Kreator Indonesia Mulai Diburu Industri Gim Global, Talenta Lokal Tembus Pasar Dunia
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 42 menit yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ekrap.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kreator Indonesia mulai diburu industri gim global seiring terbukanya peluang kolaborasi dengan pemilik IP internasional. Talenta lokal kini tidak hanya menjadi penggemar atau pengguna gim, tetapi mulai masuk ke rantai industri melalui karya ilustrasi, desain karakter, kriya, hingga produk kreatif berbasis merchandise.
Hal ini membuktikan ada pergeseran posisi Indonesia dalam peta industri gim dunia Selama bertahun-tahun, Indonesia lebih dikenal sebagai pasar besar bagi berbagai judul gim internasional. Namun, perkembangan ekonomi kreatif digital memperlihatkan bahwa kreator lokal mulai memiliki peluang untuk ikut menciptakan nilai ekonomi dari industri yang terus berkembang.
Salah satu gambaran perubahan tersebut terlihat dalam penyelenggaraan HoYo FEST 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Acara yang digelar HoYoverse ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan bagi komunitas gim, tetapi juga menjadi wadah bertemunya pemilik IP global dengan kreator Indonesia yang menghasilkan karya kreatif.
Industri gim saat ini tidak lagi berhenti pada pengembangan permainan digital, popularitas sebuah karakter atau cerita dalam gim dapat berkembang menjadi berbagai peluang bisnis, mulai dari ilustrasi, desain produk, karya seni, hingga merchandise koleksi, sehingga membuka ruang lebih besar bagi kreator lokal untuk terlibat dalam ekosistem global.
Dalam HoYo FEST 2026, sebanyak 50 booth yang melibatkan 71 pelaku ekonomi kreatif Indonesia hadir melalui area Artist Alley. Para kreator menampilkan berbagai karya berbasis karakter HoYoverse, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam mengolah IP global menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Kehadiran kreator lokal dalam acara tersebut memperlihatkan bahwa komunitas gim kini memiliki peran yang lebih luas. Mereka tidak hanya menjadi konsumen sebuah produk digital, tetapi juga dapat berkembang sebagai pelaku usaha kreatif yang menghasilkan karya bernilai komersial.
Associate Brand Director HoYoverse Indonesia/COGNOSPHERE PTE. LTD, Aswin Atonie, mengatakan lebih dari 9.500 pengunjung telah menghadiri HoYo FEST sejak 30 Juli. Menurutnya, keterlibatan kreator lokal melalui Artist Alley menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara industri, pemerintah, dan komunitas.
Kolaborasi antara perusahaan pemilik IP global dan kreator Indonesia juga membawa perubahan dalam pola bisnis kreatif. Kreator tidak hanya ditempatkan sebagai pembuat produk turunan, tetapi memiliki kesempatan untuk mengembangkan karya dan mendapatkan manfaat ekonomi dari kreativitas mereka.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pola kolaborasi ini adalah hak kepemilikan karya. Produk yang dibuat oleh kreator lokal tetap memberikan ruang bagi mereka untuk mempertahankan hak atas hasil kreativitasnya. Skema tersebut menjadi penting agar kreator dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih berkelanjutan dari karya yang mereka hasilkan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai kolaborasi antara IP global dan talenta lokal dapat menciptakan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Menurutnya, kerja sama semacam ini membuka peluang bagi subsektor gim, kriya, ilustrasi, dan desain untuk berkembang lebih jauh.
Besarnya komunitas gim di Indonesia menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat posisi negara di industri kreatif digital. Jumlah pemain yang besar, ditambah pertumbuhan kreator muda, membuat Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pasar sekaligus pusat produksi karya kreatif berbasis gim.
Meski peluang semakin terbuka, tantangan berikutnya adalah bagaimana Indonesia tidak hanya menjadi tempat bagi pengembangan IP asing. Dengan jumlah kreator yang terus bertambah, Indonesia perlu mendorong lahirnya IP lokal yang memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di pasar internasional.
Industri gim global kini tidak hanya mencari kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas dan kemampuan membangun komunitas. Dalam perubahan tersebut, kreator Indonesia memiliki peluang untuk naik kelas dan mengambil peran lebih besar dalam rantai ekonomi kreatif dunia.
HoYo FEST 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana pertemuan antara IP global dan talenta lokal dapat menciptakan peluang baru. Ke depan, tantangannya adalah memastikan kolaborasi semacam ini berkembang menjadi ekosistem yang berkelanjutan agar semakin banyak kreator Indonesia mampu menembus pasar dunia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
