Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Sambal Nanas Palembang ala Bik Cik Moya, Pedas Bikin Nagih

Sambal Nanas Palembang ala Bik Cik Moya, Pedas Bikin Nagih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • visibility 1.301
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ORANG bilang hidup itu bagaikan roda yang berputar, maka sambal nanas ala Palembang ini bagaikan ojek online, kadang manis, kadang pedas, tapi selalu bikin kangen. Serius, siapa sangka nanas yang biasanya jadi topping pizza (dan bikin netizen debat sampai perang dunia ketiga), ternyata di tangan Bik Cik Moya bisa disulap jadi sambal segar yang bikin lidah goyang kayak dangdut koplo.

Di Palembang, sambal nanas bukan sekadar pelengkap, ia seperti sahabat setia di meja makan, hadir dengan kesegaran, pedasnya nyelekit, dan manis asam yang bikin lauk sederhana terasa naik kasta. Bahkan ikan asin pun kalau dicocol sambal nanas ini, langsung berubah rasa sekelas hidangan restoran bintang lima, ya minimal bintang di teras rumah tetangga.

Bik Cik Moya selalu bilang, “Nak, masak itu jangan pakai marah, sambal boleh pedas, tapi hati tetap manis”. Pepatah ini sakti betul, karena begitu beliau ngulek sambal, suasana rumah jadi ramai, bukan ribut. Anak cucu yang tadinya mager langsung nongol ke dapur, pura-pura mau bantu, padahal niatnya cuma ngicip duluan.

Sambal nanas ini katanya sudah jadi tradisi lama, zaman dulu, kalau ada hajatan di kampung, Bik Cik Moya selalu diminta bikin sambal nanas. Bukan cuma buat cocolan pempek atau ikan goreng, tapi juga jadi “alat diplomasi keluarga”. Bayangkan, sepupu yang biasanya cemberut rebutan warisan tanah, bisa duduk bareng gara-gara satu cobek sambal nanas, ajaib!.

Nah, mari kita masuk ke dapur, jangan takut, ini bukan soal ujian praktek masak SMK, tapi resep warisan turun-temurun yang sudah di-“standar ISO dapur Bik Cik Moya”.

Bahan-Bahan:

  • 1 buah nanas matang (jangan yang mentah, nanti asemnya bikin dahi kayak keriput kain jemuran)

  • 10 buah cabai merah keriting

  • 5 buah cabai rawit merah (boleh tambah kalau mau gaya “api neraka”)

  • 5 siung bawang merah

  • 2 siung bawang putih

  • 1 ruas terasi bakar (sebesar jempol, jangan sebesar jengkol)

  • 2 sdm gula merah (biar ada manis-manis kayak janji kampanye)

  • Garam secukupnya

  • Minyak goreng secukupnya

Cara Mengolah:

  1. Kupas nanas, buang matanya (jangan buang hati, nanti baper), potong dadu kecil-kecil biar gampang diulek.

  2. Panaskan sedikit minyak, goreng bawang merah, bawang putih, dan cabai sampai harum, tapi jangan sampai gosong, nanti rasanya kayak cinta bertepuk sebelah tangan.

  3. Haluskan bumbu bersama terasi bakar, ulek manual lebih nikmat, karena menurut Bik Cik Moya, “Rasa sambal itu ikut keringat” Kalau malas, boleh blender, tapi rasanya beda, kayak cinta online vs cinta offline.

  4. Campurkan nanas ke dalam sambal, aduk rata, tambahkan gula merah dan garam secukupnya.

  5. Tes rasa, kalau kurang manis, tambahin gula, kalau kurang pedas, tambahin cabai, kalau kurang bahagia, tambahin doa.

Sambal nanas ala Palembang bukan sekadar makanan, ia ibarat lagu dangdut koplo yang merakyat, pedasnya bikin goyang, manisnya bikin sayang, cocok dimakan dengan ikan goreng, ayam bakar, pempek, sampai nasi panas yang masih mengepul.

Selain itu, nanas kaya vitamin C, jadi sambil makan pedas, tubuh juga dapat bekal imun kuat. Bukankah ada pepatah, “Dalam sambal yang pedas, ada kesehatan yang manis”?, kalau pepatah ini belum ada, mari kita klaim sekarang.

Bik Cik Moya selalu menutup sesi masaknya dengan nasihat, “Hidup ini seperti sambal nanas. Pedas, manis, dan asam bercampur jadi satu, kalau kamu nikmati dengan ikhlas, semua rasa jadi enak. Kalau kamu ngeluh, semua jadi hambar”

Nah, dari sambal sederhana ini kita belajar jangan takut hidup penuh rasa. Karena justru dengan campuran rasa, hidup jadi seru. Sama seperti sambal nanas, yang bikin makan biasa jadi luar biasa.

Resep sambal nanas Palembang ala Bik Cik Moya ini bukan sekadar urusan dapur, tapi warisan budaya penuh rasa. Dari bahan sederhana nanas, cabai, terasi, lahir sajian yang bisa menyatukan keluarga, menghidupkan meja makan, bahkan menghibur hati.

Kalau mau coba, jangan tunggu besok. Ambil nanas hari ini, uleklah dengan cinta, sajikan dengan tawa. Siapa tahu sambal nanas ini bukan cuma bikin kenyang, tapi juga bikin hidup lebih segar dan penuh warna.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaet Ponpes se-Sumsel, Pusri Perluas Program Agrosolution

    Gaet Ponpes se-Sumsel, Pusri Perluas Program Agrosolution

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.264
    • 0Komentar

    PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pusri Palembang memperluas program agrosolution dengan menggaet Pondek Pesantren [Ponpes] di Sumsel. Program Agrosolution  merupakan bentuk sinergi antara PT Pusri Palembang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Institusi serta Stakeholder terkait lainnya. Program yang diresmikan ini, bertema “Agrosolution Sinergi Santri Membangun Negeri”  diselenggarakan di Ponpes Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang (7/4/2021). Selain meresmikan program tersebut, perseroan […]

  • Gubernur Gandeng IKABA Wujudkan Keluarga Sadar Hukum di Sumsel, Mari Segera Edukasi Masyarakat

    Gubernur Gandeng IKABA Wujudkan Keluarga Sadar Hukum di Sumsel, Mari Segera Edukasi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 779
    • 0Komentar

    EDUKASI terkait hukum terhadap masyarakat memang dibutuhkan. Sebab itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengajak Ikatan Advokat Batak (IKABA) Sumsel untuk memberikan pemahaman hukum tersebut baik hak dan kewajibannya. “Terbentuknya IKABA ini merupakan berita baik. Organisasi ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat yang sebelumnya minim pengetahuan hukum menjadi paham hukum,” kata gubernur disela Deklarasi IKABA Sumsel […]

  • Pelaku Curat Serahkan Diri ke Polsek Plakat Tinggi

    Pelaku Curat Serahkan Diri ke Polsek Plakat Tinggi

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Dengan cara persuasif yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Plakat tinggi pelaku Pencurian dan Pemberatan [Curat] akhirnya menyerahkan diri ke Polsek. Kejadian berawal pada hari Sabtu pada,6 Januari 2018 sekitar pukul 06.00 WIB di Dusun IV Desa Air Putih Ulu, Kec. Plakat Tinggi Kab. Muba. Curat tersebut dilakukan Pelaku Purwadi Als Ipung (38) Warga Dusun IX Desa Air Putih Ulu […]

  • Inilah 4 Prioritas Kebijakan Pembangunan Sumsel

    Inilah 4 Prioritas Kebijakan Pembangunan Sumsel

    • calendar_month Senin, 12 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    “Pembahasan Renja bilateral OPD dengan Bappeda,”

  • 6 Tahun Berjuang Sendiri dengan penyakit gangguan di mata, Kurnia Meiga dukung bentuk Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia : “Terimakasih pak Erick”.

    6 Tahun Berjuang Sendiri dengan penyakit gangguan di mata, Kurnia Meiga dukung bentuk Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia : “Terimakasih pak Erick”.

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.793
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Kurnia Meiga dan istri, Azhiera Adzka Fathir mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang membantu pemulihan Kurnia Meiga. Mantan penjaga gawang timnas itu harus menjauh dari sepakbola sejak 2017 akibat penyakit gangguan penglihatan. “Terima kasih banyak untuk Pak Erick Thohir yang telah membantu, peduli kepada keluarga kami. Karena enam tahun […]

  • Perayaan Natal Diingatkan Jangan Jadi Klaster Baru Covid-19, Patuhi Protkes

    Perayaan Natal Diingatkan Jangan Jadi Klaster Baru Covid-19, Patuhi Protkes

    • calendar_month Sabtu, 12 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.186
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba menghimbau perayaan Natal 2020 jangan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 sehingga perlu mematuhi protokol kesehatan [protokes] bagi yang merayakannya. “Tak dapat dipungkiri selama pandemi COVID-19 ini kita harus menyesuaikan diri menjaga jarak dan selalu memakai masker ketika beraktifitas terutama ketika beribadah,” Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex, Tanpa terkecuali pada Perayaan […]

expand_less
WordPress Archive Kidiu Kindergarten – Child Care Elementor Template Kit Kids – Baby Shop & Store WooCommerce Theme Kids Care | Children WordPress Theme Kids – Day Care & Kindergarten WordPress Theme for Children Kids – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kids Zone - Children WordPress Theme Kidscamp – Kids Bootcamp WordPress Theme KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit