Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kasus TBC di Indonesia Banyak di Alami Kelompok Produktif Usia 45-54 Tahun

Kasus TBC di Indonesia Banyak di Alami Kelompok Produktif Usia 45-54 Tahun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 23 Mar 2023
  • visibility 882
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, -Berdasarkan Global TB Report tahun 2022 jumlah kasus TBC terbanyak pada kelompok usia produktif terutama pada usia 25 sampai 34 tahun. Di Indonesia jumlah kasus TBC terbanyak yaitu pada kelompok usia produktif terutama pada usia 45 sampai 54 tahun.

 

Usia tersebut merupakan usia dimana mayoritas orang-orang bekerja. Pemerintah memfokuskan pengendalian TBC bagi para pekerja melalui Permenkes nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan TBC dan Permenaker nomor 13 tahun 2002 tentang Penanggulangan TBC di Tempat Kerja.

 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr. Imran Pambudi, MPHM mengatakan jumlah kasus TBC sensitif obat berdasarkan jenis pekerjaan tahun 2022 paling banyak dialami oleh buruh sebanyak 54.800 orang, petani 51.900 orang, dan wiraswasta 44.200 orang.

 

Sementara untuk jumlah kasus TBC resisten obat berdasarkan jenis pekerjaan Tahun 2022 paling banyak ada di wiraswasta 751 orang, buruh 635 orang, dan pegawai swasta BUMN atau BUMD 564 orang.

 

Angka keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 85%, paling tinggi ada pada tenaga profesional medis 79%, tenaga profesional non medis 78%, PNS 73%, kemudian disusul dengan yang lain.

 

Sementara angka keberhasilan pengobatan TBC resisten obat di Indonesia tahun 2022 secara umum keberhasilannya 55%. Dari angka tersebut yang paling tinggi adalah tenaga profesional medis 75%, tenaga profesional non medis 67%, guru atau dosen 66%, diikuti profesi yang lainnya.

 

”Edukasi itu sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan TBC karena pengobatannya lama. Kalau TB SO itu 6 bulan minimal, kalau TB RO itu minimal 1 tahun,” ujar dr. Imran pada konferensi pers hari TBC Sedunia 2023, Jumat (17/3) secara virtual.

Berdasarkan data kependudukan BPS 2022 lebih dari 80% pekerja informal tidak mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan. Menurut Imran, ini jadi tantangan bersama bagaimana membuat mereka mempunyai akses yang baik.

 

Dalam Strategi Nasional Eliminasi TBC yang tertuang pada Perpres nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis ada sejumlah strategi mengatasi TBC di Indonesia. Mulai dari penguatan komitmen, peningkatan akses layanan TBC, optimalisasi upaya promosi dan pencegahan TBC, pengobatan TBC dan pengendalian infeksi, kemudian pemanfaatan hasil riset dan teknologi.

 

Direktorat Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Maptuha menjelaskan Kemenaker menyusun Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 13 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja. Sasaran dari pelaksanaan Permenaker ini adalah pengusaha dan pengurus perusahaan, dokter perusahaan, pekerja atau buruh, dan bagi pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan pengawasan pelaksanaan penanggulangan tuberkulosis di tempat kerja.

 

”Upaya yang telah dilakukan Kemenaker dalam rangka penanggulangan TBC di tempat kerja adalah pada Tahun 2022 kami melakukan identifikasi risiko tinggi tuberkulosis di tempat kerja menggunakan formulir screening di 6 wilayah yaitu Jawa Tengah 1050 pekerja, Jawa Barat 2.719 pekerja, DKI Jakarta 100 pekerja, Jawa Timur 327 pekerja, Sumatera Utara 150 pekerja, dan Banten 409 pekerja,” ucapnya.

 

Selanjutnya sosialisasi pencegahan pengendalian kasus TBC serta strategi DOTS di tempat kerja dilakukan di 5 wilayah yaitu Banten, Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah.

 

Maptuha menambahkan rencana kegiatan penanggulangan tuberkulosis tahun 2023 yaitu sosialisasi penanggulangan TBC di tempat kerja sebanyak 500 orang pada 3 wilayah, dan screening TBC kepada pekerja di 18 wilayah.

 

Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof dr. Dwi Sutanto mengatakan hampir semua organ tubuh manusia bisa terkena TBC, tetapi yang paling sering adalah paru-paru.

 

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko infeksi TBC adalah penyakit yang memperburuk imunitas tubuh seperti HIV/ AIDS, diabetes, gangguan gizi, gagal ginjal, alkohol, perokok.

 

”Pekerja beresiko karena faktor risiko bekerja bisa karena usia masa kerja dan pajanan bahan di tempat kerja. Beberapa pajanan bahan di tempat kerja itu menyebabkan kondisi dan daya tahan tubuh di paru-paru menurun, contohnya seperti silika dan bahan-bahan toxic lainnya yang terhirup itu dapat merusak sistem pertahanan paru. Akibatnya kalau kena infeksi TBC paru-paru lebih rentan terinfeksi,” tutur Prof. Dwi.

 

Ventilasi di tempat kerja kurang baik, pencegahan infeksi di tempat kerja yang tidak berjalan, dan APD yang tidak digunakan optimal sampai kebiasaan merokok akan berisiko tinggi terinfeksi TBC.

 

Gejala seseorang terinfeksi TBC adalah batuk-batuk berdahak, batuk berdarah, sesak napas, lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, berkeringat malam hari, dan demam meriang.

 

”Tujuan pengobatan TBC adalah untuk menyembuhkan. Jadi kalau sudah ada yang terkena TBC wajib diobati supaya tidak menular kepada orang lain, produktivitas dan kualitas hidupnya menjadi lebih bagus, terutama bagi pekerja,” ungkap Prof. Dwi.

 

Keterlibatan perusahaan dalam upaya mengatasi TBC pada karyawannya sangat diperlukan. PT. Otsuka misalnya, perusahaan tersebut memiliki kefokusan dalam mengatasi TBC melalui program Free TBC @Workplaces.

 

Corporate Communication PT. Otsuka Sudarmadi Widodo menjelaskan program tersebut dibuat berdasarkan Permenkes nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan TBC dan Permenaker nomor 13 tahun 2002 tentang Penanggulangan TBC di Tempat Kerja.

 

”Kami menginisiasi program Free TBC @Workplaces, tujuannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas TBC dan eliminasi stigma tentang TBC,” katanya.

 

Program itu fokus pada mencegah timbulnya stigma negatif dan membangun kepedulian untuk mengatasi TBC sampai sembuh. Upaya yang dilakukan antara lain menyediakan nutrisionis.

 

”Kita ingin selain melakukan pengobatan, kita juga mengupayakan disiplin nutrisi, edukasi dengan nutrisi yang baik, dan kita juga memberikan support nutrisi makanan tambahan yang tinggi protein untuk membantu konsumsi nutrisi yang baik,” tutur Widodo.

 

Setelah itu dilakukan monitoring perkembangan klinis pegawai oleh dokter. Pihaknya juga berupaya berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menghapus stigma negatif.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Banyuasin Serahkan Tiga Alsintan Di Tiga Kecamatan

    Bupati Banyuasin Serahkan Tiga Alsintan Di Tiga Kecamatan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.382
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H. Askolani didampingi Kepala Dinas Pertanian Zainuddin dan Sekda Banyuasin H. Senen Har, hari ini menyerahkan tiga unit alat berat berupa Alat panen padi Combaine Harvester  kepada tiga Ketua kelompok tani di tiga kecamatan, yakni Sarmidi Ketua POKTAN Suka Makmur Desa Sri Katon kecamatan Air Saleh, H.M. Ali Ketua POKTAN Bausaka Desa Muara Baru […]

  • Mahasiswa Vokasi IPB Wajib jadi Swiss Army Knife, Multi Kompetensi untuk Dunia Kerja Masa Depan

    Mahasiswa Vokasi IPB Wajib jadi Swiss Army Knife, Multi Kompetensi untuk Dunia Kerja Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    DULU mahasiswa cukup jago satu bidang, kini dunia kerja menuntutmu seperti Swiss Army Knife satu alat, maksudnya banyak fungsi, dan siap menghadapi segala kondisi, seandainya kalau mata pisau saja cukup, kita tidak perlu repot membuka kaleng makanan pakai gergaji mini sambil menghadapi deadline yang datang seperti hujan di musim kemarau. Inilah realitas yang disampaikan Menteri […]

  • Pecah Ban, Mobil Dinas Asisten I Pemkot Pagaralam Tabrak Rumah Warga

    Pecah Ban, Mobil Dinas Asisten I Pemkot Pagaralam Tabrak Rumah Warga

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.658
    • 0Komentar

    MOBIL Dinas  Asisten I Pemkot Pagaralam Sumatera Selatan Agus Salim menambrak rumah warga, musibagh ini akibat dari ban mobil tersebut pecah ban. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12:30 WIB di Desa Pematang Bango, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam Sumatera Selatan, Rabu, (10/2/2020). Menurut keterangan Lurah Curup, Jare Dipensi Adriansyah mobil Dinas bernomor Polisi BG 9 W […]

  • Covid Pandemi Global, Transisi Pandemi ke Endemi Tidak Dapat Diputuskan Sendiri

    Covid Pandemi Global, Transisi Pandemi ke Endemi Tidak Dapat Diputuskan Sendiri

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 504
    • 0Komentar

    MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pandemi COVID-19 merupakan pandemi global yang tidak hanya terjadi di Indonesia, sehingga keputusan untuk melakukan transisi dari pandemi menjadi endemi tidak dapat diputuskan sendiri dan harus dikoordinasikan dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO. “Ini pandemi global Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai ini sudah menjadi endemi,” […]

  • Kata Dirut BSB : Muba Pertama di Sumsel Gunakan BSB Cash untuk Uji KIR Kendaraan

    Kata Dirut BSB : Muba Pertama di Sumsel Gunakan BSB Cash untuk Uji KIR Kendaraan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.129
    • 0Komentar

    DIREKTUR Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin menyampaikan  terimakasih atas komitmen Pemkab Muba untuk terus bekerjasama dengan BSB, sehingga dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang berguna untuk meningkatkan pelayanan publik. “Hari ini untuk pertama kali di Provinsi Sumsel diluncurkan Uji KIR Kendaraan Bermotor Menggunakan BSB Cash. Selain itu didukung dengan smart card yang sekaligus dapat digunakan untuk […]

  • Kawasan Palembang Rawan Banjir, Wawako Palembang Mulai Keliling Lagi, Temukan Salah Satu Penyebab Air Kerap Tersumbat, Warga Diingatkan Tetap Waspada & Jaga Kebersihan Lingkungan

    Kawasan Palembang Rawan Banjir, Wawako Palembang Mulai Keliling Lagi, Temukan Salah Satu Penyebab Air Kerap Tersumbat, Warga Diingatkan Tetap Waspada & Jaga Kebersihan Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.198
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengkhawatirkan banyaknya tiang milik perusahaan yang berdiri disaluran air yang berdampak penyumbatan saluran air. Ini terlihat, Kamis (16/9/2021) saat meninjau sistem saluran pengairan di Jalan Ketahun Keluraha  Siring Agung Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang. “Kita akan surati perusahaan yang mendirikan tiang disaluran pengairan dan akan kita panggil,” tegas Fitri. […]

expand_less
WordPress Archive Atisa – Interactive Portfolio Showcase WordPress Theme Atoms – Blog & Magazine Elementor Template Kit Atos – Construction Elementor Template Kit AtoZ – Blog & Magazine Elementor Template Kit AtoZ SEO Tools – Search Engine Optimization Tools Atra – Creative Agency Elementor Template Kit Atravel – Travel Agency Elementor Pro Full Site Template Kit Atria – Animals & Shelter Charity WordPress Theme Attitude – Multi-Purpose WordPress Theme AttorCO – Attorney & Lawyers WordPress Theme