Kebijakan

Baznas Muba Bantu Dana untuk Bangun Rumah Tak Layak Huni

foto : Humas Muba

Sumselterkini.co.id, Lais – Badan Amil Zakat Nasional [Baznas] Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] mengalokasi dana untuk membangun rumah warga yang tak layak huni di Kecamatan Lais.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi menyatakan berdasarkan data BPS ( Badan Pusat Statistik) Kecamatan Lais merupakan kantong kemiskinan tertinggi di Muba.

“Kita manfaatkan juga Program Baznas untuk membantu membangun rumah yang tak layak huni di Kecamatan Lais, guna menekan angka kemiskinan sesuai arahan Bupati Muba,”ungkapnya  pada Acara Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Danau Cala, Jum’at (5/4/2019).

Sehingga diharapkan ke depannya lebih efektif untuk mengurangi jumlah masyarakat yang tak memiliki hunian layak.

Menurutnya, program bedah rumah tidak layak huni merupakan wujud kepedulian Pemkab Muba melalui Baznas Muba terhadap rumah milik warga tidak mampu yang tidak layak huni.

“Program pengentasan bidang sosial yang bersifat membantu terhadap sesama ini sangat dinantikan masyarakat dan akan turus dilaksanakan”, ujarnya.

Pada tahun ini, kata dia, ada 130 bantuan rumah tak layak huni untuk warga yang berada belantaran sungai dari Pemerintah Pusat dan dari Pemkab Muba juga ada 130 rumah tidak layak huni di Kecamatan Lais akan di rehab dengan program bedah rumah.

Ketua Baznas Muba Drs H Lukman Hakim MSi dalam kesempatan yang sama melaporkan bahwa program pendayagunaan zakat melalui bedah rumah yang dilaksanakan oleh Baznas Muba sebagai upaya ikut mensukseskan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Muba.

“Kita fokus sehingga target penurunan angka kemiskinan di Muba bisa menjadi satu digit sesuai yang dicanangkan Bupati, maka kita akan bersinergi terus untuk upaya dan niat baik ini  tuturnya.

“Tahun ini kami sudah melakukan rehab total 6 rumah dan rehab sedang 1 rumah,” sebutnya.

Perlu diketahui bersama, Bedah rumah ini berlangsung dengan rumah yang dibangun berukuran 6×5 meter persegi yang dihuni Nurhayati bersama anaknya. Rumah tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.

Rumah nenek berusia 75 tahun tersebut dindingnya terbuat dari kayu, sudah tampak rapuh, ditambah bagian atap rumah sudah banyak yang bocor dengan adanya program bedah rumah warga yang membutuhkan tentunya sangat terbantu dan bersyukur.

Nurhayati saat  di wawanacara dengan mata berkaca -kaca mengaku sangat bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT lewat program bedah rumah.

“Jika membangun sendiri, tak mungkin karena tidak memiliki modal, apalagi saya sudah tua,”urainya.[**]

 

Penulis : win

Comments

Terpopuler

To Top