Jasa & Niaga

Begini Kata PHRI Dampak COVID-19 Terhadap Bisnis Perhotelah di Sumsel

Foto : istimewa

DUNIA bisnis di jasa perhotelan ternyata, salah satu yang merugi akibat mewabahnya Covid-19, Di Sumatera Selatan [Sumsel] setidaknya ada 8 hotel yang tutup, menurut Laporan Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel).

Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin mengatakan, penutupan tersebut akibat dari tingkat akupansi Hotel yang anjlok dalam setiap harinya.

Dia menyebutkan beberapa hotel yang tutup itu, antara lain, Santika Premier Bandara, Sandjaya, Shofa Marwah, Sentosa, Note Prabumulih, Grand Citra Prabumulih, Daffam Lubuk Linggau dan Hotel Dewi Martapura.

Sedangkan, untuk hotel Harper dan Fave yang diketahui telah menjalani penutupan, dirinya mengungkapkan, kedua hotel tersebut masih tetap menerima tamu untuk menginap. Namun tamunya dialihkan ke hotel Aston, karena masih dalam satu manajemen

Sementara, lanjut dia Hotel Novotel, Maxone, Aryaduta, Exelton, Batiqa, Santika Radial dan Hotel Wyndham masih tetap buka. “Namun sesuai dengan kebijaksanaan manajemen hotel masing-masing. Karyawannya ada yang di rumahkan dan masuk secara bergantian 2 minggu sekali,” sebut, selasa [7/4/2020].

Dijelaskan Herlan, semua karyawan hotel yang tutup tersebut tidak dikenakan pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan cuti diluar tanggung jawab perusahaan, jika keadaan normal kembali, mereka akan kerja lagi.

Sedangkan, untuk Hotel Harper dan Fave yang diketahui telah menjalani penutupan, kedua hotel tersebut masih tetap menerima tamu untuk menginap. Namun tamunya dialihkan ke Hotel Aston, karena masih dalam satu manajemen.[***]

 

Comments

Terpopuler

To Top