Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Satgas Truk Bertonase, Saatnya Tegas, Bukan “Tegas-Tegasan!”

Satgas Truk Bertonase, Saatnya Tegas, Bukan “Tegas-Tegasan!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 1.431
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Palembang, persoalan truk bertonase besar bukan lagi sekadar urusan pintu masuk dan pintu keluar kota. Ini masalah lama yang setiap tahun berputar seperti kaset dangdut lawas, diputar terus, tapi solusi tak pernah benar-benar tuntas.

Bukan rahasia lagi, kondisi jalan kota makin hari makin memprihatinkan. Jalan tambal sulam nggak mulus lagi, bahkan banyak miring, ada juga yang berlubang, aspal menggembung, marka putus, dan warga dipaksa menghafal jalur alternatif lebih banyak dari hafalan PPKM tempo hari.

Semua akar masalahnya hampir selalu kembali pada satu hal kendaraan bertonase besar yang bebas melenggang tanpa kendali.

Karena itu, rapat tindak lanjut yang dipimpin Sekda Aprizal Hasyim layak diapresiasi. Namun apresiasi saja tidak cukup. Yang dibutuhkan warga Palembang saat ini bukan pertemuan rutin, bukan rencana manis, bukan pula kalimat ‘akan kita tindak lanjuti’, tetapi ketegasan yang konsisten, bukan tegas-tegasan yang hanya berbunyi di podium.

Perwali No. 26/2019 yang membatasi jam operasi kendaraan berat sebenarnya sudah jelas truk hanya boleh lewat pukul 21.00–06.00. Tetapi, aturan yang jelas tidak akan berarti apa-apa, jika pengawasan di lapangan masih memiliki banyak celah dan portal-portal yang dipasang masih terlalu sering kalah oleh truk yang ukurannya seperti rumah minimalis.

Portal rusak bukan sekadar kerusakan benda, tetapi simbol dari rusaknya kepatuhan. Portal rapuh itu mewakili banyak hal, lemahnya disiplin sopir, kurangnya pengawasan, dan minimnya efek jera. Bahkan portal yang dipasang sebagai pembatas kerap menjadi korban ditabrak, didorong, atau dianggap dekorasi belaka.

Dishub dan kepolisian memang sudah memasang pos jaga di beberapa titik. Namun pertanyaan kuncinya tetap sama yaitu apakah penjagaannya benar-benar efektif, atau hanya kegiatan seremoni sesaat?

Karena di lapangan, warga masih melihat truk besar mondar-mandir di jam-jam sibuk dan tidak sedikit yang berdalih “cuma menerus”, seperti pengunjung yang mengaku hanya numpang lewat padahal membawa seluruh isi rumah.

Ujntuk itu, dalam kondisi ini, pembentukan satgas lintas instansi adalah langkah yang tepat, bahkan mendesak. Tetapi satgas hanya akan menjadi nama indah di papan rapat kalau tidak dibekali dua hal, yaitu  wewenang penuh dan keberanian menindak tegas.

Ada satu pepatah lama yang kembali terasa relevan. “Jalan rusak bukan karena hujan, tapi karena aturan yang setengah dijalankan”

Palembang harus belajar dari pepatah itu. Ketika aturan hanya dijalankan separuh, maka kerusakan akan datang seutuhnya.

Dirlantas Polda Sumsel pun telah mengusulkan pemasangan CCTV di portal, langkah yang sangat diperlukan untuk menindak pelanggaran secara objektif. CCTV bukan hanya alat rekam, tetapi alat kontrol. Pelanggar tidak lagi bisa beralasan, dan aparat bisa bekerja dengan bukti yang kuat.

Kini bola ada di tangan pemerintah kota apakah Palembang benar-benar ingin menegakkan aturan, atau hanya ingin terlihat seperti menegakkan aturan?

Jadi, Kota ini sebenarnya sudah terlalu lama membayar mahal, rakyatnya juga udah capek mengeluh.. jalanan rusak, kemacetan yang makin parah, dan hanya memindahkan kemacetan jalan, risiko kecelakaan yang terus mengintai, waktu warga yang terbuang, dan kepercayaan publik yang perlahan terkikis.

Warga tidak menuntut hal muluk. Mereka hanya ingin kota yang aman, jalan yang layak, dan pemerintah yang berjalan lurus seperti yang mereka janjikan.

Keselamatan warga

Jika butuh rujukan, Palembang tidak perlu malu belajar dari kota lain contoh aja Tokyo, Jepang, kota ini  sudah puluhan tahun membatasi truk berat hanya lewat pada jam tertentu, dengan sistem logistik yang begitu rapi hingga keterlambatan lima menit saja dianggap aib nasional.

Singapore juga menerapkan zona larangan truk besar di jam sibuk, diawasi CCTV penuh, pelanggar langsung kena denda yang lebih sakit daripada patah hati.

Sementara di Munich, kendaraan bertonase besar dilarang masuk pusat kota, mereka diarahkan ke ring road yang memang dirancang untuk menahan beban. Bahkan Seoul menggunakan sistem izin elektronik yang otomatis menolak truk masuk bila bukan pada jam operasional.

Artinya apa? Kota-kota itu maju bukan karena teknologinya saja, tetapi karena aturan ditegakkan tanpa kompromi. Mereka tidak ‘tegas-tegasan’ mereka ya..memang tegas yang sesungguhnya, gak pake sandiwara atau pun drama-dramaan.

Oleh karena itu, pembentukan satgas adalah awal yang baik. Tapi awal tidak ada artinya tanpa tindak lanjut yang nyata. Ketegasan bukan diukur dari seberapa keras pejabat berbicara di rapat, tetapi seberapa konsisten aturan ditegakkan di lapangan.

Kini saatnya Palembang membuktikan bahwa dirinya bukan kota yang takut pada truk bertonase besar, melainkan kota yang berdiri tegak menegakkan aturan untuk keselamatan warganya.

Ingat! tegas itu tindakan, bukan sekadar nada bicara, dan Palembang membutuhkan itu sekarang bukan nanti, bukan besok, bukan setelah portal kembali tumbang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gotong Royong Bisa Putus Rantai COVID-19

    Gotong Royong Bisa Putus Rantai COVID-19

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.331
    • 0Komentar

    SALAH satu cara yang efektif untuk menghadapi pandemi COVID-19 itu dengan bergotong-goyong dan saling mengingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Demikian diungkapkan oleh Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP, pada acara Gerakan Bakti Gotong Royong PMI Kabupaten Muba menuju desa new normal […]

  • Alhamdulillah, Kini Rumah Baca Tulis Al Qur’an Ini Berdiri Kokoh

    Alhamdulillah, Kini Rumah Baca Tulis Al Qur’an Ini Berdiri Kokoh

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    RUMAH baca tulis Al Qur’an dikawasan jalan Musi Raya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang kini berdiri kokoh. Sebelumnya rumah baca tulis Al Qur’an yang diasuh Teguh Darmadi bersama istrinya Ade, nyaris roboh, Desember tahun lalu (2021) menyita perhatian Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda untuk segera diperbaiki. “Alhamdulilah ada program Baznas Kota Palembang, sehingga rumah […]

  • Kebersamaan Terus Terjalin di Kantor Dinkominfo Muba

    Kebersamaan Terus Terjalin di Kantor Dinkominfo Muba

    • calendar_month Minggu, 3 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Terapkan Jumat sehat, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin secara rutin gelar senam bersama setiap Jum’at pagi di halaman Kantor Diskominfo Muba. Terpantau, setiap Jum’atnya seluruh karyawan karyawati Dinkominfo sangat antusias dan selalu gembira riah mengikuti setiap gerakan dari instruktur senam. Dan seperti biasanya, keluarga besar Dinkominfo Muba ini setiap usai senam […]

  • Rakor Pemilu- Pilkada, Asanya OKI Ciptakan 2 Hal Ini

    Rakor Pemilu- Pilkada, Asanya OKI Ciptakan 2 Hal Ini

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Rapat koordinasi [rakor] menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 digelar Pemkab OKI. Rakor tersebut diharapkan erwujudnya sinergitas yang kuat dan berkesinambungan, dalam upaya menciptakan Pemilu dan Pilkada yang demokratis dan damai. Langkah ini dilakukan dengan melibatkan jajaran Forkopimda, KPU, Bawaslu serta berbagai elemen masyarakat. Bupati OKI melalui Sekretariat Daerah, […]

  • Muba Sulap Eks Akper Jadi RS Penanganan COVID-19

    Muba Sulap Eks Akper Jadi RS Penanganan COVID-19

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    Musi Banyuasin [Muba] serius perang terhadap COVID-19 dengan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk penanganan virus tersebut.     SALAH satunya menyiapkan ruangan untuk para pasien jika ada lonjakan ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, juga sebelumnya melakukan Rapid test secara mandiri dengan menyediakan kuota […]

  • Vaksinasi Terus Dimaksimalkan, Gubernur Terus Kejar Target Herd Immunity 70 Persen

    Vaksinasi Terus Dimaksimalkan, Gubernur Terus Kejar Target Herd Immunity 70 Persen

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 648
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru kembali memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat di Sumsel. Hal ini dilakukannya sebagai upaya mengejar  herd imunity dengan target 70 persen warga Sumsel sudah divaksin di awal tahun 2022 mendatang. Terbaru, Senin (1/11) bapak infrastruktur Sumsel ini, meninjau vaksinasi yqng digelar DPD Partai Gerindra Sumsel bertempat di Gedung […]

expand_less
WordPress Archive Munich – Creative Portfolio WordPress Theme Muntech – IT Solutions & Technology Theme Musart – Music Label and Artists WordPress Theme Muscle – Sports Center & Solarium WordPress Theme Muse — Music WordPress Theme Museum – Responsive WordPress Theme Music Club – Band & DJ WordPress Theme Music & Dance WordPress Theme MusicBeat Music Bands Musicians & DJ’s WordPress Theme MusicPlay – Music & DJ Responsive WordPress Theme