Infrastruktur & Transportasi

Serap Partisipasi Petani di Lahat, Balai Besar Wil. Sungai Sumatera VIII Gelar Ini

Foto : istimewa

BALAI Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII menggelar pertemuan konsultasi dengan masyarakat Desa Tanjung Sakti acara digelar dua Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Pumu Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, Rabu, (28/1/2020).

Hadir dalam acara ini, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai VIII yang diwakili oleh Ir. Kamil Mahruf.ME, Konsultan PT. Suwanda Karya Mandiri Ir.Andri Kuin, Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Kabupaten Lahat Sukirno, Camat Tanjung Sakti Pumi Awang Firmansyah, Camat Tanjung Sakti Pumu Arpin, Kades Gunung Raya Wardoyo, Kades Karang Agung Sauri Dianto, Sekdes Simpang 3 Jonsri, Kepala Desa Benteng Ferdi, Kepala Desa Pajar Bulan Junika, Kepala Desa Ulak Lebar Irlansyah, Kepala Desa Masam Bulau Joni Hartono, penyuluh Pertanian Tanjung Sakti Pumi Ingut Sihombing, anggota Polsek Tanjung Sakti Bripka Kurniadi, Danramil Tanjung Sakti diwakili oleh Brori dan puluhan gapoktan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumtera VIII yang diwakili Ir. Kamil Mahruf.ME mengatakan kegiatan ini merupakan program SID Daerah Irigasi/ Rawa Kewenangn Provinsi Sumatera Selatan, yang digunakan sebgi dasar dalam kegiatan kontruksi irigasi yang yermasuk dalam kegiatan IPDMIP, Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKMIII) kali ini merupakan rangkaian kegiatan ke 3 yang bertujuan untuk menyerap partisipasi petani supaya produksi beras untuk ketahanan pangan meningkat, mata pencarian pedesaan meningkat dan terwujudnya infrastruktur irigasi menjadi lebih produktif.”Ungkapnya

Ditambahkan Ir. Kamil Mahruf tujuan utama kegiatan ini agar tersedianya laporan atau data sesuai dengan kondisi aktual daerah irigasi dan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi agar kembali berfungsi secara efektif dan efisien, serta memaparkan informasi rencana rehabilitasi jaringan yang diperlukan sesuai dengan hasil survey dilapangan.”imbuhnya

Ir. Andri Kuin konsultan pelaksana mengatakan tujuan kegiatan ini agar kami mendapatkan informasi aktual terkait permasalahan pertanian didesa, supaya jaringan irigasi bisa berjalan maksimal dan bisa meningkatkan produksi pertanian yang ada diwilayah Tanjung Sakti ini.” Ungkapnya

Ingat Sihombing salah satu penyuluh pertanian Kecamatan Tanjung Sakti mengatakan belum adanya bendungan pembagi aliran air seperti didesa Gunung Kembang dan sinang panjang¬† hal inilah yang menyulitkan petani untuk memaksimlkan pengelolahan lahan pertaniannya, perbaikan irigasi yang sudah rusak harus dilakukan mengingat hal ini menyangkut swasembada pangan di Tanjung Sakti, “ungkapnya.

Dasman Tokoh Masyarakat Tanjung Sakti menyampaikan coba aliran air itu menggunakan pipa supaya tidak mengganggu lahan sawah warga yang dilalui aliran sungai dan perlu juga dibangun jalan supaya pengangkutan material pembangunan menjadi lancar, koordinasi antara kepala desa, kelompok tani dan pemerintah harus berjalan sehingga terwujudlah pertanian yang baik, kemudian jadwal tanam petani juga sering terhambat karena adanya pembangunan yang menyebabkan aliran air tidak bisa masuk ke sawah warga karena dialihkan oleh pihak yang sedang mengerjakan pembangunan,” jelasnya.

Menanggapi keluhan ini Ir. Andri Kuin pihak konsultan PT. Swanda Karya Mandiri mengatakan pengatur air bisa saja menggunakan pipa jika daerah tersebut rawan longsor, intinya kami hadir disini untuk meningkatkan produksi pertanian yang menggunakan aliran sungai, semua kendala akn kita maksimalkan,”tegasnya.

Sukirno, Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Kabupaten Lahat mengatakan saluran irigasi merupakan sarana vital pertanian, gapoktan sebagai pemakai air, gunakanlah semaksimal mungkin, untuk mengatasi hama walang sangit kita harus melakukan perguliran tanaman sehingga hama walang sangit bisa diatasi, misalkan selesai tanam padi kita ganti dengan menanam jagung, untuk meminimalisir kerugian petani sekarang sudah ada asuransi pertanian yang premi nya sangat murah, hanya 36rb perhektar selama satu tahun jika lhan tersebut terkena bencana seperti banjir dan terkena hama akan di ganti rugi sebesar 6jt kami dari Dinas Pertanian Kabupaten Lahat mengharapkan usulan agar dapat membantu kebutuhan pertanian di desa,”jelasnya.(***)

Laporan Rozie /Lahat
Comments

Terpopuler

To Top