Industri Kreatif & UKM

Ditengah Mewabahnya COVID-19, Wawako Palembang Giatkan UMKM Produksi Banyak Masker

Foto : istimewa

WABAH COVID-19 memang sudah menyebarkan di Sumsel, bahkan yang positif Virus sudah mencapai 16 orang.

Oleh Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda akan mengajak semua UMKM di Palembang ikut menggiatkan produksi masker untuk memenuhi kebutuhan masker setiap warga Palembang di tengah pandemi Covid-19.

“UMKM di Palembang ada 37 ribu insya Allah semuanya mau saya arahkan untuk membuat masker sebanyak-banyaknya. Karena sesuai rekomendasi Pemerintah Pusat yang kini menganjurkan masker juga untuk warga yang sehat,” ungkap Fitri ketika mengunjungi UMKM yang memproduksi masker kain di Jalan Sultan M Mansyur, Ilir Barat II, Rabu (8/4/2020).

Saat ini sudah ada 60 UMKM yang ditunjuk untuk membantu Pemkot Palembang membuat masker.

“UMKM ini membuat masker dengan standar yang sesuai ditentukan Dinas Kesehatan dan RSUD Bari yakni masker yang tebal, harapannya setelah nanti akan kita bagikan, semoga masyarakat ketika hendak keluar agar menggunakan masker. Sehingga tidak mudah terpapar Covid-19,” tambahnya.

Fitri juga mengatakan, UKM tersebut tidak hanya membuat masker. Melainkan juga membuat Alat Pelindung Diri (APD) seperti pelindung muka. “Kenapa kita lakukan ini, bahwa ini sudah intruksi pusat, dan seluruh masyarakat mulai dari tanggal 6 April 2020 kemarin harus memakai masker, baik yang sehat maupun yang sakit,” tuturnya.

Sementara Komariyah Arifin, dari Gabungan Pengusaha Handricraft dan Makanan (Gapeham) Palembang menambahkan, bersama rekan-rekan dapat memproduksi 1500-2000 masker setiap hari.

“Anggota kami ada 400 UKM, jadi kebanyakan pengrajin di sini adalah pengusaha yang usahanya terdampak Covid-19 kemudian banting setir membuat masker,” ujar Komariyah.

Bahan yang digunakan membuat masker adalah kain katun dan Balotelli yang cukup tebal sesuai dengan yang ditentukan Dinas Kesehatan dan RSUD BARI.

Harga masker sendiri, lanjut dia, berbeda antara masker berbahan katun dan berbahan balotelli. Masker katun dihargai Rp6 hinngga 9 ribu satuannya, sedangkan masker berbahan Balotelli dihargai Rp10 ribu.

“Sejauh ini kami sudah memproduksi masker sebanyak 20 ribu lembar. Selain dijual, ada juga pesanan dari perusahaan swasta dan BUMD yang memesan masker,” imbuhnya.[***]

Ril/one

 

Comments

Terpopuler

To Top