Infrastruktur & Transportasi

Bus Gratis Jadi Andalan Warga Balik Kerja ke Jakarta

ist

BUS gratis jadi pilihan utama warga Palembang untuk kembali bekerja ke Jakarta usai Lebaran, sejak pagi, ratusan penumpang sudah memadati Terminal Tipe A Alang-Alang Lebar, Rabu (25/3/2026).

Mereka membawa koper dan harapan, memanfaatkan fasilitas arus balik gratis yang disediakan pemerintah.

Program angkutan balik gratis ini menjadi solusi nyata bagi warga yang ingin kembali ke Ibu Kota tanpa harus dibebani biaya perjalanan yang tinggi.

Di tengah situasi pasca-Lebaran, ketika pengeluaran rumah tangga masih terasa, kehadiran fasilitas ini langsung dimanfaatkan masyarakat.

Sebanyak lima unit bus diberangkatkan dari Palembang menuju Jakarta. Empat bus diperuntukkan bagi masyarakat umum, sementara satu bus lainnya disiapkan khusus untuk penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi yang lebih inklusif.

Bagi banyak penumpang, program ini bukan sekadar gratis, tetapi juga memberi rasa aman dan kepastian. Mereka tidak perlu berebut tiket atau khawatir lonjakan harga yang kerap terjadi saat arus balik.

Andi (32), salah satu peserta, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia bekerja di Jakarta dan harus kembali tepat waktu setelah libur Lebaran.

“Kalau beli tiket sendiri cukup mahal. Dengan bus ini, saya bisa lebih tenang,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari penumpang lain yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghemat pengeluaran. Selain membantu secara ekonomi, program ini juga memberi kemudahan akses transportasi yang terorganisir dan nyaman.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Mohamad Risal Wasal, hadir langsung melepas keberangkatan peserta.

Ia menegaskan, program mudik dan balik gratis merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. Sinergi tersebut memungkinkan layanan transportasi publik menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama pada momentum penting seperti arus mudik dan balik Lebaran.

Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut di Palembang. Ia menilai fasilitas ini sangat membantu warga yang harus kembali bekerja di Pulau Jawa setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Ia juga berharap kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat agar program serupa bisa berlanjut dan menjangkau lebih luas lagi di masa mendatang.

Selain meringankan beban masyarakat, program bus gratis juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas. Dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi, potensi kepadatan di jalur arus balik dapat ditekan secara signifikan.

Kehadiran satu unit bus khusus bagi penyandang disabilitas juga menjadi langkah penting dalam mendorong layanan transportasi yang lebih ramah dan setara. Fasilitas ini memberi ruang bagi semua kalangan untuk bisa melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Antusiasme warga terlihat jelas sejak proses keberangkatan. Penumpang datang lebih awal untuk memastikan tidak tertinggal, sekaligus memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah secara maksimal.

Bagi warga Palembang, perjalanan menuju Jakarta kali ini bukan sekadar kembali ke rutinitas. Di dalam bus-bus tersebut, ada harapan untuk melanjutkan pekerjaan, menjaga penghasilan, dan kembali menjalani kehidupan setelah momen Lebaran.

Program ini pun diharapkan terus hadir sebagai solusi transportasi yang nyata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dengan respons yang positif, angkutan balik gratis berpotensi menjadi salah satu layanan yang semakin dibutuhkan di masa mendatang.(***)

To Top