Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » “Batik Cap Kompor Listrik, Lestari hingga Anak Cucu Tanpa Boros Gas Elpiji”

“Batik Cap Kompor Listrik, Lestari hingga Anak Cucu Tanpa Boros Gas Elpiji”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 730
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ORANG bilang, “biar lambat asal selamat”, kini di dunia perbatikan nasional, pepatah itu dirombak jadi “biar cepet asal motif tetap”. Itulah kondisi dunia batik kita sekarang, makin kreatif, makin inovatif, dan makin go international, asal jangan goyang karena digoyang harga bahan baku.

Batik, sobat dagelan sekalian, bukan cuma kain motif yang dipakai kalau ke kondangan, atau kalau ikut lomba pakaian adat di kantor. Kini, batik sudah naik kasta jadi fashion statement anak muda, bahkan ada yang pakai batik buat nongkrong di kafe, main skate, sampe demo soal cicilan motor.

Jangan heran, sekarang batik udah nggak pake tungku tanah liat, tapi kompor listrik!. Ini bukan buat masak mie instan, tapi buat nyetak motif yang tetap kece badai dan berakar budaya. Listrik jalan, motif jalan, gas elpiji aman di tabung.

Seperti kata Menperin Agus Gumiwang, “Batik bukan lagi urusan seremoni doang, tapi soal identitas”. Betul Pak Menteri!, dan identitas kita harus tangguh, jangan mudah luntur kena deterjen zaman. Oleh karena itu, teknologi pun masuk. Sekarang ada mesin motif digital, ERP buat manajemen rantai pasok (kayak nyusun logistik perang tapi buat batik), bahkan ada pengolah limbah cair biar lingkungan nggak ikut menderita karena pewarna tekstil.

Batik sekarang ibarat nenek yang belajar main TikTok tetap menjaga pakem, tapi jogetnya sudah kekinian. Ada mesin CNC yang bisa nyetak motif batik sambil ngopi. Ada juga katalog digital pewarna alam, namanya NADIN, bukan Nadine Chandrawinata ya, ini beda. Tapi sama-sama alami dan cinta lingkungan.

Tapi jangan sampai inovasi ini bikin kita lupa daratan, batik tetaplah pusaka budaya, bukan cuma motif asal-asalan. Kalau motif batik mulai pakai logo QR code atau wajah K-pop, ya itu perlu ditinjau ulang, takutnya UNESCO ngambek dan batik kita dianggap berubah jadi NFT.

Makanya, lewat peringatan Hari Batik Nasional 2025, para perajin dan pengusaha kecil sedang dikumpulkan seperti lomba masak antar-RT. Dikasih pelatihan ISO, disuruh bikin batik di pesantren, bahkan diajak webinar tentang Gen-Z dan digitalisasi. Ini semua biar batik kita tetap eksis, nggak kalah sama tren busana luar negeri yang kadang bahannya nggak jelas kayak plastik dibalut tisu basah.

Apalagi Batik Tulis Merawit dari Cirebon sekarang sudah sah pakai label Indikasi Geografis. Itu kayak punya KTP khusus yang bilang. “Ini batik asli Trusmi, bukan KW dari kebon belakang”. Teknik merawitnya halus banget, kayak nulis curhat pakai eyeliner cair di atas tisu.

Nah, semua ini jadi pelajaran bahwa batik bisa lestari, bisa modern, tapi tetap tidak kehilangan akar, seperti pepatah “Kalau pun kapal berubah jadi pesawat, nakhodanya jangan lupa masih orang kampung nelayan”. Begitu pula batik, walau sudah digital dan dikasih ERP, hatinya tetap di malam panas dan canting tua.

Dukung batik bukan cuma karena motifnya lucu atau bisa matching sama outfit gebetan, tapi karena ditiap goresan malam itu ada sejarah, ekonomi kerakyatan, dan harapan emak-emak di sentra IKM yang motoin hasil batik pakai kamera HP jadul tapi penuh cinta.

Kalau industri batik ini berhasil transformasi secara digital, ramah lingkungan, dan tetap budaya, maka bukan tak mungkin tahun 2045 nanti, kita jadi negara emas bukan karena tambangnya, tapi karena warisan budaya yang makin cuan dan makin disayang dunia.

Berbatik dari hati, bukan karena hari Jumat doang, ingat! cinta itu seperti batik kalau warnanya pudar, jangan langsung dibuang, mungkin cuma butuh dijemur di bawah sinar kasih sayang.

Selamat Hari Batik Nasional 2025! Jangan lupa, batik sekarang bisa cap listrik, tapi cintanya tetap manual dan tulus!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teken Kesepakatan Dengan DJKN, Selain Soal Ini, Harno Berharap 3 Masalah Ini Bisa Ditertibkan, DJKN : Sebagai Pengelola Aset, “Jangan Kita yang Bekerja, Tapi Asetnya Tidur”

    Teken Kesepakatan Dengan DJKN, Selain Soal Ini, Harno Berharap 3 Masalah Ini Bisa Ditertibkan, DJKN : Sebagai Pengelola Aset, “Jangan Kita yang Bekerja, Tapi Asetnya Tidur”

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 986
    • 0Komentar

    UNTUK mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Palembang, Pemerintah kota Palembang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Wilayah Sumsel, Jambi dan Bangka Belitung sengaja melakukan MoU guna merealisasikan terkait aset-aset Pemerintah kota Palembang.   Selain itu Pemerintah kota Palembang, melalui Walikota Palembang, H. Harnojoyo juga sangat berharap, permasalahan terkait piutang juga segera dapat […]

  • Dikenal Hingga ke Mancanegara, Tapi Pempek Minim Sertifikasi, Apa Kendalanya ?

    Dikenal Hingga ke Mancanegara, Tapi Pempek Minim Sertifikasi, Apa Kendalanya ?

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.614
    • 0Komentar

    Empek-empek [pempek] salah satu makanan khas Palembang yang terbuat dari bahan baku utama tepung kanji dan ikan yang digiling halus.  Beberapa tahun belakangan empek-empek semakin populer, bahkan setelah Palembang menjadi salah satu tuan rumah Sea Games – Asian Games, empek-empek  diminati hingga ke manca negara. Sumselterkini.co.id, Palembang – Di Kota Palembang makanan ini sangat mudah ditemukan, […]

  • Inilah Nama 4 Komisaris BUMD Yang Dilantik Gubernur Sumsel

    Inilah Nama 4 Komisaris BUMD Yang Dilantik Gubernur Sumsel

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melantik dengan resmi  empat komisaris, yakni Komisaris Utama PT Bank Pembangunan daerah Sumsel dan Bangka Belitung, Komisaris Utama Pt Penjamin Kredit Daerah Sumsel, Komisaris Indipenden PT Penjamin Kredit Daerah Sumsel, dan Komisaris Indipendent PT BPR Sumsel. Pelantikan yang dipusatkan di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel (3/1/2020) tersebut […]

  • Tokoh Agama, Pongasuh Ponpes Prioritas untuk Divaksin

    Tokoh Agama, Pongasuh Ponpes Prioritas untuk Divaksin

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    VAKSINASI  Covid-19 tokoh agama menjadi prioritas Pemerintah, termasuk para kiai pengasuh pondok pesantren. Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) di seluruh provinsi selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar tokoh agama bisa segera mendapat vaksinasi. “Vaksinasi tokoh agama, termasuk para kiai dan pengasuh pondok pesantren adalah prioritas pemerintah. Kemenag di seluruh provinsi terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan […]

  • Ketika Tradisi Bekarang di Danau Siarak Mendadak Populer di Muba

    Ketika Tradisi Bekarang di Danau Siarak Mendadak Populer di Muba

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.178
    • 0Komentar

    DANAU Siarak, Desa Tanah Abang, Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin sejak pagi sudah dipenuhi masyarakat. Mereka sengaja datang ramai-ramai untuk menjalankan tradisi yang dinamakan Bekarang [menangkul ikan]. Masyarakat setempat tak lupa membawa alat Tangkul atau Anco yang digunakan untuk menangkap ikan. Konon tradisi ini sudah ada turun menurun dari nenek moyang masyarakat Muba. Acara ini merupakan […]

  • Bupati Muba KW Super Nongol di Facebook, Jangan Ditanggapi Ya…, Nanti Dia Bikin Giveaway Sembako Bohongan!

    Bupati Muba KW Super Nongol di Facebook, Jangan Ditanggapi Ya…, Nanti Dia Bikin Giveaway Sembako Bohongan!

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di zaman sekarang, banyak yang bilang cinta itu bisa palsu. Tapi ternyata bukan cuma cinta, akun Facebook pun bisa palsu. Lebih bahaya lagi kalau yang dipalsukan adalah Bupati. Ibaratnya kita mau ngelamar kerja ke kantor bupati, eh ternyata yang nerima CV malah tukang fotocopy yang nyamar jadi kepala dinas. Bahaya, kan? Nah, itulah […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate Sliders Bundle – Layers, Parallax, Zoom Ultimate Smart Slider – WordPress Ultimate Social – Easy Social Share Buttons and Fan Counters for WordPress Ultimate Timeline – Responsive Timeline History Ultimate Tweaker for WordPress Ultimate User Export & Filter for WordPress Ultimate Video Player Ultimate Video Player WordPress Plugin Ultimate WhatsApp Chat | WordPress WhatsApp Chat Support Plugin Ultimate WooCommerce Brands Plugin