Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Satgas Truk Bertonase, Saatnya Tegas, Bukan “Tegas-Tegasan!”

Satgas Truk Bertonase, Saatnya Tegas, Bukan “Tegas-Tegasan!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 1.424
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Palembang, persoalan truk bertonase besar bukan lagi sekadar urusan pintu masuk dan pintu keluar kota. Ini masalah lama yang setiap tahun berputar seperti kaset dangdut lawas, diputar terus, tapi solusi tak pernah benar-benar tuntas.

Bukan rahasia lagi, kondisi jalan kota makin hari makin memprihatinkan. Jalan tambal sulam nggak mulus lagi, bahkan banyak miring, ada juga yang berlubang, aspal menggembung, marka putus, dan warga dipaksa menghafal jalur alternatif lebih banyak dari hafalan PPKM tempo hari.

Semua akar masalahnya hampir selalu kembali pada satu hal kendaraan bertonase besar yang bebas melenggang tanpa kendali.

Karena itu, rapat tindak lanjut yang dipimpin Sekda Aprizal Hasyim layak diapresiasi. Namun apresiasi saja tidak cukup. Yang dibutuhkan warga Palembang saat ini bukan pertemuan rutin, bukan rencana manis, bukan pula kalimat ‘akan kita tindak lanjuti’, tetapi ketegasan yang konsisten, bukan tegas-tegasan yang hanya berbunyi di podium.

Perwali No. 26/2019 yang membatasi jam operasi kendaraan berat sebenarnya sudah jelas truk hanya boleh lewat pukul 21.00–06.00. Tetapi, aturan yang jelas tidak akan berarti apa-apa, jika pengawasan di lapangan masih memiliki banyak celah dan portal-portal yang dipasang masih terlalu sering kalah oleh truk yang ukurannya seperti rumah minimalis.

Portal rusak bukan sekadar kerusakan benda, tetapi simbol dari rusaknya kepatuhan. Portal rapuh itu mewakili banyak hal, lemahnya disiplin sopir, kurangnya pengawasan, dan minimnya efek jera. Bahkan portal yang dipasang sebagai pembatas kerap menjadi korban ditabrak, didorong, atau dianggap dekorasi belaka.

Dishub dan kepolisian memang sudah memasang pos jaga di beberapa titik. Namun pertanyaan kuncinya tetap sama yaitu apakah penjagaannya benar-benar efektif, atau hanya kegiatan seremoni sesaat?

Karena di lapangan, warga masih melihat truk besar mondar-mandir di jam-jam sibuk dan tidak sedikit yang berdalih “cuma menerus”, seperti pengunjung yang mengaku hanya numpang lewat padahal membawa seluruh isi rumah.

Ujntuk itu, dalam kondisi ini, pembentukan satgas lintas instansi adalah langkah yang tepat, bahkan mendesak. Tetapi satgas hanya akan menjadi nama indah di papan rapat kalau tidak dibekali dua hal, yaitu  wewenang penuh dan keberanian menindak tegas.

Ada satu pepatah lama yang kembali terasa relevan. “Jalan rusak bukan karena hujan, tapi karena aturan yang setengah dijalankan”

Palembang harus belajar dari pepatah itu. Ketika aturan hanya dijalankan separuh, maka kerusakan akan datang seutuhnya.

Dirlantas Polda Sumsel pun telah mengusulkan pemasangan CCTV di portal, langkah yang sangat diperlukan untuk menindak pelanggaran secara objektif. CCTV bukan hanya alat rekam, tetapi alat kontrol. Pelanggar tidak lagi bisa beralasan, dan aparat bisa bekerja dengan bukti yang kuat.

Kini bola ada di tangan pemerintah kota apakah Palembang benar-benar ingin menegakkan aturan, atau hanya ingin terlihat seperti menegakkan aturan?

Jadi, Kota ini sebenarnya sudah terlalu lama membayar mahal, rakyatnya juga udah capek mengeluh.. jalanan rusak, kemacetan yang makin parah, dan hanya memindahkan kemacetan jalan, risiko kecelakaan yang terus mengintai, waktu warga yang terbuang, dan kepercayaan publik yang perlahan terkikis.

Warga tidak menuntut hal muluk. Mereka hanya ingin kota yang aman, jalan yang layak, dan pemerintah yang berjalan lurus seperti yang mereka janjikan.

Keselamatan warga

Jika butuh rujukan, Palembang tidak perlu malu belajar dari kota lain contoh aja Tokyo, Jepang, kota ini  sudah puluhan tahun membatasi truk berat hanya lewat pada jam tertentu, dengan sistem logistik yang begitu rapi hingga keterlambatan lima menit saja dianggap aib nasional.

Singapore juga menerapkan zona larangan truk besar di jam sibuk, diawasi CCTV penuh, pelanggar langsung kena denda yang lebih sakit daripada patah hati.

Sementara di Munich, kendaraan bertonase besar dilarang masuk pusat kota, mereka diarahkan ke ring road yang memang dirancang untuk menahan beban. Bahkan Seoul menggunakan sistem izin elektronik yang otomatis menolak truk masuk bila bukan pada jam operasional.

Artinya apa? Kota-kota itu maju bukan karena teknologinya saja, tetapi karena aturan ditegakkan tanpa kompromi. Mereka tidak ‘tegas-tegasan’ mereka ya..memang tegas yang sesungguhnya, gak pake sandiwara atau pun drama-dramaan.

Oleh karena itu, pembentukan satgas adalah awal yang baik. Tapi awal tidak ada artinya tanpa tindak lanjut yang nyata. Ketegasan bukan diukur dari seberapa keras pejabat berbicara di rapat, tetapi seberapa konsisten aturan ditegakkan di lapangan.

Kini saatnya Palembang membuktikan bahwa dirinya bukan kota yang takut pada truk bertonase besar, melainkan kota yang berdiri tegak menegakkan aturan untuk keselamatan warganya.

Ingat! tegas itu tindakan, bukan sekadar nada bicara, dan Palembang membutuhkan itu sekarang bukan nanti, bukan besok, bukan setelah portal kembali tumbang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Ini Jangan Cepat Tidur, Harvest Moon Muncul, Jam Segini Bulan Paling Menawan

    Malam Ini Jangan Cepat Tidur, Harvest Moon Muncul, Jam Segini Bulan Paling Menawan

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Langit malam Indonesia bakal punya tontonan menarik pada Sabtu (26/9/2026) karena bulan purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon atau Bulan Panen akan terlihat menghiasi langit hingga larut malam. Menariknya, masyarakat sebenarnya sudah bisa melihat Bulan sejak sore, di Jakarta dan sekitarnya, Bulan diperkirakan mulai muncul dari ufuk pada pukul 17.29 WIB. Namun, jangan […]

  • google pixel 9 deteksi penipu panggilan telepon

    Lawan Penipu! Google Pixel 9 Kini Punya ‘Insting’ Deteksi Telepon Penipuan Secara Real-Time

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Bono
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Google kembali melakukan terobosan besar dalam hal keamanan pengguna melalui seri terbaru mereka, Google Pixel 9. Tidak hanya mengandalkan spesifikasi kamera, raksasa teknologi ini menyematkan fitur berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang mampu mendeteksi upaya penipuan melalui panggilan telepon secara langsung. Fitur keamanan ini dirancang untuk melindungi pengguna dari modus penipuan yang semakin canggih, seperti permintaan […]

  • Asa Sekda untuk Pengurus KORPRI OKI 

    Asa Sekda untuk Pengurus KORPRI OKI 

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Sebanyak 15 Orang Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) periode 2023-2028 yang diketuai oleh Ir. Asmar Wijaya, M.Si resmi dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Nora Elisya, S.H., M.M. Sebagai wadah berhimpun bagi para ASN, Kepengurusan KORPRI OKI yang baru saja dilantik ini diharapkan mampu menjawab […]

  • Tingkatkan Keimanan di Ramadan 1442 H, Sekwan DPRD OKI Gelar Kajian Rutin

    Tingkatkan Keimanan di Ramadan 1442 H, Sekwan DPRD OKI Gelar Kajian Rutin

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    DALAM rangka pembinaan rohani dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS). Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar kajian rutin. Sekretaris DPRD OKI, Hilwen, SH, M.SI dalam sambutannya menjelaskan, kajian rutin ramadhan ini diadakan untuk menambah dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan para ASN […]

  • Camat, Kades di OKI Diminta Proaktif Pantau Karhutlah

    Camat, Kades di OKI Diminta Proaktif Pantau Karhutlah

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    “Memang areal terbakar sudah berkurang tapi masih terlihat asap untuk itu ini harus betul-betul padam” tutupnya.  Januari tambah Iskandar pihaknya telah meminta komitmen pemegang HGU di wilayah ini untuk tanggap dan siaga karhutbunlah.Sejak awal kita tagih komitmen masing-masing agar membantu memadamkan karhutla bukan hanya di kebun sendiri tapi juga yang ada di sekitar dekat perusahaan karena karhutla merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah TNI/Polri saja”

  • Teken Tugu Berumur 92 Tahun Milik PDAM Tirta Musi, Harno : Semoga 2021 RKAP Terealisasi

    Teken Tugu Berumur 92 Tahun Milik PDAM Tirta Musi, Harno : Semoga 2021 RKAP Terealisasi

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo menandatangani batu prasasti Eks Gate Valve sebagai sumber pengairan di PDAM Tirta Musi. Menurutnya tugu pipa yang ada sejak zaman Kolonial Belanda di Kantor PDAM Tirta Musi memiliki nilai sejarah karena berdiri sejak 1928 atau berumur 92 tahun. “Pipa transmisi 9.300 mm CI dulunya, digunakan untuk pengisian tower di Gedung Waterleiding Jalan […]

expand_less
WordPress Archive Munich – Creative Portfolio WordPress Theme Muntech – IT Solutions & Technology Theme Musart – Music Label and Artists WordPress Theme Muscle – Sports Center & Solarium WordPress Theme Muse — Music WordPress Theme Museum – Responsive WordPress Theme Music Club – Band & DJ WordPress Theme Music & Dance WordPress Theme MusicBeat Music Bands Musicians & DJ’s WordPress Theme MusicPlay – Music & DJ Responsive WordPress Theme