POLDA Sumatera Selatan menegaskan komitmen tanpa kompromi terhadap penyalahgunaan narkoba di internal institusi, kemarin.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho memimpin langsung tes urine mendadak terhadap seluruh pejabat utama, Wakapolda, hingga personel di Lantai 2 Gedung Presisi.
“Sebelum menindak masyarakat, Polda Sumsel memastikan rumah sendiri bersih. Kebijakan zero tolerance berlaku tanpa pandang bulu,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan langkah tegas ini bukan sekadar simbolis.
Hari itu dimulai dengan Kapolda dan pejabat utama lebih dulu menjalani tes urine sebagai bentuk keteladanan kepemimpinan.
Selanjutnya, seluruh personel mengikuti pemeriksaan yang diawasi ketat oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk memastikan akurasi dan transparansi.
Setiap langkah prosedur dilakukan secara medis standar, mulai dari pengambilan sampel hingga pencatatan hasil, untuk mencegah manipulasi. Hasil tes mendadak akan menjadi basis tindakan disiplin, kode etik, maupun pidana bagi yang terbukti melanggar.
“Pembersihan internal adalah fondasi utama sebelum kami menegakkan hukum kepada masyarakat. Integritas polisi adalah syarat mutlak pelayanan publik profesional,” tambah Kombes Nandang.
Langkah ini sejalan dengan arahan Wakapolri dalam Vicon Analisa dan Evaluasi Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang sama hari itu. Penekanan pada zero tolerance narkoba menjadi bagian dari transformasi Polri menuju model Presisi, di mana transparansi, akuntabilitas, dan disiplin menjadi tolok ukur moralitas institusi.
Meski terkesan rutin, pelaksanaan tes mendadak memiliki pesan kuat tidak ada pengecualian, tidak ada toleransi bagi pelanggaran internal. Semua personel, dari pejabat tinggi hingga anggota baru, menghadapi prosedur yang sama, menegaskan prinsip fairness dan profesionalisme.
Hari itu juga menjadi momen refleksi internal. Dari Kapolda hingga anggota biasa, semua diuji dan diawasi secara terbuka, menciptakan efek psikologis positif institusi yang bersih dari dalam akan lebih kredibel saat menindak pelanggaran di masyarakat.
Polda Sumsel berencana melakukan pengawasan berkala maupun tes mendadak secara rutin untuk menjaga disiplin dan moralitas personel.
Menurut Kombes Nandang, keberhasilan penegakan aturan internal menjadi cermin bagaimana Polri dapat menegakkan hukum secara tegas dan konsisten, termasuk terhadap kasus narkoba yang meresahkan masyarakat.
Transformasi internal ini juga diharapkan menjadi contoh bagi seluruh jajaran Polri di Indonesia. Polisi yang bersih dan berintegritas menjadi fondasi penting bagi pelayanan publik profesional, keamanan masyarakat, dan situasi kamtibmas yang kondusif di Sumatera Selatan.
Dengan langkah ini, Polda Sumsel tidak hanya mengumumkan kebijakan zero tolerance narkoba, tetapi menunjukkan secara nyata bagaimana kepemimpinan teladan, transparansi, dan disiplin internal berjalan seiring dengan penegakan hukum di masyarakat. (***)