18).

Pria yang akrab dipanggil Mpit ini mengatakan, Label besar sekarang ini tidak mau lagi memproduksi album, apa lagi di Palembang yang jauh dari istilahnya major label, dilirik pun tidak.

“Agar bisa bertahan, perlu siasat, yakni salah satunya dengan membuat blog-blog musik,”ucap vokalis yang pernah tergabung di grup band asal Palembang, Songket Band dan pernah menembus dapur rekaman nasional ini.

Ayah lima anak ini menerangkan, dengan dukungan komunitas musik serta pekerja, penikmat, pencipta lagu dan lain sebagainya, bahkan terus berinovasi bisa membuat bola salju yang terus bergulung mengalahkan zaman.

“Jangan loyo, karena gak, ada perusahaan musik yang ngeliat, terus punya karya, itu lebih baik, kalau tidak diwarnai. Ayo,  kita warnai industri musik kita sendiri di Palembang,”

Sementara itu, Penyanyi asal Palembang, Andi Ahmad atau akrab dipanggil Andi Lisso menerangkan sejak berkarir menjadi penyanyi solo selama 4 tahun terakhir ini, ia menilai industri musik di Palembang cukup berkembang, baik itu dari musikalitasnya dan syair-syair yang syarat makna.

“Sekarang di Palembang genre apapun ada tempatnya, Selera pendengar sudah sangat luas,” ujarnya saat dihubungi.

 Meskipun dalam kondisi yang tidak begitu fit, karena harus menunggu ayahnya yang tengah terbaring di Rumah Sakit, Andi tetap komit untuk terus bertahan di industri musik di Palembang.

Yang penting harus, akunya harus bisa berkarya saja, jujur dari hati, dan jangan memaksakan diri demi pasar.

Apapun genre– nya, pasti ada pendengarnya.

“Aku sendiri memutuskan untuk bermusik itu menjadi hobi, sebagai

ruang  berekspresi. Sangat menyenangkan, aku jadi lebih ‘enteng’

berkarya dan bisa lebih memikirkan membuat content lagu yang punya

pesan-pesan positif,” jelas pria yang akan melaunching mini albumnya

berjudul Bukan Malaikat pada awal 2019.

 

 

Memfasilitasi

Hal yang sama diungkapkan Ketua Komunitas Slanker Palembang, Fajar Firmansyah, S.Pd, Ia mengatakan industri musik yang paling cocok di Palembang ini adalah Indie Label, karena selain Palembang tidak ada Major Label atau perusahaan Musik.

Palembang juga sebenarnya sudah punya alat-alat recording atau produksi yang cukup mumpuni dalam kualitas hasil rekaman.

“Yang dibutuhkan itu wadah untukk menampung hasil karya musisi kita sehingga dengan wadah itu dapat membantu mendistribusikan kepada pendengar sesuai dengan genre,” tegas musisi ganteng ini.

Pria yang sudah berumur 33 tahun ini menilai sampai detik ini pun sebenarnya belum ada pihak yang peduli dengan musisi Palembang.”Mungkin mereka itu gak tau, kalau musisi di Palembang itu memiliki potensi,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam hal ini Dinas Pariwisata, telah memfasilitasi sarana atau tempat, untuk para seniman dan musisi Palembang, sebagai suatu wadah untuk menuangkan hobi dan bakat mereka dibidang seni.

“Setiap malam minggu, kita sediakan tempat di pedestrian di Jalan Sudirman, dan sekarang yang lagi di garap Dispar, yakni panggung di Lorong Basah Kuliner Street, yang jelas Pemkot Palembang sangat peduli dengan seniman dan musisi Palembang”terangnya.

Sebagai bentuk apresiasi yang mendalam terhadap musisi Palembang, Isnaini mengatakan dalam waktu dekan ini, Pihaknya akan memanggil musisi Palembang yang sudah membuat 10 lagu dalam bahasa Palembang.

“Nanti di dalam pertemuan itu akan kita bahasa, bagaimana langkah kita ke depan, khususnya musik Palembang ini,” terangnya.[**]

 

Penulis : Faldy Lonardo

Comments

Terpopuler

To Top