Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Upaya Kendalikan Banjir, Presiden Resmikan Bendungan Kuningan

Upaya Kendalikan Banjir, Presiden Resmikan Bendungan Kuningan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
  • visibility 1.378
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERTEMPAT di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jokowi meresmikan Bendungan Kuningan, Selasa (31/8/2021) sore.

Mulai dibangun selama tujuh tahun, bendungan ini menelan biaya Rp 513 miliar. Bendungan dengan daya tampung 25,9 juta m3 ini akan menyuplai air secara berkelanjutan bagi 3.000 hektar sawah masyarakat di Kuningan, Cirebon, hingga Brebes.

Selain untuk ketahanan air, Bendungan Kuningan bermanfaat sebagai pengendalian banjir, penyediaan air baku, hingga menghasilkan listrik sebesar 0,5 MW.

Bendungan Kuningan juga diharapkan mendorong petani meningkatkan produksi tanaman pangan, dari sekali setahun menjadi dua atau tiga kali satu tahun. Dengan bertambahnya frekuensi tanam, maka diharapkan kesejahteraan para petani bisa meningkat.

“Ini untuk menyediakan air pertanian irigasi bagi 3 ribu hektare sawah masyarakat di Kabupaten Kuningan, Cirebon, dan Brebes,” ujar Jokowi dalam siaran virtual peresmian Bendungan Kuningan.

Jokowi juga meminta agar bendungan itu disambungkan dengan penataan jaringan irigasi saluran primer, sekunder, tersier, dan kuarter. Penyambungan itu penting agar kehadiran bendungan bermanfaat untuk menyediakan air irigasi bagi para petani. “Bukan saja menigkatkan produktivitas pertanian, tapi juga memudahkan penyediaan air bersih yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Saat pembangunan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus merelokasi rumah sejumlah warga yang ada di sekitar bendungan itu. Ada 419 unit rumah khusus yang disediakan Kementerian PUPR bagi masyarakat terdampak relokasi.

Bendungan Kuningan terletak di Dusun Cileuweung Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum. Sebelum dinamai Bendungan Kuningan, bendungan ini dinamakan Waduk Cileuweung.

Sumber mata air berasal dari Desa Cikaro, yang merupakan anak sungai Cijangkelok di mana sungai Cisanggarung sebagai sungai utamanya.

Ada 6 desa terdampak Bendungan Kuningan akan digenangi air, namun hanya 1 desa yang seluruh wilayahnya akan tenggelam oleh air bendungan tersebut. Bendungan Kuningan sendiri memiliki luas sekitar 284,45 hektare.

Bendungan itu dibangun antara lain dengan tujuan bermanfaat untuk irigasi sebanyak 3.000 hektare, masing-masing D.I Cileuweung = 1.000 Ha (Kuningan) dan D.I Jangkelok = 2.000 Ha (Brebes), pengendalian banjir dengan reduksi banjir 429,24 m3/s (67,83%), pengairan air baku 300 l/det, PLTA 500 kW dan lain sebagainya.

Menurut Tri Sasongko Widianto, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung kala itu, Bendungan Kuningan sudah direncanakan sejak tahun 1984 dan telah melalui berbagai penelitian dan studi kelayakan. InfoPublik (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Terus Dukung Pengembangan UKM, Wawako Kunjungi Pengusaha Ikan Hias

    Pemkot Terus Dukung Pengembangan UKM, Wawako Kunjungi Pengusaha Ikan Hias

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    DALAM upaya meningkatkan perekonomian mayarakat kota Palembang terus dilakukan oleh Pemerintah kota Palembang, salah satunya yaitu terus mendukung para pengusaha kecil yang hingga saat ini masih sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah. Seperti yang dilakukan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda dalam kunjungannya ke lokasi pembudidaya ikan hias, khususnya ikan Cupang di Jalan Sungai Sedapat, Lorong Setia […]

  • CCTV, Jaksa & Nasib Nelayan

    CCTV, Jaksa & Nasib Nelayan

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

    PROGRAM Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tengah dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan di 65 lokasi dengan anggaran Rp 1,34 triliun tentu terdengar ambisius. Fasilitas yang dijanjikan, mulai dari dermaga, cold storage, pabrik es, hingga sentra kuliner, seolah jadi jawaban atas berbagai persoalan klasik sektor perikanan. Namun, justru mencuri perhatian adalah metode pengawasan, pemasangan CCTV di […]

  • Pj Bupati OKI ajak masyarakat jaga lingkungan hidup

    Pj Bupati OKI ajak masyarakat jaga lingkungan hidup

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Asmar Wijaya memimpin kegiatan penanaman pohon, dalam rangkaian memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Penanaman bibit pohon dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta jajaran ASN Pemkab OKI. “Pemulihan lingkungan merupakan kunci dalam membalikkan arus degradasi lahan, dan dapat sekaligus meningkatkan mata pencaharian, mengurangi kemiskinan dan […]

  • Luar Biasa, Milenium OKI Ini Ikut Ajang Lomba Penelitian APCYS di Rusia

    Luar Biasa, Milenium OKI Ini Ikut Ajang Lomba Penelitian APCYS di Rusia

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    MESKI tinggal di daerah, tepatnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI], namun Dhonan Nabil Hibatullah siswa kelas XII SMAN 1 Kayuagung berhasil terpilih menjadi salah satu dari 8 peneliti muda di Indonesia yang mengikuti ajang Lomba Penelitian Internasional 8th Asia Pacific Conference of Young Scienties (APCYS) 2019 di Rusia pada 14-20 Oktober 2019 lalu. Keberhasilan milenium Kayuagung ini […]

  • Begini Kata Sandiaga Terkait Ada Tempe di Jual Sachet Seperti Sampo

    Begini Kata Sandiaga Terkait Ada Tempe di Jual Sachet Seperti Sampo

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,- SEMARANG – Saat menemui para pedagang di Pasar Sendiko, Wonodri, Semarang, calon wakil presiden Sandiaga Uno merasa kaget setelah mendapatkan tempe berbentuk sachetan (kemasan). Tempe sachet tersebut dijual oleh seorang pedagang Pasar Sendiko bernama Yani. Saat ditanya, Yani menjelaskan, dirinya memilih menjual tempa sachet untuk menyiasati naiknya harga tempe. “Ini mengantisipasi naiknya harga tempe,” […]

  • Tifa, Nada Ritmik Refleksi Indahnya Papua

    Tifa, Nada Ritmik Refleksi Indahnya Papua

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 3.189
    • 0Komentar

    Indonesia terdiri dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke.Setiap daerah memiliki kesenian khas, seperti alat musik tifa dari Indonesia timur Masyarakat Papua adalah masyarakat yang ekspresif. Mereka mengekspresikan jiwa keseniannya dalam bentuk alat musik tradisional, ukiran-ukiran, dan tarian. Setiap momen penting dirayakan dan diiringi dengan musik tradisional. Suara tak bernada itu nyaring terdengar di telinga, […]

expand_less
WordPress Archive Let’s Play | Hockey School & Winter Sports WordPress Theme Let’s Review WordPress Plugin With Affiliate Options Lettuce | Organic Food & Eco Online Store Products WordPress Theme LEVELUP – Responsive Creative Multipurpose WordPress Theme Leven - Best CV Resume WordPress Theme Leverage – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Levita – Photography WordPress Theme Levre — Beauty Cosmetics Shop WordPress Lexal – Personal / Portfolio / Resume WordPress Theme Lezar Beauty Salon & Spa Elementor Template Kit