Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » PENDIDIKAN : “Setengah Juta yang Mengubah Cara Pandang”

PENDIDIKAN : “Setengah Juta yang Mengubah Cara Pandang”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
  • visibility 674
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU boleh mau jujur, kadang hidup itu seperti papan tulis di ruang guru sering dihapus tapi tetap meninggalkan jejak. Begitulah kira-kira perasaan ribuan guru non-ASN binaan Kementerian Agama yang selama ini mengajar penuh semangat, walau dompet sering tinggal semangat doang.

Tapi mulai Januari 2025 lalu,  angin segar mulai berembus dari gedung Kemenag. Tunjangan profesi mereka naik Rp500 ribu.

Mungkin bagi sebagian orang itu cuma setara dua porsi ayam geprek level 10 sebulan penuh. Tapi buat para guru honorer yang saban hari berangkat ngajar naik motor butut sambil nenteng map plastik isi RPP, ini bukan sekadar angka. Ini semacam pengakuan negara, bahwa perjuangan mereka ngajar dengan cinta tak bisa terus dibayar dengan doa dan senyuman siswa.

Uniknya, kenaikan ini dirapel sejak Januari 2025, jadi, jangan kaget kalau ada guru madrasah dadakan beli sepatu baru, atau ngajak istri makan bakso berkuah susu kambing, itu bukan bancakan menang pilkades, tapi efek rapelan TPG!

Bayangkan, ada 227.147 guru bukan ASN yang menikmati kebijakan ini, dari guru madrasah sampai guru agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, semua kebagian, karena Kemenag memang tidak diskriminatif. Yang penting satu punya sertifikat pendidik dan semangat ngajar yang tidak pernah kadaluarsa.

Selama ini, guru non-ASN sering dianggap “pemain cadangan” di dunia pendidikan. Tapi mari kita luruskan, mereka justru sering jadi pemain inti di medan nyata.

Mereka masuk ruang kelas dengan sepatu lusuh, tapi menyemai harapan segar. Mereka tak punya pangkat, tapi punya derajat di mata murid-muridnya. Maka, kenaikan tunjangan ini bukan hadiah, tapi utang keadilan yang baru mulai dicicil.

Sebagaimana pepatah tua bilang, “Bukan baju seragam yang bikin hormat, tapi ilmu dan akhlak yang ditanam tiap hari tanpa pamrih”.

Menag Nasaruddin Umar dengan tegas menyebut bahwa langkah ini bukan cuma soal uang, tapi bagian dari misi besar meningkatkan profesionalitas guru. Bahasa halusnya kalau udah digaji lebih, ya ngajar juga harus lebih greget.

Tak boleh lagi ada guru agama yang cuma berceramah dari buku fotokopian tahun 90-an. Harus ada kreativitas. Misalnya, ngajarin akhlak lewat TikTok edukatif, atau ngajarin toleransi lewat drama kelas mini yang bikin murid nangis dan mikir sekaligus.

Buat para guru non-ASN, ini momen yang pas untuk bangkit, bukan hanya menagih hak, tapi menebar manfaat lebih luas. Karena sejatinya guru bukan hanya profesi, tapi jalan sunyi menuju perubahan.

Kata pepatah Banjar “Guru itu ibarat pelita dalam gulita”. Dan kalau pelitanya makin terang karena ada tambahan minyak (alias tunjangan), masa iya malah makin temaram?

Kita salut pada kebijakan ini, tapi salut saja tak cukup, harus ada evaluasi berkala, harus ada pengawasan pencairan, dan harus ada pelatihan lanjutan agar guru-guru kita tak hanya sejahtera secara angka, tapi juga unggul secara kualitas.

Kalau dulu semangat mengajar disebut “panggilan jiwa”, kini semestinya “panggilan jiwa plus intensif berkala”.

Kita percaya, pendidikan bukan cuma urusan kurikulum dan anggaran. Tapi juga soal moral dan teladan, maka, ketika tunjangan guru non-ASN naik, semestinya semangat dan mutu pengajaran pun ikut naik. Jangan sampai kita bikin murid pintar matematika, tapi lupa cara jadi manusia baik.

Dan buat para guru tercinta, teruslah jadi pahlawan yang walau tak bersenjata, tapi mampu menaklukkan kebodohan, satu pelajaran, satu senyuman, dan satu tunjangan pada satu waktu.

“Ilmu yang diberi dengan ikhlas, tak pernah berhenti bekerja meski pengajarnya telah tiada” – Catatan Pinggir Papan Tulis

Kalau kamu suka tulisan ini, silakan sebar ke grup WA alumni, grup wali murid, atau kirim ke mantan yang dulu pernah kamu ajarin makna cinta lewat pelajaran Fiqih.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Nasrun Umar Buka Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca

    Sekda Nasrun Umar Buka Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.257
    • 0Komentar

    Bangsa – bangsa yang maju itu tentu bangsa yang ingin membaca, tentu tidak salahnya bagi orang tua untuk membiasakan bagi anak-anaknya serta para generasi muda untuk lebih sering membaca. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Nasrun Umar menyebutkan, buku mempunyai peranan yang sangat besar dalam menunjang pendidikan, keberadaannya berdampingan erat dengan proses belajar mengajar, belajar tanpa buku di ibaratkan berlayar tanpa pedoman.

  • Menhan Ingatkan Soal Ancaman Adu Domba 

    Menhan Ingatkan Soal Ancaman Adu Domba 

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.057
    • 0Komentar

    “Ancaman Pilkada adalah ancaman adu domba, gak diadu aman semua,”

  • Turun ke lokasi rawan Karhutlabunlah, Pangdam II Sriwijaya kasih resep cegah kebakaran

    Turun ke lokasi rawan Karhutlabunlah, Pangdam II Sriwijaya kasih resep cegah kebakaran

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 718
    • 0Komentar

    TINGKAT pencegahan serta kewaspadaan potensi kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunlah) menjadi skala prioritas Pemerintah Kabupaten Muba bersama berbagai pihak terutama jajaran TNI dan Polri.   Jumat (8/7/2022) pagi, Pj Bupati Drs Apriyadi MSi bersama Pangdam ll Mayjen TNI Agus Suhardi, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika, dan Dandim 0401 Muba Letkol ARM Dede […]

  • Baca Ini, Cara Unik Sopir Truk Berpolitik

    Baca Ini, Cara Unik Sopir Truk Berpolitik

    • calendar_month Kamis, 18 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Bak menjadi media ekspresi para sopir truk. Menjelang pemilu presiden 17 April 2019, mereka membuat berbagai lukisan pada bak truknya. Truk-truk itu tampak berseliweran di jalur pantai utara Pulau Jawa. Di bak truk itu, tertulis: “Kopi Itu Pait, yang Manis Cuma Janji Tanpa Bukti. Jokowi-Ma’ruf 01KE, Terbukti Penuhi Janji.” Ada pula bak […]

  • Penuhi Stok Blanko e-KTP, OKI Gaet PNRI

    Penuhi Stok Blanko e-KTP, OKI Gaet PNRI

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id. Kayuagung – Dinas  Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ilir (Disdukcapil OKI) optimis pelayanan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) tidak lagi terkendala kekosongan stok blanko. Menurut data yang dihimpun, meski harus bekerja ekstra keras, terlebih menjelang pemilu, ditargetkan seluruh masyarakat OKI sudah memilki KTP-el dengan melakukan kerjasama dengan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai […]

  • “Batubara, Belanak & Bappeda, Saatnya Sumsel Berbelok ke Jalan Hijau!”

    “Batubara, Belanak & Bappeda, Saatnya Sumsel Berbelok ke Jalan Hijau!”

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 533
    • 0Komentar

    (Bilingual Article / Artikel Dua Bahasa: 🇮🇩 Indonesia – 🇬🇧 English Summary Below) BATUBARA dianggap emas hitam, sekarang ia mulai dianggap “mantan beracun” yang bikin bumi kepanasan, laut naik-naik ke daratan, dan petani bingung kenapa musim hujan datang pas panen. Sumatera Selatan, daerah yang selama ini “kaya batubara, tapi juga rawan banjir”, akhirnya mulai menoleh ke arah yang lebih […]

expand_less
WordPress Archive Univero | Education LMS & Courses WordPress Theme Universal – Corporate WordPress Multi-Concept Theme Universal – Full Multi-Purpose Android App Universh – Education Multipurpose WordPress Theme University – Education & Event and Course Theme University of Education WordPress Theme – Courses Management WP Unleash – Life Coach Elementor Template Kit Unlimited Addons for WPBakery Page Builder Unlimited Elements for Elementor Pro Unniq – Dark Digital Creative Agency Elementor Template Kit