Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 499
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAKIT agak berat di Sumatera Selatan sering kali berubah jadi urusan teknis, buka ponsel, cek tiket, cari paspor. Begitu dokter bicara agak pelan dan serius, satu keluarga langsung kompak membahas penerbangan. Penang dan Singapura disebut seperti mantra penyembuh, seolah penyakit bisa ciut hanya dengan dengar nama luar negeri.

Kebiasaan ini sudah berlangsung lama dan diwariskan turun-temurun, dari cerita tetangga sampai grup WhatsApp keluarga. Bukan karena rumah sakit di kampung sendiri jelek, tapi karena rasa tenang kadang terasa lebih mahal dari sekadar obat.

Maka dari itu ketika Pemerintah Provinsi Sumsel mendorong healthy tourism Sumsel, reaksi publik campur aduk, antara berharap dan nyengir tipis.

Konsepnya menarik sih bahkan sangat cakep, apalagi pasien yang datang, lalu dijemput rapi, ditangani dokter, hingga terakhir langsung istirahat dengan nyaman.

Bahkan kalau kondisinya memungkinkan, bisa jalan santai, makan enak, lihat-lihat kota, pokoknya bro.. berobat sambil healing. “Kato wong Palembang itu,  wong sakit itu harus dihibur bukan tambah sakit jadinyo gara-gara urusan yang sepele.”

Modal Sumsel sebenarnya tak main-main, rumah sakit besar ada, dokter spesialis banyak, biaya relatif bersahabat. Tapi urusan berobat itu soal pengalaman.

Sekali antrean bikin emosi, ceritanya menyebar lebih cepat dari kabar diskon. Orang bisa lupa betapa hebatnya alat medis, tapi tak pernah lupa dilayani dengan muka masam.

Tengok daerah lain di Indonesia yang sudah lebih dulu naik kelas bisa jadi contoh Sumsel, sebut saja Bali dengan menjual sehat plus ketenangan.

Ada lagi Jawa Barat yang mulai serius juga bermain di layanan medis Internasional. Batam apalagi sudah lama disiapkan sebagai pintu wisata medis, karena lebih dekat dengan Singapura, dan Malaysia. Artinya, wisata kesehatan Indonesia itu bukan sebuah cerita karangan proposal.

Luar negeri pun tak kalah agresif,  misalnya Penang dan Kuala Lumpur rapi dan ramah sehingga menjadi salah satu tujuan berobat ‘Wong Palembang’.

Bangkok mengemas rumah sakit seperti hotel, Singapura kuat di teknologi dan kepercayaan, kenapa demikian? sebab mereka paham dengan satu hal,  pasien itu ingin diperlakukan seperti tamu, bukan peserta audisi kesabaran.

Sekarang bicara jujur soal wisata kesehatan Sumsel, khususnya Palembang. Perjalanan ke rumah sakit kadang masih harus berhadapan dengan truk peti kemas segede rumah yang lalu-lalang tanpa kompromi. Hujan turun sedikit, beberapa jalan berubah jadi kolam gratis. Mau sembuh, tapi harus lulus juga rintangan dulu.

Rasa aman

Ini bukan nyinyir, tapi alarm sayang, apalagi menjadi Healthy tourism itu sensitif, alasannya sederhana karena orang yang sakit itu mudah kelelahan, mudah kesal, dan emosian…

Apalagi saat di jalan mau ke rumah sakit melihat jalan rusak, parkir sempit, pelayanan jutek itu kombinasi maut yang bisa mengusir niat berobat lebih cepat daripada mahalnya biaya.

Masalah lain juga yang sering luput dibahas adalah SDM pelayanan, terutama bahasa, kalau mau main di kelas Internasional, jangan sampai tamu dari Singapura, Thailand, atau negara lain cuma bisa senyum-senyum bingung dari pintu masuk sampai ruang rawat.

Dari satpam, petugas pendaftaran, perawat, sampai sopir penjemput, minimal paham bahasa Inggris dasar, bahkan bonus besar kalau ada yang bisa bahasa Mandarin.

Misalnya nih, pasien luar negeri turun dari pesawat, disambut ramah, ditanya dengan bahasa yang ia mengerti. Bukan malah kebingungan sambil buka Google Translate di tengah rasa nyeri. Di situ letak rasa aman, dan rasa aman itu separuh dari proses penyembuhan.

Soal pelayanan juga tak kalah penting, dokter kita hebat, tapi urusan senyum, penjelasan yang sabar, dan administrasi yang ringkas sering jadi penentu kesan.

Di luar negeri, pasien diperlakukan seperti tamu hotel, di sini, jangan sampai pasien merasa sedang ikut lomba ketahanan mental.

Wisata jangan cuma jadi pelengkap di proposal. Kalau orang sudah niat berobat sambil liburan, destinasi harus bersih, aman, dan tertata. Sungai Musi, wisata alam Sumsel, kampung wisata punya potensi besar. Tinggal dirawat, bukan sekadar dijadikan latar swafoto.

Namun, kalau healthy tourism Sumsel benar-benar berjalan, efeknya bisa terasa ke mana-mana. Hotel hidup, restoran rame, sopir travel senyum, UMKM ikut napas panjang.

Bahkan, uang yang biasanya terbang ke luar negeri bisa muter di kampung sendiri. Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi soal harga diri daerah.

Jadi, mampukah Sumsel menahan warganya berobat di kampung sendiri? Jawabannya bukan di baliho atau rapat.

Tapi, jawabannya ada di jalan yang bikin tenang, pelayanan yang bikin nyaman, SDM yang siap bicara lintas bahasa, dan pengalaman yang bikin orang bilang, “Sudah-lah, dak usah berobat ke luar negeri, disini samo bae, sudem dak kalah lagi kualitasnyo samo luar”

Kata pepatah yang pas untuk urusan ini “Sakit itu sudah berat, jangan ditambah ribet.” Orang tak mencari yang paling jauh, tapi yang paling menenangkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPSPL KKP Denpasar Selamatkan 4 Penyu Hijau  

    BPSPL KKP Denpasar Selamatkan 4 Penyu Hijau  

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.803
    • 0Komentar

      KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melakukan penanganan terhadap 4 penyu hijau (Chelonia mydas) hasil sitaan atas upaya perdagangan ilegal yang berhasil digagalkan oleh petugas Polres Jembrana di Dusun Pebuahan, Kabupaten Jembrana. Tim Respon Cepat BPSPL Denpasar bersama tim Flying […]

  • Ilustrasi Sisi Kiri

    Ilustrasi Sisi Kiri

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.425
    • 0Komentar

    Implementasi, manifestasi, ilustrasi, kontenplasi…. Terimakasih Paman Widji, terimakasih Boy Candra, terimakasih Genta Kiswara, terimakasih Darwis, dan terimakasih Papa Pidi yang romantis… Darimu kami tahu, sembunyi adalah serangan masif untuk melawan nurani yang sudah pasif…. Darimu kami belajar prihal menulis yang benar, agar tidak ada kelakar yang berdebar… Darimu kami memahami, karya tak melulu soal puisi, […]

  • IPC Palembang Dipercaya untuk Perluasan Wil.Pemanduan dan Penundaan Kapal

    IPC Palembang Dipercaya untuk Perluasan Wil.Pemanduan dan Penundaan Kapal

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta –  PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang / IPC Palembang kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan R.I khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk tetap melaksanakan pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di wilayah perairan wajib pandu kelas I Palembang yang ditandai dengan dilimpahkanya kembali perluasan wilayah wajib pemanduan dan penundaan sampai […]

  • Palembang gelar bimtek Petugas Registrasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan, begini asanya

    Palembang gelar bimtek Petugas Registrasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kelurahan, begini asanya

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.781
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang menggelar bimbingan teknis Petugas Registrasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kelurahan, serta petugas pembantu Pojok Layanan Kecamatan dan Operator Dukcapil Palembang.   “Bimtek ini salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” ujar Kepala Dinas Dukcapil Palembang, Dewi Isnaini, Senin (28/10/2024).   Dalam sambutannya, […]

  • 3 Kata Ini Bikin Palembang Bisa Raih Penghargaan WTN Tanpa Catatan 2019

    3 Kata Ini Bikin Palembang Bisa Raih Penghargaan WTN Tanpa Catatan 2019

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    “Salah satu komitmen Pemkot Palembang untuk memajukan angkutan umum di Palembang, yaitu salah satunya dengan mewajibkan ASN dan non ASN untuk naik angkutan umum minimal satu bulan sekali,”

  • Coffee Morning FKPD Sumsel, Bahas Apa Ya ?

    Coffee Morning FKPD Sumsel, Bahas Apa Ya ?

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 938
    • 0Komentar

    Forum tersebut sangat baik karena di dalamnya terdapat unsur di luar kedinasan dan menjadi tempat informal yang efektif selain dalam rangka menjalin silaturahmi.

expand_less
WordPress Archive Tractor – Industrial & Manufacturing WordPress Theme Tracyle - Waste Management & Recycling Service Elementor Template Kit Trail – Bike Shop & Bicycle Repair Elementor Template Kit Transcargo - Transportation WordPress Theme for Logistics Transfers – Transport and Car Hire HTML Template Transition Slider – Responsive WordPress Slider Plugin Transland – Transport & Logistics WordPress Theme Translantic – Translation Service Agency Elementor Template Kit TranslatePress Pro - WP Translation Plugin Transpi - Logistics and Transportation WordPress Theme