Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 490
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAKIT agak berat di Sumatera Selatan sering kali berubah jadi urusan teknis, buka ponsel, cek tiket, cari paspor. Begitu dokter bicara agak pelan dan serius, satu keluarga langsung kompak membahas penerbangan. Penang dan Singapura disebut seperti mantra penyembuh, seolah penyakit bisa ciut hanya dengan dengar nama luar negeri.

Kebiasaan ini sudah berlangsung lama dan diwariskan turun-temurun, dari cerita tetangga sampai grup WhatsApp keluarga. Bukan karena rumah sakit di kampung sendiri jelek, tapi karena rasa tenang kadang terasa lebih mahal dari sekadar obat.

Maka dari itu ketika Pemerintah Provinsi Sumsel mendorong healthy tourism Sumsel, reaksi publik campur aduk, antara berharap dan nyengir tipis.

Konsepnya menarik sih bahkan sangat cakep, apalagi pasien yang datang, lalu dijemput rapi, ditangani dokter, hingga terakhir langsung istirahat dengan nyaman.

Bahkan kalau kondisinya memungkinkan, bisa jalan santai, makan enak, lihat-lihat kota, pokoknya bro.. berobat sambil healing. “Kato wong Palembang itu,  wong sakit itu harus dihibur bukan tambah sakit jadinyo gara-gara urusan yang sepele.”

Modal Sumsel sebenarnya tak main-main, rumah sakit besar ada, dokter spesialis banyak, biaya relatif bersahabat. Tapi urusan berobat itu soal pengalaman.

Sekali antrean bikin emosi, ceritanya menyebar lebih cepat dari kabar diskon. Orang bisa lupa betapa hebatnya alat medis, tapi tak pernah lupa dilayani dengan muka masam.

Tengok daerah lain di Indonesia yang sudah lebih dulu naik kelas bisa jadi contoh Sumsel, sebut saja Bali dengan menjual sehat plus ketenangan.

Ada lagi Jawa Barat yang mulai serius juga bermain di layanan medis Internasional. Batam apalagi sudah lama disiapkan sebagai pintu wisata medis, karena lebih dekat dengan Singapura, dan Malaysia. Artinya, wisata kesehatan Indonesia itu bukan sebuah cerita karangan proposal.

Luar negeri pun tak kalah agresif,  misalnya Penang dan Kuala Lumpur rapi dan ramah sehingga menjadi salah satu tujuan berobat ‘Wong Palembang’.

Bangkok mengemas rumah sakit seperti hotel, Singapura kuat di teknologi dan kepercayaan, kenapa demikian? sebab mereka paham dengan satu hal,  pasien itu ingin diperlakukan seperti tamu, bukan peserta audisi kesabaran.

Sekarang bicara jujur soal wisata kesehatan Sumsel, khususnya Palembang. Perjalanan ke rumah sakit kadang masih harus berhadapan dengan truk peti kemas segede rumah yang lalu-lalang tanpa kompromi. Hujan turun sedikit, beberapa jalan berubah jadi kolam gratis. Mau sembuh, tapi harus lulus juga rintangan dulu.

Rasa aman

Ini bukan nyinyir, tapi alarm sayang, apalagi menjadi Healthy tourism itu sensitif, alasannya sederhana karena orang yang sakit itu mudah kelelahan, mudah kesal, dan emosian…

Apalagi saat di jalan mau ke rumah sakit melihat jalan rusak, parkir sempit, pelayanan jutek itu kombinasi maut yang bisa mengusir niat berobat lebih cepat daripada mahalnya biaya.

Masalah lain juga yang sering luput dibahas adalah SDM pelayanan, terutama bahasa, kalau mau main di kelas Internasional, jangan sampai tamu dari Singapura, Thailand, atau negara lain cuma bisa senyum-senyum bingung dari pintu masuk sampai ruang rawat.

Dari satpam, petugas pendaftaran, perawat, sampai sopir penjemput, minimal paham bahasa Inggris dasar, bahkan bonus besar kalau ada yang bisa bahasa Mandarin.

Misalnya nih, pasien luar negeri turun dari pesawat, disambut ramah, ditanya dengan bahasa yang ia mengerti. Bukan malah kebingungan sambil buka Google Translate di tengah rasa nyeri. Di situ letak rasa aman, dan rasa aman itu separuh dari proses penyembuhan.

Soal pelayanan juga tak kalah penting, dokter kita hebat, tapi urusan senyum, penjelasan yang sabar, dan administrasi yang ringkas sering jadi penentu kesan.

Di luar negeri, pasien diperlakukan seperti tamu hotel, di sini, jangan sampai pasien merasa sedang ikut lomba ketahanan mental.

Wisata jangan cuma jadi pelengkap di proposal. Kalau orang sudah niat berobat sambil liburan, destinasi harus bersih, aman, dan tertata. Sungai Musi, wisata alam Sumsel, kampung wisata punya potensi besar. Tinggal dirawat, bukan sekadar dijadikan latar swafoto.

Namun, kalau healthy tourism Sumsel benar-benar berjalan, efeknya bisa terasa ke mana-mana. Hotel hidup, restoran rame, sopir travel senyum, UMKM ikut napas panjang.

Bahkan, uang yang biasanya terbang ke luar negeri bisa muter di kampung sendiri. Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi soal harga diri daerah.

Jadi, mampukah Sumsel menahan warganya berobat di kampung sendiri? Jawabannya bukan di baliho atau rapat.

Tapi, jawabannya ada di jalan yang bikin tenang, pelayanan yang bikin nyaman, SDM yang siap bicara lintas bahasa, dan pengalaman yang bikin orang bilang, “Sudah-lah, dak usah berobat ke luar negeri, disini samo bae, sudem dak kalah lagi kualitasnyo samo luar”

Kata pepatah yang pas untuk urusan ini “Sakit itu sudah berat, jangan ditambah ribet.” Orang tak mencari yang paling jauh, tapi yang paling menenangkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiah Spesial dari TNI AU, Pemkot Palembang Resmi Terima Hibah Tanah

    Hadiah Spesial dari TNI AU, Pemkot Palembang Resmi Terima Hibah Tanah

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada kabar kece buat warga Palembang! Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi mendapat hibah tanah seluas 650 meter persegi dari TNI Angkatan Udara melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang. Serah terima hibah ini digelar di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Rabu (19/3) sore, dan langsung diterima oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Pak Wali, yang datang […]

  • OPD Kerja Fokus & Tetap Solid Wujudkan Visi Misi Muba Maju Berjaya 2022

    OPD Kerja Fokus & Tetap Solid Wujudkan Visi Misi Muba Maju Berjaya 2022

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    SETELAH resmi diputuskan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Musi Banyuasin (Muba), Beni Hernedi menggelar Rapat Staf Bersama Jajaran Pemkab Muba yang dihadiri oleh Para Staf Ahli Bupati Muba, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan seluruh Camat di Lingkungan Pemkab Muba, bertempat di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (19/10/2021). Dalam kesempatan tersebut Plt Bupati Muba mengajak para […]

  • Jaga Kelestarian Lingkungan,Luncurkan Dana Insentif Muba Hijau

    Jaga Kelestarian Lingkungan,Luncurkan Dana Insentif Muba Hijau

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 638
    • 0Komentar

    MUSI Banyuasin terus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat melalui berbagai inovasi dan terobosan terobosan terbaiknya. Kali ini tepat pada hari, Jumat (20/05/2022) di Opproom Pemkab Muba, Plt Bupati Beni Hernedi secara resmi telah melaunching Dana Insentif Muba Hijau. Menurut Beni Hernedi, Dana Insentif Muba Hijau tersebut sebagai bentuk apresiasi dan akan diberikan kepada desa-desa terbaik yang […]

  • Pemimpin Lalu Perlu Diambil Pelajaran,  Segenap Jajaran Kominfo Harus Belajar dari Masa Lalu

    Pemimpin Lalu Perlu Diambil Pelajaran, Segenap Jajaran Kominfo Harus Belajar dari Masa Lalu

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    SEGENAP jajaran di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) harus senantiasa belajar dari kebijakan pimpinan yang lalu. Sebab, dari hal itu dapat memberikan banyak ilmu pengetahuan dalam menghadapi perkembangan di masa depan. “Dapat mengambil pelajaran dari sejarah dan pengalaman para menteri yang lalu,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) […]

  • Tidak Lama Lagi Calon Haji Akan Berangkat, Menag Minta Petugas Berikan Pelayanan Maksimal

    Tidak Lama Lagi Calon Haji Akan Berangkat, Menag Minta Petugas Berikan Pelayanan Maksimal

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.752
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta petugas memberikan layanan terbaik kepada para jemaah haji karena baru tahun ini dibuka kembali sejak Pandemi Covid. “Layani jemaah haji, para tamu Allah ini dengan sebaik-baiknya,” pinta Menag saat membuka Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1443H/2022M di Jakarta, Selasa (17/5/2022). Dikatakan Menag, ada tiga […]

  • Menyapa Warga Via Siaran Radio Sembari Ingatkan Vaksinasi

    Menyapa Warga Via Siaran Radio Sembari Ingatkan Vaksinasi

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    KAPOLRES Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIk MSi Imbau Warga Muba untuk Vaksinasi Lewat Radio Gema Randik Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK MSi berikan iimbauan vaksinasi COVID-19 melalui acara Talk show Radio Gema Randik Sekayu, di Kantor Dinas Kominfo Muba, Jumat (15/10/2021). Kapolres Muba yang berasal dari Maluku ini mengatakan selain untuk memberikan […]

expand_less
WordPress Archive Tractor – Industrial & Manufacturing WordPress Theme Tracyle - Waste Management & Recycling Service Elementor Template Kit Trail – Bike Shop & Bicycle Repair Elementor Template Kit Transcargo - Transportation WordPress Theme for Logistics Transfers – Transport and Car Hire HTML Template Transition Slider – Responsive WordPress Slider Plugin Transland – Transport & Logistics WordPress Theme Translantic – Translation Service Agency Elementor Template Kit TranslatePress Pro - WP Translation Plugin Transpi - Logistics and Transportation WordPress Theme