Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Lemang Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim, Bahan, Resep, dan Bedanya yang Jarang Diketahui

Lemang Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim, Bahan, Resep, dan Bedanya yang Jarang Diketahui

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Lemang Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim sama-sama dikenal sebagai kuliner tradisional Sumatera Selatan (Sumsel) yang dibuat dari beras ketan dan dimasak menggunakan bambu. Meski sekilas bentuknya serupa, lemang di tiga daerah tersebut memiliki cerita, kebiasaan pengolahan, serta variasi penyajian yang berkembang di tengah masyarakat.

Lemang khas Sumsel bukan hanya makanan berbahan ketan. Proses memasaknya yang menggunakan bambu dan api menjadi bagian penting dari cita rasa makanan ini. Daun pisang yang menjadi pelapis bambu juga membantu memberikan aroma khas ketika lemang matang.

Bahan dasar lemang yang sederhana

Pada dasarnya, bahan lemang cukup mudah ditemukan. Beras ketan menjadi bahan utama, kemudian dicampur dengan santan dan garam untuk menghasilkan rasa gurih.

Bahan yang umumnya diperlukan antara lain beras ketan, santan, garam, daun pisang dan bambu. Beberapa variasi lemang dapat menggunakan bahan tambahan sesuai selera, termasuk bahan bercita rasa manis.

Beras ketan biasanya dicuci terlebih dahulu kemudian direndam agar teksturnya lebih mudah matang. Setelah itu, ketan dimasukkan ke dalam bambu yang bagian dalamnya sudah dilapisi daun pisang.

Santan kemudian dituangkan ke dalam bambu bersama ketan. Setelah siap, bambu diposisikan di dekat bara api hingga lemang matang.

Lemang Pagar Alam

Di Pagar Alam, lemang dikenal sebagai salah satu makanan tradisional yang masih menggunakan teknik memasak secara sederhana. Ketan dan santan menjadi perpaduan utama yang menghasilkan tekstur lembut sekaligus gurih.

Proses memasak dengan bambu membuat lemang membutuhkan kesabaran. Bambu tidak sekadar diletakkan di atas api besar, tetapi harus diperhatikan agar panasnya cukup untuk mematangkan bagian dalam tanpa membuat bagian luar cepat gosong.

Lemang yang sudah matang biasanya dikeluarkan dari bambu, kemudian dipotong-potong sebelum disajikan.

Lemang Lahat

Lahat juga memiliki tradisi membuat lemang dengan teknik yang tidak jauh berbeda. Beras ketan menjadi bahan utama yang dipadukan dengan santan dan garam.

Salah satu hal penting dalam membuat lemang adalah menjaga proses pembakaran. Bambu perlu diposisikan dan diputar secara berkala agar panas menyebar secara merata.

Cara tersebut membuat bagian dalam lemang matang dengan baik dan menghasilkan tekstur ketan yang padat tetapi tetap lembut ketika dimakan.

Lemang Muara Enim punya lebih banyak variasi

Muara Enim menarik karena tradisi lemangnya berkembang dalam beberapa jenis. Selain lemang putih berbahan ketan, dikenal pula lemang yang menggunakan ketan hitam.

Tidak berhenti pada dua jenis tersebut, terdapat pula variasi lemang dengan bahan tambahan seperti pisang, durian dan labu kuning.

Variasi itu membuat lemang Muara Enim tidak hanya dikenal sebagai makanan gurih. Beberapa jenisnya bisa memiliki karakter rasa yang lebih manis dan aroma berbeda tergantung bahan yang digunakan.

Lalu apa bedanya?

Jika dilihat dari bahan utama, lemang Pagar Alam, Lahat, dan Muara Enim sebenarnya memiliki banyak kesamaan. Ketiganya sama-sama menggunakan beras ketan dan santan serta memanfaatkan bambu sebagai media memasak.

Perbedaannya lebih terlihat pada kebiasaan masyarakat dalam mengolah dan menyajikannya. Pagar Alam dan Lahat lebih mudah ditemukan dalam bentuk lemang berbahan ketan dengan cita rasa gurih, sedangkan Muara Enim memiliki variasi olahan yang lebih beragam.

Karena itu, tidak tepat jika semua lemang dari tiga daerah tersebut dianggap mempunyai resep yang persis sama. Dalam makanan tradisional, takaran bahan dan cara memasak dapat berubah mengikuti kebiasaan keluarga maupun daerah tempat makanan tersebut dibuat.

Cara membuat lemang secara sederhana

Untuk membuat lemang di rumah, beras ketan terlebih dahulu dicuci sampai bersih lalu direndam beberapa jam. Setelah ditiriskan, ketan dicampur dengan santan dan sedikit garam.

Bambu yang digunakan harus bersih dan bagian dalamnya dilapisi daun pisang. Ketan kemudian dimasukkan ke dalam bambu dan diberi campuran santan secukupnya.

Bambu selanjutnya dibakar menggunakan bara api. Selama proses memasak, bambu perlu diputar secara berkala supaya panas tidak hanya mengenai satu sisi.

Setelah matang, lemang sebaiknya dibiarkan sedikit dingin sebelum dikeluarkan dari bambu. Lemang kemudian dapat dipotong sesuai ukuran dan disajikan.

Lemang bukan sekadar makanan

Keunikan lemang justru terletak pada cara pembuatannya. Di tengah semakin banyaknya makanan yang dapat dimasak dengan peralatan modern, lemang tetap mempertahankan bambu, daun pisang dan bara api sebagai bagian dari prosesnya.

Pagar Alam, Lahat dan Muara Enim memperlihatkan bagaimana satu jenis makanan dapat berkembang dengan karakter yang berbeda di masing-masing daerah.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal kuliner tradisional Sumatera Selatan, lemang menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dicoba. Rasanya sederhana, tetapi proses pembuatannya menyimpan tradisi yang membuat makanan ini tetap bertahan dari generasi ke generasi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Muba Ogah Guru Jadi Pion, Cari Solusi PPPK

    Bupati Muba Ogah Guru Jadi Pion, Cari Solusi PPPK

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.908
    • 0Komentar

    GURU swasta di Musi Banyuasin seperti pion di papan catur, kalau salah langkah bisa rugi sendiri. Nah, Bupati Muba, H. M. Toha Tohet, bilang ia ogah guru honorer jadi pion yang sengsara, belum lama ini, ratusan guru dari TK, PAUD, SD, SMP, dan madrasah swasta menggelar aksi damai menuntut gaji tertunda 11 bulan dan peluang […]

  • TP PKK Sumsel Tampilkan Tari Gending Sriwijaya

    TP PKK Sumsel Tampilkan Tari Gending Sriwijaya di Lomba Parade Nusantara Jamnas Kader PKK 2017

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.243
    • 0Komentar

    TP. PKK Provinsi Sumatera Selatan menunjuk kader PKK Kota Palembang sebagai wakil Sumsel untuk tampil pada lomba Parade Nusantara dalam rangkaian kegiatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK 2017 di hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (3/10).

  • Tidak Ada Gangguan, Jaringan Internet 5G di Sirkuit Mandalika “Ngebut”

    Tidak Ada Gangguan, Jaringan Internet 5G di Sirkuit Mandalika “Ngebut”

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.486
    • 0Komentar

    JARINGAN 5G di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara barat (NTB) dipastikan moncer, berjalan dengan baik dan tidak menunjukkan terjadinya gangguan satelit sehingga berjalan dengan cepat alias “ngebut”. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, menyatakan hasil itu didapat dari uji coba infrastruktur teknolgi informasi dan komunikasi (TIK) serta penggunaan spektrum frekuensi radio […]

  • 8 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac Masuk Lagi ke Indonesia

    8 Juta Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac Masuk Lagi ke Indonesia

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kembali datangkan vaksin COVID-19 untuk mendukung percepatan program vaksinasi nasional guna segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Pada 22 Juli 2021, kembali datang 8 juta dosis bahan baku vaksin dari Sinovac, sehingga total bahan baku vaksin yang diterima dari kedatangan tahap ke-29 ini mencapai 123.500.280 dosis. Bahan baku atau vaksin bulk ini akan […]

  • Baku Tembak Dengan Polisi, Perampok Di OKI Tewas Diterjang Timah Panas

    Baku Tembak Dengan Polisi, Perampok Di OKI Tewas Diterjang Timah Panas

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Sugi alias Bontet (37) warga Desa Serdang Menang Kecamatan, Sp Padang Kabupaten, OKI, yang terlibat kasus perampokan sepeda motor di Desa SP Padang, Kabupaten OKI pada 12 Oktober 2019 lalu akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Bhayangkara Palembang. Baku tembak dengan anggota Polisi, pelaku  tewas setelah peluru anggota Unit IV Subdit Jatanras […]

  • Horee,!! Dikasih Hadiah dari SiAbuh

    Horee,!! Dikasih Hadiah dari SiAbuh

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H. Harnojoyo menyerahkan hadiah Umroh kepada pemenang gebyar Ramadhan aplikasi Si Abuh saat acara Halal Bihalal bersama Walikota Palembang di Rumah Dinas Walikota Palembang, Selasa (11/6/2019). Sebanyak 20 pemenang diserahkan secara simbolis oleh Harnojoyo terdiri dari 10 orang masyarakat umum dan 10 orang Pegawai PNS / Non PNSD Pemerintah Kota Palembang. “Selamat kepada para […]

expand_less
WordPress Archive Mortar – WPBakery Page Builder Addons Bundle Morvan – Elegant WooCommerce Theme Morz – Logistics WordPress Theme Most Wanted WordPress Plugins Pack Motelin – Hotel & Resort Booking Elementor WordPress Theme Motivakit - Life Coach & Motivator Elementor Template Kit Motocare – Automotive Elementor Template Kit MotoPress – Auto Repair & Mechanic Shop WordPress Theme Motor – Cars, Parts, Service, Equipments and Accessories WooCommerce Store Motorix — Car Repair Auto Garage WordPress Theme