Industri Kreatif & UKM

Kebiasaan Baru dengan Protokes Tak Halangi Sumsel Berinovasi

foto : istimewa

MESKIPUN kebiasaan baru dengan mematui protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan, tak menghalangi pelaku usaha UMKM berinovasi.

Jika protokes dianggap menjadi penghalang, justru perekonomian akan anjlok, karena dalam kondisi pandemic ini pelaku UMKM sangat terdampak.

“Sejak awal pandemi, kami menyeimbangkan ke dua hal tersebut. Berbagai program terobosan dan inovasi kami tingkatkan untuk IKM dan UMKM karena pelaku usaha IKM dan UMKM ini jumlah besar dan tidak padat modal sehingga harus ditopang pemerintah daerah,” terang Gubernur Sumsel Herman Deru saat paparan penilaian untuk pemberian penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) 2020 yang di Gelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung Merah Putih, KPK RI, Jakarta, kemarin.

“Alhamdulillah kondisi ekonomi Sumsel relatif aman. Pertumbuhan ekonomi pada kwartal II masa Pandemi ini sebesar minus 1,37%. Kondisi ini masih jauh lebih baik bila dibandingkan beberapa provinsi lain di Indonesia serta masih lebih baik dari Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang minus 5,32%,” ungkapnya.

Terkait penilaian dan pemberiaan penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2020, bahwa penerapan Inovasi Daerah Provinsi Sumsel mengalami lonjakan yang luar biasa. Nilai Indeks Inovasi Daerah Sumsel pada IGA tahun 2019 sebesar 7.477 dengan jumlah Inovasi yang diterapkan sebanyak 33 inovasi.

Pada saat ini, katanya IGA tahun 2020, Inovasi yang diterapkan meningkat hampir 2000 %, yaitu berjumlah 616 Inovasi dan Nilai Indeks Inovasi Daerah Sumsel tahun 2020 sebesar 87.713 menduduki ranking Pertama dalam Aplikasi IGA Kemendagri.

“Sumsel masuk 7 besar dari 34 Provinsi di Indonesia, tapi kalau untuk poin kita sudah tertinggi tapi belum tau hasil presentasinya menjadikan kita tetap ranking satu atau tidak,” tuturnya.

Namun dibalik itu, lanjut dia dalam penerapan Inovasi Daerah Sumsel berdampak kepada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan produktifitas dan daya saing produk.

Adapun Tim penilai dari (IGA) tahun 2020 diantaranya dari Kemendagri, Kemenkeu, Kemen PAN RB, Kemenristek/BRIN, Bappenas, LAN RI, LIPI Universitas Indonesia, Kadin, Media dan UCLG-ASPAC.[***]

Irwan Wahyudi

Comments

Terpopuler

To Top