Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Maksimalkan 61 Bendungan

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemerintah Maksimalkan 61 Bendungan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 19 Jun 2022
  • visibility 2.213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERUBAHAN iklim yang terjadi secara global, berpengaruh besar pada sektor pertanian, termasuk Indonesia. Adanya cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, kekeringan, gelombang panas, dan badai tropis, mempengaruhi proses tanam. Ujungnya, hasil pertanian nasional bisa jadi tidak maksimal, sehingga memperlemah ketahanan pangan. Oleh karena itu Pemerintah memaksimalkan bendungan.

Secara sederhana, dapat digambarkan berkurangnya produksi akan mengakibatkan harga pangan menjadi lebih mahal. Kenaikan harga dapat berdampak pada akses, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan.Volatilitas harga itu pada ujungnya akan berdampak bagi ketahanan pangan di tanah air. Sebab, berbagai studi menunjukkan, konsumen dapat mengubah konsumsinya untuk merespons kenaikan harga.

Menyadari ancaman serius tersebut, Pemerintah cepat mengantisipasi. Selain terus memperbaiki sistem perdagangan komoditas pangan, juga memperbaiki sistem pertanian. Salah satunya, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan penyediaan pasokan air.

Saat ini, Kementerian PUPR terus melanjutkan penyelesaian pembangunan 61 bendungan hingga tahun 2024 untuk tambahan pasokan air irigasi lahan pertanian di seluruh Indonesia. Dengan tambahan suplai air tersebut, Indonesia berharap akan memenuhi ketahanan pangan nasional.

Keberadaan bendungan di tanah air, demikian keterangan tertulis Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sabtu (18/6/2022), sejauh ini telah meningkatkan indeks pertanaman, sehingga hasil produksi beras secara nasional juga meningkat. Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia surplus beras sekitar 3 juta ton dan tidak impor beras lagi.

“(Kehadiran bendungan) meningkatkan indeks pertanaman (IP) yang sekarang ini rata-rata nasional BPS sebesar 147% dengan air irigasi dari 231 bendungan. Dengan adanya tambahan 61 bendungan bisa kita naikkan IP menjadi 200%,” kata Menteri Basuki saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang, Banten, Jumat (17/6/2022).

Menteri Basuki berharap tambahan 29 bendungan yang sudah tuntas dan 32 bendungan yang masih dalam proyek pembangunan dapat meningkatkan indeks pertanaman menjadi 200%. Dengan demikian produksi beras nasional dapat mencapai 40 juta ton pada tahun 2045 dan Indonesia bisa surplus beras hingga 10 juta ton.

Salah satu bendungan yang dibangun (2015-2020) adalah Bendungan Sindangheula berlokasi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten dengan biaya Rp458,9 miliar dan telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo pada 4 Maret 2021. Bendungan Sindangheula memiliki kapasitas tampung 9,3 juta m3 dengan manfaat irigasi 1.289 ha, air baku 800 liter/detik, dan potensi pembangkit listrik 0,4 MW.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanaman pangan, Pemerintah melakukan 2 (dua) strategi utama yakni meningkatkan konversi padi ke beras dan meningkatkan indeks pertanaman.

“Meningkatkan indeks pertanaman dari 143% menjadi 200% dengan menyediakan tambahan pasokan air irigasi melalui pembangunan 61 bendungan dari 2015 hingga 2024. Hingga 2015, layanan air irigasi dari 231 bendungan mencapai 10,6% (761 ribu ha). Dengan tambahan 61 bendungan pada 2024 maka layanan air irigasi dari 292 bendungan akan mencapai 19,3% (1,4 juta ha sawah irigasi),” kata Endra.

Untuk meningkatkan indeks pertanaman/IP, Endra menyebutkan Kementerian PUPR juga melakukan pekerjaan rehabilitasi 3,02 juta ha jaringan irigasi dan pembangunan 1,01 juta ha jaringan irigasi baru.

Endra menyatakan, untuk mengantisipasi krisis pangan global, Indonesia akan memfokuskan pada 7 komoditas pangan utama yaitu Beras, Jagung, Kedelai, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai, dan Sorgum. Untuk itu pada saat ini tengah dikembangkan beberapa sentra produksi tanaman pangan melalui pengembangan _Food Estate_ , yakni di Sumatera Utara (Humbang Hasundutan) dengan target luasan 20.000 ha dengan komoditas bawang merah dan bawang putih, dan Kalimantan Tengah (Kapuas) dengan target luasan 29.000 ha dengan komoditas utama padi dan jagung.

“Selain itu juga ada di Nusa Tenggara Timur (Sumba Tengah, Belu, Waingapu) dengan target luasan 10.000 ha dengan komoditas padi, jagung, dan sorgum khususnya di Waingapu), di Papua (Merauke dan Keerom/Jayapura) dengan target luasan 210.000 ha di Merauke untuk komoditas padi dan 3.000 ha di Kabupaten Keerom/Jayapura untuk komoditas jagung, dan di Sulawesi Tengah (Donggala) dengan target luasan 15.000 ha, untuk komoditas jagung dan kedelai,” terang Endra. InfoPublik (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Vokasi & Literasi Hijau, Modal Mahasiswa Cerdas

    Pendidikan Vokasi & Literasi Hijau, Modal Mahasiswa Cerdas

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    SIAPA bilang belajar di kampus vokasi itu cuma soal teori dan menghafal rumus? Di Politeknik Ketenagakerjaan, mahasiswa diajak ‘bermain hijau’, tapi jangan bayangkan mereka pakai kostum daun sambil menyiram tanaman. Justru, pendidikan vokasi kini jadi laboratorium masa depan, dimana tempat mahasiswa mengasah keterampilan, berpikir kreatif, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja hijau alias green jobs. […]

  • Datangkan Pelancong, Palembang Harus Bikin Even Besar

    Datangkan Pelancong, Palembang Harus Bikin Even Besar

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    Kota Palembang bukan kota tujuan wisata, karena tidak ada wisata alam yang dapat dijual di kota tua ini. Tetapi Palembang terus berbenah, agar sektor pariwisata menghasilkan pendapatan yang bisa diandalkan ke depannya. Sumselterkini.co.id, Palembang – Pemerintah Kota Palembang terus memacu program pariwisata, banyak disnasti mulai digarap untuk mencapai mencapai target itu, sehingga perlu sinergitas pemerintah dengan berbagai pihak terkait. “Kalau tidak […]

  • Ada 70 Maktab Bekerjasama dengan PPIH untuk Layani Jemaah Haji Indonesia, PPIH : “Tahun Ini Kita Bikin Syiar Haji Ramah Lansia

    Ada 70 Maktab Bekerjasama dengan PPIH untuk Layani Jemaah Haji Indonesia, PPIH : “Tahun Ini Kita Bikin Syiar Haji Ramah Lansia

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Makkah – Ada 70 Maktab yang bekerja sama dengan PPIH dalam melayani jemaah haji Indonesia, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 mengungkapkan Tahun ini Indonesia membuat syiar haji ramah lansia. “Tahun ini, kuota haji Indonesia kembali normal, 221.000, terdiri atas: 203.320 kuota jemaah haji reguler dan 17.680 kuota jemaah haji khusus,”tambah Ketua PPIH […]

  • Microsoft Investasi Rp30 Triliun, Meutya: RI Jangan Cuma Jadi Pasar

    Microsoft Investasi Rp30 Triliun, Meutya: RI Jangan Cuma Jadi Pasar

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Microsoft investasi Rp30 triliun di Indonesia, namun, pemerintah ingin komitmen tersebut menghasilkan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar masuknya modal untuk membangun infrastruktur digital. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta investasi Microsoft tidak berhenti pada pembangunan cloud dan kecerdasan artifisial (AI). Indonesia juga harus mendapatkan manfaat berupa transfer teknologi, penguatan talenta, […]

  • Gaet KADIN, Kopi Sumsel bakal diresmikan, Agus Fatoni punya alasan sendiri, apa tuh !

    Gaet KADIN, Kopi Sumsel bakal diresmikan, Agus Fatoni punya alasan sendiri, apa tuh !

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.368
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Provinsi Sumsel bakal meresmikan ‘Kopi Sumsel’, karena Sumsel merupakan salah satu produsen terbesar di Indonesia. Pejabat [Pj] Gubernuer Sumsel Agus Fatoni pun memiliki alasan sendiri dengan meresmikan produk tersebut, bahkan keseriusan untuk mengenalkan komoditi itu Pemprov Sumsel menggandeng Kamar Dagang Indonesia [Kadin]. “Launching Kopi Sumsel ini  direncanakan akan dilakukan pada 11 Mei […]

  • CATATAN PINGGIR : [Makin] Tua….

    CATATAN PINGGIR : [Makin] Tua….

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.762
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Cucu itu anugerah… tapi juga uji nyali. Bukan cuma nguras tenaga, tapi juga ngocok perasaan kayak mixer bikin bolu. Apalagi pas dia lagi seneng-senengnya manggil kita, “Opa lucu! Botaknya kinclong kayak telur rebus dikupas, licin bening tanpa dosa!” Waktu anak masih kecil, kita galak kayak hansip jaga pos ronda. Tiap minta jajan, jawabannya […]

expand_less
WordPress Archive Fit Coach – Health, Yoga and Lifestyle WordPress Theme Fit Factory – Fitness Gym Elementor Template Kit Fit Point – Gym & Fitness Elementor Template Kit Fitben – Gym Fitness WordPress Theme FitGym – Fitness & Gym Elementor Template Kit Fitness Care – Gym WordPress Theme Fitness Club – Health & Gym WordPress Theme Fitness Pro – Gym WordPress Theme Fitnez – Fitness & Gym Elementor Template Kit FitPro – Events Fitness Gym Sports WordPress Theme