Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Nganyam Masa Depan, Emak-Emak Lawan Ketergantungan

Nganyam Masa Depan, Emak-Emak Lawan Ketergantungan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 624
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KISAH ini bukan Cinderella yang sepatu kacanya tertinggal di Istana, namun kisah nyata tentang ibu-ibu Kulonprogo yang meninggalkan jejak anyaman di pasar ekspor, bermodalkan semangat, pelepah pisang, dan sedikit harapan yang dikepang rapat-rapat.

Kalau dulu pelepah pisang cuma jadi rebutan kambing atau dibakar di dapur untuk mengusir nyamuk, sekarang ia naik pangkat menjadi bahan baku produk ekspor!. Dulu dianggap limbah, sekarang dilihat sebagai rejeki yang menyaru jadi ranting.

Mereka 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bukan lagi sekadar barisan penerima bantuan, tapi para calon pengrajin tangguh.

Dengan tangan cekatan, daun pandan yang biasanya jadi pembungkus lemper kini dianyam jadi tas cantik. Sementara pelepah pisang yang biasa dibuang begitu saja, kini dilinting jadi kotak tisu yang bisa mejeng di ruang tamu artis TikTok.

Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat I Dharma Wanita Persatuan Kemensos, datang langsung menyapa mereka. Dalam bahasa yang lembut dan penuh semangat, ia memotivasi para peserta untuk terus berkarya.

“Jangan takut salah, yang penting terus mencoba. Produk ini bukan cuma hasil karya, tapi juga harapan,” ujarnya, sambil dikelilingi semangat emak-emak yang lebih panas dari kompor gas tiga tungku.

Dua mitra lokal, Yayasan Kumala dan Murakabi Craft, jadi semacam “chef” di dapur pelatihan ini. Mereka meracik pelatihan dengan resep keterampilan, kesabaran, dan pemasaran. Iya, bukan cuma diajari bikin kerajinan, tapi juga dibantu jualin.

Bayangkan, peserta pelatihan ini ibarat dilatih bikin rendang, dan hasilnya langsung masuk etalase warung padang siap dijual tanpa harus buka lapak sendiri.

Salah satu kisah yang menggetarkan seperti sambaran listrik PLN di tengah hujan adalah cerita Alif (40). Dahulu ia anak jalanan, pengamen dan penjual koran di lampu merah. Tapi karena tekad dan peluang, kini ia sudah berkeliling Indonesia sebagai pelatih dari Yayasan Kumala.

“Orang bilang nasib itu ditentukan garis tangan, tapi saya percaya tangan itu bisa digerakkan. Yang penting jangan pasrah,” katanya, sambil tertawa ringan.

Bekas pengamen, kini ia jadi mentor yang membimbing ibu-ibu KPM agar hidupnya tak cuma bergantung pada bantuan sosial,  semacam kisah dari miskin tapi keren jadi  berdaya dan berkualitas ekspor.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Mira Riyati Kurniasih, menjelaskan bahwa dari 50 peserta pelatihan anyaman pandan oleh Murakabi Craft, ada 10 yang produknya langsung lolos quality control. Itu artinya, tas-tas mereka bukan cuma layak pakai, tapi juga layak pamer di butik Paris atau kios oleh-oleh Bandara Adisutjipto.

Bayangkan, daun pandan yang biasanya kita cuekin di pinggir kebun, sekarang jadi alat memutar ekonomi.

Pepatah bilang “Di mana ada kemauan, di situ daun bisa jadi uang”, dan memang benar, dari pelatihan ini, emak-emak Kulonprogo sudah mulai menganyam masa depan mereka. Kalau sebelumnya KPM itu artinya Keluarga Penerima Manfaat, mungkin sebentar lagi bisa berubah jadi Keluarga Pengusaha Mandiri.

Kalau daun pandan bisa ngomong, mungkin dia akan bilang, “Akhirnya aku tidak cuma jadi isi kolak dan wangi-wangian nasi, tapi juga jadi sumber penghasilan keluarga.”

Kalau pelepah pisang punya akun Instagram, dia mungkin akan upload foto dirinya berubah jadi figura cantik dengan caption, “From pohon to showroom, baby!”.

Program pemberdayaan ini sejatinya bukan cuma tentang pelatihan, tapi tentang menyalakan api kecil dalam diri para KPM, bukan lagi cuma menerima, tapi mencipta.

Kalau dulu mereka antre ambil bantuan, sekarang mereka antre ngepak produk. Kalau dulu semangatnya digantung di gantungan dapur, kini sudah dijahit rapi di setiap produk yang mereka hasilkan.

Harapannya, seperti yang dikatakan  para pendamping semoga para peserta ini tak hanya lulus pelatihan, tapi juga lulus dari ketergantungan, lulus jadi mandiri, lulus jadi inspirasi.

Sebab ujung-ujungnya, pemberdayaan bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal harga diri, siapa tahu, dari pelepah pisang dan daun pandan ini, lahir masa depan cerah yang aromanya lebih wangi dari nasi uduk,  tentu lebih mengenyangkan dari sekadar bansos sebulan sekali.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas Pers Desak Segera Revisi UU ITE

    Komunitas Pers Desak Segera Revisi UU ITE

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    SEJUMLAH lembaga dan organisasi pers memenuhi undangan dari Kementerian Polhukam Republik Indonesia untuk memberi masukan kepada Tim Kajian Revisi UU ITE yang dikepalai oleh Dr. Sigit Purnomo dari Kedeputian III Polhukam di Jakarta, Rabu. Pertemuan tersebut diikuti ketua dan direktur lembaga yakni Ade Wahyudin (LBH Pers), Wens Manggut (Asosiasi Media Siber Indonesia), Sasmito Madrim (Aliansi […]

  • Paslon ISO Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih

    Paslon ISO Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih

    • calendar_month Kamis, 26 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    SUMSELTERKIN.CO.ID -Kayuagung- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OKI menetapkan pasangan calon (paslon) H Iskandar, SE dan HM Djakfar Sodiq sebagai bupati dan wakil bupati OKI periode 2019-2024 mendatang. Hal itu terungkap saat rapat pleno terbuka penetapan paslon terpilih Bupati dan Wakil Bupati OKI, di Aula Sekretariat KPU OKI Rabu (25/7). Ketua KPU OKI Dedi Irawan, […]

  • Terharu & Teteskan Air Mata Saat Wawako ‘Ladeni’ Curhat 61 Orang Penghuni Pansos

    Terharu & Teteskan Air Mata Saat Wawako ‘Ladeni’ Curhat 61 Orang Penghuni Pansos

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    SEBANYAK 61 orang penghuni Panti Sosial [jompo] Sumsel dikunjungi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda. Dalam kunjungi itu, Wawako menndengarkan curahan hati [curhat] satu persatu penghuni panti  yang usianya hamper rata-rata kepala 60 ke atas. Bahkan ia pun merasa terharu dan sempat mengeluarkan titisan air mata mendengar curhatan para penhuni. “Donatur, kami pengen (ingin) makan Laksan, […]

  • Callsign Diundang Bergabung dengan Komunitas Inovator Global Forum Ekonomi Dunia

    Callsign Diundang Bergabung dengan Komunitas Inovator Global Forum Ekonomi Dunia

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

    CALLsign pelopor kepercayaan digital, telah diundang oleh Forum Ekonomi Dunia untuk bergabung dengan Komunitas Inovator Global; sekelompok perusahaan rintisan dan peningkatan yang paling menjanjikan di dunia yang berada di garis depan inovasi teknologi dan model bisnis. Forum Ekonomi Dunia menyediakan Komunitas Inovator Global dengan platform untuk terlibat dengan para pemimpin sektor publik dan swasta dan […]

  • Sekda Supriono  Apresiasi  PWRI Sebagai Organisasi Mapan dan Mandiri  

    Sekda Supriono  Apresiasi  PWRI Sebagai Organisasi Mapan dan Mandiri  

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 643
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel S.A Supriono membuka rapat Pleno Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Sumsel di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (31/5). Dalam kesempatan ini Sekda mengapresiasi  diadakannya  rapat pleno PWRI ini sebagai bentuk nyata aktifitas organisasi yang mapan dan mandiri. “Hal ini harus terus dijaga dan dipertahankan agar setiap anggota baru menjalankan […]

  • KONI Sumsel 2020 – 2024, Pacu Semangat, Kejar Prestasi

    KONI Sumsel 2020 – 2024, Pacu Semangat, Kejar Prestasi

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.181
    • 0Komentar

    SAYA kira layak, jika kepengurusan KONI Sumsel periode ini dianalogikan sebagai sebuah kapal kargo yang sarat dengan muatan, yang akan berlayar melintasi Samudera menuju pulau seberang yang dinamakan pulau prestasi. Mengapa analoginya adalah kapal kargo ? Tidak lain dikarenakan jumlah pengurus yang cukup fantastik [Gemuk], yakni sebanyak 200 orang anggota belum ditambah lagi dengan satuan […]

expand_less
WordPress Archive Qamico – Indie Games Studio WordPress Theme Qaween – Wedding WordPress Theme Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder Qodify – IT Solutions And Services WordPress Theme Qohwa - Coffee Shop & Store Ecommerce Elementor Pro Template Kit Qolle – Digital Marketing Agency WordPress Theme