Senin, 26 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

Mampukah Sumsel Menahan Warganya Berobat di Kampung Sendiri?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 513
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAKIT agak berat di Sumatera Selatan sering kali berubah jadi urusan teknis, buka ponsel, cek tiket, cari paspor. Begitu dokter bicara agak pelan dan serius, satu keluarga langsung kompak membahas penerbangan. Penang dan Singapura disebut seperti mantra penyembuh, seolah penyakit bisa ciut hanya dengan dengar nama luar negeri.

Kebiasaan ini sudah berlangsung lama dan diwariskan turun-temurun, dari cerita tetangga sampai grup WhatsApp keluarga. Bukan karena rumah sakit di kampung sendiri jelek, tapi karena rasa tenang kadang terasa lebih mahal dari sekadar obat.

Maka dari itu ketika Pemerintah Provinsi Sumsel mendorong healthy tourism Sumsel, reaksi publik campur aduk, antara berharap dan nyengir tipis.

Konsepnya menarik sih bahkan sangat cakep, apalagi pasien yang datang, lalu dijemput rapi, ditangani dokter, hingga terakhir langsung istirahat dengan nyaman.

Bahkan kalau kondisinya memungkinkan, bisa jalan santai, makan enak, lihat-lihat kota, pokoknya bro.. berobat sambil healing. “Kato wong Palembang itu,  wong sakit itu harus dihibur bukan tambah sakit jadinyo gara-gara urusan yang sepele.”

Modal Sumsel sebenarnya tak main-main, rumah sakit besar ada, dokter spesialis banyak, biaya relatif bersahabat. Tapi urusan berobat itu soal pengalaman.

Sekali antrean bikin emosi, ceritanya menyebar lebih cepat dari kabar diskon. Orang bisa lupa betapa hebatnya alat medis, tapi tak pernah lupa dilayani dengan muka masam.

Tengok daerah lain di Indonesia yang sudah lebih dulu naik kelas bisa jadi contoh Sumsel, sebut saja Bali dengan menjual sehat plus ketenangan.

Ada lagi Jawa Barat yang mulai serius juga bermain di layanan medis Internasional. Batam apalagi sudah lama disiapkan sebagai pintu wisata medis, karena lebih dekat dengan Singapura, dan Malaysia. Artinya, wisata kesehatan Indonesia itu bukan sebuah cerita karangan proposal.

Luar negeri pun tak kalah agresif,  misalnya Penang dan Kuala Lumpur rapi dan ramah sehingga menjadi salah satu tujuan berobat ‘Wong Palembang’.

Bangkok mengemas rumah sakit seperti hotel, Singapura kuat di teknologi dan kepercayaan, kenapa demikian? sebab mereka paham dengan satu hal,  pasien itu ingin diperlakukan seperti tamu, bukan peserta audisi kesabaran.

Sekarang bicara jujur soal wisata kesehatan Sumsel, khususnya Palembang. Perjalanan ke rumah sakit kadang masih harus berhadapan dengan truk peti kemas segede rumah yang lalu-lalang tanpa kompromi. Hujan turun sedikit, beberapa jalan berubah jadi kolam gratis. Mau sembuh, tapi harus lulus juga rintangan dulu.

Rasa aman

Ini bukan nyinyir, tapi alarm sayang, apalagi menjadi Healthy tourism itu sensitif, alasannya sederhana karena orang yang sakit itu mudah kelelahan, mudah kesal, dan emosian…

Apalagi saat di jalan mau ke rumah sakit melihat jalan rusak, parkir sempit, pelayanan jutek itu kombinasi maut yang bisa mengusir niat berobat lebih cepat daripada mahalnya biaya.

Masalah lain juga yang sering luput dibahas adalah SDM pelayanan, terutama bahasa, kalau mau main di kelas Internasional, jangan sampai tamu dari Singapura, Thailand, atau negara lain cuma bisa senyum-senyum bingung dari pintu masuk sampai ruang rawat.

Dari satpam, petugas pendaftaran, perawat, sampai sopir penjemput, minimal paham bahasa Inggris dasar, bahkan bonus besar kalau ada yang bisa bahasa Mandarin.

Misalnya nih, pasien luar negeri turun dari pesawat, disambut ramah, ditanya dengan bahasa yang ia mengerti. Bukan malah kebingungan sambil buka Google Translate di tengah rasa nyeri. Di situ letak rasa aman, dan rasa aman itu separuh dari proses penyembuhan.

Soal pelayanan juga tak kalah penting, dokter kita hebat, tapi urusan senyum, penjelasan yang sabar, dan administrasi yang ringkas sering jadi penentu kesan.

Di luar negeri, pasien diperlakukan seperti tamu hotel, di sini, jangan sampai pasien merasa sedang ikut lomba ketahanan mental.

Wisata jangan cuma jadi pelengkap di proposal. Kalau orang sudah niat berobat sambil liburan, destinasi harus bersih, aman, dan tertata. Sungai Musi, wisata alam Sumsel, kampung wisata punya potensi besar. Tinggal dirawat, bukan sekadar dijadikan latar swafoto.

Namun, kalau healthy tourism Sumsel benar-benar berjalan, efeknya bisa terasa ke mana-mana. Hotel hidup, restoran rame, sopir travel senyum, UMKM ikut napas panjang.

Bahkan, uang yang biasanya terbang ke luar negeri bisa muter di kampung sendiri. Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi soal harga diri daerah.

Jadi, mampukah Sumsel menahan warganya berobat di kampung sendiri? Jawabannya bukan di baliho atau rapat.

Tapi, jawabannya ada di jalan yang bikin tenang, pelayanan yang bikin nyaman, SDM yang siap bicara lintas bahasa, dan pengalaman yang bikin orang bilang, “Sudah-lah, dak usah berobat ke luar negeri, disini samo bae, sudem dak kalah lagi kualitasnyo samo luar”

Kata pepatah yang pas untuk urusan ini “Sakit itu sudah berat, jangan ditambah ribet.” Orang tak mencari yang paling jauh, tapi yang paling menenangkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 4 Kasus Sembuh, 15 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 4 Kasus Sembuh, 15 Positif

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (10/2/2022) mengkonfirmasi penambahan 4 kasus sembuh dan 15 terkonfirmasi positif. “Ada penambahan 4 kasus sembuh dan 15 terkonfirmasi positif per 10 Februari 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2970 Laki-laki usia 39 tahun asal Sungai […]

  • Asanya SIMONEV di Luncurkan OKI untuk Tingkatkan Kualitas & Sediakan Informasi Capaian Pembangunan

    Asanya SIMONEV di Luncurkan OKI untuk Tingkatkan Kualitas & Sediakan Informasi Capaian Pembangunan

    • calendar_month Sabtu, 11 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melaunching Aplikasi Sistem Monitoring Dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMONEV) guna meningkatkan kualitas dan menyediakan informasi capaian pembangunan daerah. Kepala BAPPEDA, Aidil Azwari, SP., M.Si dalam laporannya menyampaikan ada dua indikator untuk melihat kinerja kunci (key performance indicator) yang ada dalam RPJMD tahun […]

  • Harga Daging Naik, Masyarakat Serbu di Bazar Ramadhan

    Harga Daging Naik, Masyarakat Serbu di Bazar Ramadhan

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    MENJELANG Hari Raya Idul Fitri tahun 1443 Hijriah, daging dan kebutuhan pokok di bazar Ramadan menjadi incaran kaum ibu. Para emak ini terpantau sejak pukul 07.30 WIB pagi, Senin (25/4/2022), memenuhi halaman kantor camat Plaju, tempat penyelenggaraan bazar Ramadan. Tepatnya di stand daging Bulog. Bazar Ramadhan di halaman kantor Camat Plaju ramai oleh para ibu-ibu […]

  • Siapa Mau Umrah dan Haji! Garuda Buka Rute Palembang – Jeddah

    Siapa Mau Umrah dan Haji! Garuda Buka Rute Palembang – Jeddah

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.843
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – PT Garuda Indonesia/GIA [Persero] membuka rute penerbangan [charter flight ] Palembang- Jeddah langsung guna melayani jamaah Sumsel yang hendak berangkat umrah dan Haji. Hal itu diungkapkan saat Gubernur Sumsel Herman Deru [HD] menerima audiensi rombongan PT Garuda Indonesia (Persero)  di ruang tamu gubernur, Senin (22/10/2018). “Rencananya mulai tanggal 4 november-akhir Desember akan […]

  • Gaungkan Optimisme di Ruang Digital

    Gaungkan Optimisme di Ruang Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mengajak para konten kreator yang mengikuti Bootcamp Kenduri Konten Kreator 2023 di Kampus Berakhlak Teluk Gelam (27-29) Oktober menggaungkan optimisme di ruang digital. Di era disrupsi informasi menurut Bupati Iskandar konten kreator memiliki peran yang sangat strategis. “Ruang digital kini terbuka lebar, setiap orang jadi produsen […]

  • KLHK-Polda Jambi Ringkus Penjualan Opsetan & Gading Gajah

    KLHK-Polda Jambi Ringkus Penjualan Opsetan & Gading Gajah

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    BALAI Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK Wilayah Sumatera bersama Polda Jambi berhasil menggagalkan penjualan opsetan Harimau Sumatra dan dua gading gajah. Tim operasi berhasil menangkap Pelaku perdagangan ilegal satwa dilindungi dan bagiannya berupa opsetan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), pada 23 Maret 2021, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Selanjutnya, tim juga berhasil menangkap pelaku perdagangan Gading Gajah […]

expand_less
WordPress Archive Tractor – Industrial & Manufacturing WordPress Theme Tracyle - Waste Management & Recycling Service Elementor Template Kit Trail – Bike Shop & Bicycle Repair Elementor Template Kit Transcargo - Transportation WordPress Theme for Logistics Transfers – Transport and Car Hire HTML Template Transition Slider – Responsive WordPress Slider Plugin Transland – Transport & Logistics WordPress Theme Translantic – Translation Service Agency Elementor Template Kit TranslatePress Pro - WP Translation Plugin Transpi - Logistics and Transportation WordPress Theme