Kebijakan

Masker Tak Mengurangi Kecantikan, 18 Pasang BGPK Dikukuhkan

MASKER kini sudah menjadi tren dan menjadi barang wajib saat keluar rumah. Di mana pun, termasuk di mal, masker pun wajib digunakan. Adaptasi kebiasaan baru membuat penggunaan masker, menjadi kebutuhan.

Demikian antara lain disampaikan Founder Bujang Gadis Protokol Kesehatan Febri Julian, saat pengukuhan Bujang Gadis Protokol Kesehatan (BGPK), Minggu (18/10/2020) di Atrium OPI Mal, Jaka Baring Palembang.

Delapan belas pasang BGPK kemarin dikukuhkan dan dilantik oleh Pembina Koalisi Masyarakat Peduli Dunia Kesehatan Republik Indonesia (KOMPAS-RI), RA Anita Noeringhati SH yang juga Ketua DPRD Sumsel. Seperti diketahui, keberadaan BGPK ini, merupakan perwujudan dari inisiasi lembaga ini.

Febri Julian dalam sambutannya juga menjelaskan latar belakang pengukuhan dan pelantikan BGPK dilaksanakan di mal. Karena menurutnya, di sinilah tempat masyarakat dan pelaku ekonomi mencoba memulihkan kondisi ekeonomi saat ini. ‘Dengan demikian, mereka segera mengetahui bahwa telah hadir para milenial yang betugas mengedukasi dan menyosialisasikan protokol kesehatan,” ujar alumnus Universitas Bina Darma Palembang, yang sehari-hari dikenal sebagai aktivis sosial ini.

Karenanya, diharapkan, gayung bersambut pun terjadi antara keberadaan BGPK dan masyarakat serta para pelaku eknomi.

Sementara, keberadaan masker yang menjadi tren, kemarin juga terlihat, ketika para BGPK menampilkan kemampuan maning-masing, seperti bermusik, mementaskan drama, dan peragaan busana. Berupa desain kebaya modern. Kebaya karya Any Kebaya, yang diramaikan dengan detail-detail payet dan bordir yang menambah keindahan dan keanggunan.  

Terlihat, para gadis protokol kesehatan yang menjadi model, tidak berkurang kecantikannya ketika berjalan di atas panggung mengenakan kebaya-kebaya anggun. Meskipun, tidak seperti biasanya peragaan busana, mereka terlihat mengenakan masker plastik transparan. “Seakan, justru masker transparan itu berubah menjadi aksesoris,” timpal Staf Khusus Walikota bidang kesehatan, dr Letizia.

Dokter Letizia juga tidak memungkiri bahwa masker kini bukan sesuatu yang merepotkan bagi masyarakat umum. “Terbukti, sekarang sudah tersedia masker dengan beragam bentuk dan variasi. Yang intinya, tetap untuk  membatasi tersebarnya droplet yang dapat ,enyebarkan virus Covid19,” ujarnya.

Ketua Ikatan BGPK Apriadi menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat. “Kami siap, apalagi selama karantina juga sudah dibekali berbagai keterampilan termasuk publik speaking. Termasuk persiapan mental,” ujar alumnus FKIP Uniski Kayu Agung ini.

Sekretaris Ikatan BGPK, Nyayu Hamidah Agustina yang tercatat sebagai mahasiswa STIKES Muhamadiyah, mengaku siap mendukung dan menyukseskna program pemerintah. “Agar tumbuh kesadaran di masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Yakni, mencuci tangan, mengenakan masker, serta menjaga jarak,” ujarnya.

Rosa Indiana, salah  yang terpilih menjadi Gadis Protokol Kesehatan  adalah runner up Putri Remaja Indonesia Sumsel 2020. Saat ini, milenial yang multi talenta ini tercatat sebagai siswa kelas II SMAN 1 Palembang.

Selama ini, sosok remaja ini, dikenal kerap membawakan lagu-lagu berirama batanghari sembilan di beberapa penampilannya. Berduet dengan Randi Putra Ramadan, sosok milenial yang juga akrab dengan musik tradisioanl ini.

Pengukuhan dan pelantikan ini kemarin antara lain dihadiri juga oleh, Kepala Dinas Pariwisata Isnaini Madani, Pembina Kompas RI, Nasrulah, Staf Khusus Walikota Babe Herlan,  dan perwakilan dari Dinas Ksehaan Kota Palembang, dr Santi, serta Ketua Ikaan Pengusaha Muslimah Indonesia IPEMI) Sumsel Hj Nurmalina. (**) Sir

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com