Sumselterkini.co.id, – Waktu audiensi antara Bupati Muba, H. M. Toha, dengan Wamenkes RI, Prof. dr. Dante, di Jakarta pada 22 April 2025 kemarin, rasanya seperti ada pepatah baru yang lahir “Tak kenal, maka tak sayang, tak sakit, maka tak butuh rumah sakit.” Bupati Toha dengan penuh semangat mengusulkan agar RSUD Sekayu bisa menjadi rumah sakit rujukan utama untuk kanker di Sumatera Selatan. Ini bukan sekadar soal rumah sakit, tapi soal menciptakan sistem kesehatan yang dekat dengan warga. Seperti pepatah yang berbunyi, “Tak ada yang lebih berharga dari kesehatan,”. Bupati Toha jelas mengerti betul artinya!
Mengapa Harus RSUD Sekayu?. Karena tahun lalu, RSUD Sekayu sudah menangani banyak kasus kanker, tapi sayangnya 38,2% pasien kanker harus dirujuk ke rumah sakit di Palembang. Bayangkan jika harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan. Itu seperti harus menyeberang lautan untuk beli es krim di tengah panasnya cuaca.
Tidak praktis dan bisa bikin stres. Nah, di sinilah RSUD Sekayu hadir sebagai pahlawan lokal, yang bukan hanya akan melayani Muba, tapi juga seluruh warga Sumsel yang membutuhkan layanan kanker.
Bupati Toha dengan penuh keyakinan mengusulkan agar RSUD Sekayu bisa dilengkapi dengan fasilitas radioterapi. Punya dokter spesialis onkologi itu seperti punya tukang reparasi mesin yang handal di bengkel. Tak perlu khawatir jika mesin. eh, tubuh kita butuh perbaikan.
Dengan adanya peralatan medis seperti LINAC dan CT-Sim yang rencananya dibantu Dana Alokasi Khusus (DAK), RSUD Sekayu siap menambah kapasitasnya untuk menangani kanker dengan lebih baik.
Tak hanya soal kanker, audiensi ini juga membahas tentang “Koperasi Merah Putih” yang rencananya akan mengintegrasikan layanan kesehatan dengan ekonomi di level desa. Puskesmas yang selama ini cuma dikenal sebagai tempat berobat, bisa jadi pusat ekonomi lokal. Konsep ini mirip dengan model koperasi yang ada di Jepang atau di beberapa negara Eropa, yang menyatukan layanan kesehatan dengan pengembangan usaha lokal.
Ini seperti memadukan teh dan susu keduanya bermanfaat dan memberi rasa yang lebih kaya. Puskesmas yang biasanya hanya dilihat sebagai fasilitas kesehatan bisa menggerakkan ekonomi lokal dengan membuka usaha klinik dan apotek, sehingga masyarakat bisa sehat dan mandiri secara finansial.
Wamenkes Prof. Dante, dengan senyum bijaknya, mendukung penuh usulan ini. Ia bahkan berencana untuk meninjau langsung Koperasi Merah Putih di Muba dan menjadikannya contoh bagi daerah lain. Namun, meskipun dukungan dari Kementerian Kesehatan sangat penting, yang lebih utama adalah bagaimana implementasinya. Jangan sampai seperti proyek ‘pembangunan jembatan’ yang hanya ada di atas kertas, tapi belum terlihat wujudnya.
Seperti yang sering kita dengar, “Kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan,”, dan jika RSUD Sekayu dapat mengembangkan layanan kanker, ini adalah investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Sumsel. Mari kita berharap bahwa ide cemerlang ini tak hanya jadi wacana, tapi segera terwujud, dan jadi model yang bisa diterapkan di tempat lain.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dan pusat, RSUD Sekayu bisa jadi rumah sakit rujukan yang akan membuat masyarakat Muba dan sekitarnya lebih sehat dan lebih bahagia, tanpa harus pergi jauh-jauh mencari perawatan. Langkah yang tak hanya baik, tapi juga penting, seperti mempersiapkan tempat duduk sebelum menonton pertandingan final sepak bola!.[***]