Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » Jenderal Soedirman, Panglima Besar Tetap Pimpin Perang Gerilya Meski Sakit Parah

Jenderal Soedirman, Panglima Besar Tetap Pimpin Perang Gerilya Meski Sakit Parah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inspirasi Kemerdekaan, Kisah Panglima Besar yang Mengajarkan Arti Keteguhan dan Pantang Menyerah

SUMSELTERKINI.CO.ID – Jenderal Soedirman adalah sosok yang namanya tidak pernah lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), seorang pemimpin yang tetap berada di tengah perjuangan meski tubuhnya harus melawan penyakit yang semakin melemahkan.

Ada satu hal yang membuat kisah Jenderal Soedirman selalu dikenang. Ketika kondisi kesehatan memaksanya untuk beristirahat, ia justru memilih tetap memimpin perang gerilya melawan Belanda.

Dengan tubuh yang sakit, Soedirman berjalan bersama para prajuritnya, melewati hutan, jalan terjal, dan medan sulit demi menjaga agar perjuangan Indonesia tetap berjalan.

Kisahnya bukan hanya tentang peperangan, tetapi tentang keteguhan hati seorang manusia yang tetap memilih bertahan ketika keadaan tidak berpihak kepadanya.

Menjelang HUT RI ke-81, kisah para pejuang kembali terasa dekat, sebab kemerdekaan yang kita rasakan hari ini bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Ada pengorbanan panjang dari mereka yang hidup jauh sebelum kita, orang-orang yang rela memberikan tenaga, waktu, bahkan nyawa demi Indonesia.

Siang menjelang salat Jumat sekitar pukul 11.00 WIB, matahari terasa cukup menyengat. Saat melangkah keluar rumah, pandangan saya berhenti pada bendera Merah Putih berkibar pelan di depan rumah tetangga.

Angin membuat kain merah dan putih itu bergerak perlahan. Pemandangan sederhana tersebut sebenarnya sering kita lihat setiap bulan Agustus. Namun hari itu terasa berbeda.

Saya kemudian berpikir, bendera yang kini bisa berkibar dengan bebas ternyata memiliki perjalanan panjang. Ada perjuangan dan pengorbanan besar di baliknya.

Dari pemandangan sederhana itu, ingatan kembali tertuju pada sosok-sosok yang pernah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah Jenderal Soedirman.

Dari Seorang Guru Menuju Panglima Besar

Jenderal Soedirman lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, pada 24 Januari 1916. Sebelum dikenal sebagai panglima besar, ia menjalani kehidupan sebagai seorang guru.

Profesi tersebut membentuk karakter Soedirman menjadi pribadi yang disiplin, sederhana, dan dekat dengan masyarakat. Nilai-nilai dari dunia pendidikan itulah yang kemudian menjadi bekal ketika ia memasuki masa perjuangan bangsa.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, perjuangan ternyata belum selesai. Bangsa yang baru berdiri itu masih menghadapi ancaman ketika Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia.

Dalam situasi penuh ketidakpastian tersebut, nama Soedirman mulai semakin dikenal. Ia dipercaya memimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR), organisasi yang kemudian berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia.

Kepercayaan itu muncul karena Soedirman bukan hanya seorang pemimpin yang memberi perintah, tetapi juga sosok memahami kondisi para prajurit berada bersamanya.

Ketika Seorang Panglima Berjuang Melawan Penyakit

Ujian terbesar dalam perjalanan Jenderal Soedirman datang ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II pada Desember 1948.

Saat itu, Yogyakarta yang menjadi ibu kota Republik Indonesia berhasil diduduki Belanda. Situasi bangsa kembali berada dalam ancaman.

Pada waktu yang sama, kondisi kesehatan Soedirman juga semakin menurun. Ia menderita penyakit tuberkulosis (TBC), membuat tubuhnya semakin lemah.

Secara medis, ia membutuhkan perawatan dan istirahat. Namun, sebagai seorang pemimpin, Soedirman merasa perjuangan bangsa tidak boleh berhenti.

Ia pun memilih tetap bergerilya, dengan kondisi tubuh sakit, Soedirman meninggalkan Yogyakarta bersama pasukannya. Perjalanan panjang dimulai, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari serangan Belanda.

Dalam perjalanan itu, ia sering harus ditandu para prajurit.

Seorang panglima besar seharusnya bisa berada di tempat aman, justru memilih tetap bersama pasukannya di tengah medan perjuangan. Tubuhnya memang semakin lemah, tetapi semangatnya menjadi kekuatan bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.

Bagi para prajurit, kehadiran Soedirman bukan hanya sebagai pemimpin militer. Ia menjadi simbol perjuangan masih ada dan Indonesia belum menyerah.

Strategi perang gerilya dipimpinnya membuat pasukan Indonesia tetap mampu memberikan perlawanan. Perjuangan tersebut juga membuktikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih berdiri dan terus mempertahankan kemerdekaannya.

Namanya Tetap Hidup Bersama Merah Putih

Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia, kondisi kesehatan Jenderal Soedirman terus memburuk. Ia wafat pada 29 Januari 1950 dalam usia 34 tahun.

Usianya memang tidak panjang, tetapi perjuangannya meninggalkan pesan tidak pernah hilang.

Kini, setiap kali melihat Merah Putih berkibar, kita mungkin hanya melihatnya sebagai simbol negara. Namun dibalik warna merah dan putih itu ada cerita tentang keberanian, pengorbanan, dan perjuangan panjang para pendahulu bangsa.

Jenderal Soedirman mengajarkan perjuangan bukan hanya tentang siapa yang memiliki tubuh paling kuat. Perjuangan adalah tentang siapa yang tetap berdiri ketika keadaan menjadi paling sulit.

Menjelang HUT RI ke-81, kisahnya menjadi pengingat kemerdekaan sebab bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk dihargai dan diisi dengan hal-hal baik bagi bangsa.

Apalagi sebuah bangsa tidak hanya dibangun oleh mereka yang menang dalam keadaan mudah, tetapi juga oleh mereka yang tetap berjuang ketika semuanya terasa berat.

Dan setiap kali Merah Putih berkibar, nama Jenderal Soedirman akan selalu mengingatkan kita kemerdekaan Indonesia lahir dari keberanian orang-orang yang tidak pernah memilih menyerah. (***)

 

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan referensi sejarah mengenai Jenderal Soedirman, perjuangan perang gerilya, Agresi Militer II Belanda, serta perjalanan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ditulis ulang dengan gaya literasi populer yang ringan, inspiratif, edukatif, dan reflektif agar tetap relevan dibaca sepanjang waktu.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sumsel-lumbung-energi

    Hebat, Sumsel Tekan Laju Inflasi

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2017
    • account_circle Bono
    • visibility 1.301
    • 0Komentar

    Dari rakor ini tercatat dua kesimpulan yang menonjol, dimana perkembangan inflasi Sumsel sepanjang tahun 2017 relatif terkendali. Ini terlihat dari rendahnya inflasi pasca lebaran di 2017 yang lebih rendah dari historis inflasi lebaran tiga tahun terakhir

  • 83.159 Warga Sumsel Segera Nikmati Kartu Pra Kerja, Dapat Pelatihan Online & Digaji Rp600.000/Bulan

    83.159 Warga Sumsel Segera Nikmati Kartu Pra Kerja, Dapat Pelatihan Online & Digaji Rp600.000/Bulan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    Kabar baik disampaikan Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Menurutnya dalam waktu dekat sebanyak 83.159 warga Sumsel segera menikmati Kartu Prakerja, bahkan bakal mendapat pelatihan secara online gratis dan digaji Rp600 .000 per bulan selama 4 bulan. Enak khan…!!   HAL itu sesuai dengan program pemerintah pusat, selain mereka yang di rumahkan atau PHK akibat terdampak Covid-19, […]

  • Ini 28 pemain untuk Piala Asia U-23 2024 yang dipanggil Shin Tae-yong, Ada Nathan Noel

    Ini 28 pemain untuk Piala Asia U-23 2024 yang dipanggil Shin Tae-yong, Ada Nathan Noel

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.772
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Pelatih tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong memanggil 28 pemain untuk persiapan Piala Asia U-23 Qatar 2024. Turnamen ini akan digelar mulai 15 April hingga 3 Mei mendatang. Skuad Garuda Muda telah berkumpul di Jakarta pada Minggu (31/3). Ketua Umum PSSI, Erick Thohir pun hadir pada malam hari untuk memberikan semangat dan motivasi di […]

  • Dengar Curhatan Hingga Sambangi Warga Sakit 

    Dengar Curhatan Hingga Sambangi Warga Sakit 

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    MUSIM kemarau yang saat ini melanda Kabupaten Musi Banyuasin juga diiringi dengan musim ikan. Memanfaatkan dua musim tersebut, tampak sudah beberapa pekan belakangan ini Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang juga Ketua PMI Muba tersebut menyisir daerah pelosok untuk edukasi sekaligus sosialisasi pencegahan karhutbunlah sembari memancing ikan di Sungai, minggu (9/8/2020). Ia beserta rombongan pengurus […]

  • Palembang Usulkan Kuota 1.129 Unit Rumah Untuk MBR Di Kementrian PUPR

    Palembang Usulkan Kuota 1.129 Unit Rumah Untuk MBR Di Kementrian PUPR

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    DALAM rangka penerimaan rencana bantuan pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Kementerian PUPR melalui Kepala Satuan Kerja Penyediaan Rumah Swadaya (PRS) Kementerian PUPR, Serdju Bindarum kunjungi Rumah Dinas Walikota Palembang guna memastikan kesiapan Daerah dalam perencanaan tersebut. Dikatakan Serdju, ada beberapa unsur yang masuk dalam kategori masyarakat yang dapat menerima bantuan tersebut, yaitu para […]

  • Turis Naik, Hotel Malah Sepi – Fenomena Pariwisata Indonesia

    Turis Naik, Hotel Malah Sepi – Fenomena Pariwisata Indonesia

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.282
    • 0Komentar

    KAMIS sore belum lama ini, ruang pers Kementerian Pariwisata penuh sesak, angka-angka melayang seperti kembang api, kunjungan wisman 1,48 juta pada Juli, naik 13,01% dibanding Juli 2024. Malaysia, Australia, Tiongkok berturut-turut jadi “top three” pendarat stempel paspor. Secara kumulatif Januari–Juli 2025, wisman tembus 8,53 juta (+10,04%). Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara pada Juli menyentuh […]

expand_less
WordPress Archive Termico - Spa and Beauty Salon WordPress Theme Terminus – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Terra – Startup & Technology WordPress Theme Ters | Contemporary Event WordPress Theme Tessa – Modern Theme for Blogs & Magazines Testimonial Awesome Pro – Testimonial Plugin WordPress Slider Real Testimonials Pro Tetriz – Creative Portfolio WordPress Theme Tetta – Photography & Portfolio Elementor Template Kit Texter – Content Writing Service Agency Elementor Kit