Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Putra Sumsel Pimpin Pelindo, Mampukah Tanjung Carat Terwujud?

Putra Sumsel Pimpin Pelindo, Mampukah Tanjung Carat Terwujud?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG seperti kota yang tersedak, truk-truk logistik berjejer di jalan utama, pendangkalan Sungai Musi membatasi kapal besar, dan setiap tahun ratusan kecelakaan truk menghantui warga. Sumatera Selatan memiliki kekayaan alam melimpah, tapi distribusi barangnya tersendat di tengah kota seolah infrastruktur gagal menyesuaikan dengan ambisi daerah.

Achmad Muchtasyar, putra asli Sumsel yang kini memimpin Pelindo, membawa secercah harapan. Proyek Pelabuhan Samudera Tanjung Carat bisa menjadi jawaban atas kemacetan, risiko kecelakaan, dan hambatan distribusi logistik yang sudah lama menghantui Palembang.

Namun kenyataannya, tantangan tetap nyata. Pelabuhan Boom Baru sudah kelebihan kapasitas, kargo tahunan meningkat 25% melebihi batas optimal.

Kemacetan kota, risiko kecelakaan, dan tekanan sosial warga tetap tinggi. Untuk itu pertemuan Sabtu lalu dengan Gubernur H. Herman Deru menjadi ujian apakah sinergi kepemimpinan lokal dan nasional mampu menembus birokrasi dan menghadirkan perubahan nyata.

Tanjung Carat bukan saja dermaga baru, rencananya pelabuhan itu bakal dirancang sebagai pusat distribusi energi dan komoditas unggulan Sumsel, pelabuhan ini berpotensi mengurangi kemacetan hingga 40% jika jalur darat dan sungai terintegrasi dengan baik.

Project Launching, website resmi untuk transparansi publik, dan penandatanganan Perjanjian Konsorsium (HOA) sudah dijadwalkan. Namun, pengalaman pembangunan infrastruktur sebelumnya menunjukkan tanpa komitmen penuh dan pengawasan masyarakat, proyek bisa berhenti di level simbolik.

Pelindo di bawah kepemimpinan lokal membuka peluang besar, tapi ekspektasi publik tinggi. Kecepatan pembangunan, transparansi, dan pengawasan progres proyek harus nyata, bukan sekadar pencitraan.

Pelabuhan ini harus membuktikan manfaatnya bagi Sumsel, bukan hanya menjadi angka atau prestise di atas kertas.

Sementara itu, Pemprov Sumsel selama ini fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi dampak sosial, kemacetan, risiko kecelakaan, dan tekanan warga tidak selalu menjadi perhatian utama.

Agar Tanjung Carat benar-benar terwujud dan membawa perubahan, pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan keselamatan publik dan distribusi logistik yang efektif.

Pertemuan ini menyoroti beberapa hal penting. Pertama, kepemimpinan lokal di Pelindo bisa menjadi katalis perubahan, membawa proyek nasional lebih dekat dengan kepentingan daerah. Kedua, Pemprov Sumsel perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Ketiga, proyek ini harus memadukan solusi ekonomi dan sosial agar pelabuhan baru tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan efisiensi distribusi.

Oleh sebab itu jika benar-benar terwujud Tanjung Carat harus mampu menurunkan beban logistik kota, jalur distribusi darat dan sungai efektif, progres proyek transparan melalui website resmi, dan keselamatan warga menjadi prioritas.

Integrasi moda transportasi, koordinasi pemerintah, dan peran Pelindo sebagai operator utama harus berjalan paralel. Jika semua dijalankan, Sumsel tidak hanya memiliki pelabuhan baru, tetapi juga ekonomi yang lebih efisien, kota lebih aman, dan citra nasional meningkat.

Tanjung Carat bukan sekadar simbol pembangunan, pasalnya tanpa kepemimpinan tegas, pengawasan publik, dan keterlibatan Pemprov Sumsel, proyek ini berisiko menjadi wacana panjang. Pertemuan sabtu lalu bukan hanya seremoni, pertumuan itu menandai momentum menata ulang distribusi logistik, menurunkan angka kecelakaan, dan mengubah Palembang dari kota tersesak menjadi hub distribusi nasional yang efisien.

Pelabuhan Tanjung Carat, dengan kepemimpinan baru di Pelindo dan dukungan Pemprov Sumsel, berpotensi menjadi model pelabuhan modern di Indonesia, proyek yang memadukan kepemimpinan lokal, visi nasional, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan tetap bergantung pada refleksi cermat, konsistensi eksekusi, dan keterlibatan publik.

Warga harus memastikan proyek ini bukan sekadar simbol ambisi politik, tapi langkah nyata yang menyejahterakan warga.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo, Siapa Mau Jadi Agen Beras Organik Sumsel ! Jangan Khawatir Pasti Dibantu

    Ayo, Siapa Mau Jadi Agen Beras Organik Sumsel ! Jangan Khawatir Pasti Dibantu

    • calendar_month Selasa, 4 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia  berupaya untuk membantu pemasaran beras organik hasil pertanian dari kabupaten Ogan Komering Ilir Timur (OKI) – OKU Timur (OKUT). Pernyataan ini disampaikan Febrita Lustia saat melakukan kunjungan kerja PKK ke Kabupaten OKU Timur. “Kita akan bantu untuk pemasaran beras organik dan berupaya untuk mencari agen yang […]

  • Simalakama UU Pers dan UU ITE

    Simalakama UU Pers dan UU ITE

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.371
    • 0Komentar

    Sebagaimana yang kita ketahui, Undang-Undang Pers itu bisa dikatakan fleksialis dia hanya mengatur, subjeknya hanya dua yaitu Pertama, media beserta organ-organ yang didalamnya ada redaksi (didalam redaksi ada pimpinan redaksi), tim redaksi dan kegiatan Jurnalistik yang mereka lakukan. Kedua media sebagai sebuah organisasi, jadi Undang- Undang Pers hanya mengatur dua subjek ini saja dan tidak […]

  • Di Atas Kapal Shinsei Maru 8, Salat Ghaib Untuk Gilang

    Di Atas Kapal Shinsei Maru 8, Salat Ghaib Untuk Gilang

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.422
    • 0Komentar

    CAPE TOWN, Afrika Selatan – KJRI Cape Town bersama Imam Adam Philander mengunjungi  para ABK WNI di kapal Shinsei Maru 8, pada Selasa (01/03/ 2022), untuk melakukan salat ghaib bagi seorang WNI yang terjatuh di perairan lepas samudra Atlantik. Gilang Dika Apriyanto, ABK WNI asal Kuningan yang dilaporkan hilang terjatuh saat bekerja. Gilang dilaporkan jatuh tersangkut […]

  • Seminar The 4th First 2020 International Conference, Peserta 5 Negara Bakal Dengarkan Paparan Bupati Muba

    Seminar The 4th First 2020 International Conference, Peserta 5 Negara Bakal Dengarkan Paparan Bupati Muba

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dipercaya menjadi pembicara di Seminar The 4th First 2020 International Conference pada 10-11 November mendatang dengan tema Synergy of Applied Technology for Social-Technopreneur Based on Local Resource to Generate Sustanability Development. Dalam eminar yang akan diikuti 5 negara peserta, itu Dodi akan memaparkan pengolahan kelapa […]

  • Lho..Katanya Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera, Tapi, Kok, Angka Kemiskinan Hanya Naik Tipis, Kenapa ?   

    Lho..Katanya Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera, Tapi, Kok, Angka Kemiskinan Hanya Naik Tipis, Kenapa ?   

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru mengaku tak puas pada beberapa Kabupaten/Kota yang memiliki APBD menonjol, namun belum mampu mengurangi angka kemiskinan di daerahnya secara signifikan, karena alasan itu pula Ia memastikan akan memperketat evaluasi APBD di 17 kab/kota di Sumsel. “Saya minta betul, saat evaluasi APBD nanti dilihat. Kalau tujuannya tidak sama, muaranya tidak sama untuk […]

  • Biar Aman, Nurdin Halid Sarankan Dodi Berkoalisi dengan PDI-P, Giri kah ?

    Biar Aman, Nurdin Halid Sarankan Dodi Berkoalisi dengan PDI-P, Giri kah ?

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.328
    • 0Komentar

    ” Mau tidak mau kita harus berkoalisi karena untuk memenuhi syarat pencalonan itu, jika sendiri tidak cukup kursi, Gak mungkin Golkar plus Golkar, “

expand_less
WordPress Archive Education Pack – Education Learning Theme WP Educatito | Multiconcept Education & Courses WordPress Theme Educator – Education WordPress Theme for University & School Educator – Online University & Courses Elementor Template Kit Educavo – Education WordPress Theme Educavo - Online Courses & Education WordPress Theme EduChain – WPLMS WordPress Educita – Education Elementor Template Kit Educiza | Courses & Education WordPress Theme Educrat – Online Course Education WordPress Theme