Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hiburan » Lindungi Data Anda, Ini Modus Penipuan Sering Terjadi Dalam Online

Lindungi Data Anda, Ini Modus Penipuan Sering Terjadi Dalam Online

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
  • visibility 777
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika berupaya menjaga ruang digital tetap kondusif terutama dalam sektor keuangan. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan mendorong masyarakat waspada dengan mengenali modus pelaku penipuan online serta membiasakan diri melindungi data pribadi.

“Kominfo meminta masyarakat untuk mewaspadai ragam modus penipuan online yang biasanya terjadi di ruang digital, seperti phising, pharming, sniffing, money mule, dan social engineering,” ujarnya dalam Webinar Beritasatu “Mewaspadai Jeratan Pinjaman Online Ilegal” dari Jakarta, Kamis (19/08/2021).

Dirjen Semuel menjelaskan untuk modus penipuan berupa phising dilakukan oleh oknum yang mengaku dari lembaga resmi dengan menggunakan telepon, email atau pesan teks.

“Seolah-lah dari lembaga resminya, namun sebetulnya mereka ingin menggali supaya kita memberikan data-data pribadi kita. Data-data pribadi ini biasanya digunakan untuk kejahatan berikutnya. Mereka menanyakan dat-data sensitif untuk mengakses akun penting yang mengakibatkan pencurian identitas hingga kerugian,” paparnya.

Oleh karena itu, apabila mengalami hal ini, masyarakat harus teliti membaca dengan benar dan melihat secara seksama isi dari SMS maupun email apakah benar pengirimnya berasal dari institusi asli.

Modus kedua, menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo adalah phraming handphone, yakni penipuan dengan modus mengarahkan mangsanya kepada situs web palsu dimana entri domain name system yang ditekan/di-click korban akan tersimpan dalam bentuk cache.

“Sehingga dapat memudahkan pelaku untuk mengakses perangkat pelaku secara illegal. Contohnya, pembuatan domain seolah-olah mirip dengan asal institusi dari yang aslinya. Pelaku akan menaruh atau memasang malware supaya nantinya bisa mengksesnya secara illegal. Kasus seperti ini banyak terjadi umpamanya ada yang whatsapp-nya disadap/diambilalih karena ponsel sudah dipasangkan malware oleh pelaku sehingga data-data pribadinya dicuri,” jelasnya.

Mengenai modus ketiga, Dirjen Semuel menyebutnya sniffing. Menurutnya, dengan modus itu, oknum pelaku akan meretas untuk mengumpulkan informasi secara illegal lewat jaringan yang ada pada perangkat korbannya dan mengakses aplikasi yang menyimpan data penting pengguna.

“Sniffing ini paling banyak terjadi bahayanya kalau kita menggunakan/mengakses wifi umum yang ada di publik, apalagi digunakannya untuk bertansaksi. Ini bahaya, karena sniffing itu kan biasanya terjadi di jaringan yang umum diakses publik, di situlah pelaku memanfatkannya,” tuturnya.

Modus keempat, yakni money mule. Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menjelaskan, penipuan jenis ini misalnya ada oknum yang meminta korbannya untuk menerima sejumlah uang ke rekening untuk nantinya ditransfer ke rekening orang lain.

“Kalau di luar negeri mereka berani kliring cek, kita dapat cek tapi begitu kita periksa ternyata cek itu bodong. Begitu kita masukkan, kan kalau di sana prosesnya masuk itu muncul dulu di rekening kita. kalau ternyata tidak clearing, dipotong. Lalu, jika sudah digunakan harus dikembalikan,” jelasnya.

Sementara di Indonesia sendiri, lanjut Dirjen Semuel, biasanya pelaku akan meminta calon korban untuk pembayaran pajaknya dikirim terlebih dahulu.

“Money mule ini biasanya ditanyakan pelaku dengan calon korban, maukah dapat hadiah atau pajaknya dikirim dulu. Jadi, sekarang itu masyarakat perlu berhati-hati karena money mule ini digunakan untuk money laundry atau pencucian uang. Kamu akan saya kirim uang, tapi harus transfer balik ke rekening ini. Jadi, ini juga marak dan perlu kita waaspadai,” tegasnya.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyebutkan modus kelima yaitu social engineering. Ia menegaskan modus ini perlu diwaspadai agar tidak terjadi penipuan online.

“Jadi social engineering ini, pelaku memanipulasi psikologis korban hingga tidak sadar memberikan informasi penting dan sensitif yang kita miliki. Pelaku mengambil kode OTP atau password karena sudah memahami behavior targetnya. Dengan kata lain, masyarakat seringkali tidak sadar seringkali membagikan data-data yang seharusnya perlu dijaga,” tandas Dirjen Aplikasi Informatika.

Dirjen Semuel menjelaskan penipuan online bisa berlangsung karena dinamika penggunaan ruang digital yang kian marak. Menurutnya, aktivitas transaksi di ruang digital dapat menimbulkan seseorang melakukan tindak kejahatan berupa penipuan online.

“Bukan tanpa alasan, mengingat saat ini terdapat 202,6 juta pengguna internet di Indonesia. Ini angka yang sangat besar, yang aktif di sosial media ada 170 juta jiwa atau 87% menggunakan aplikasi jejaring pesan Whatsapp, 85% mengakses Instagram dan Facebook, dengan rerata penggunaan 8 jam 52 menit sehari. Jadi, ini melebihi batas waktu masyarakat kita berkomunikasi di ruang digital sehingga dapat memicu seseorang melakukan tindak kejahatan penipuan dengan memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Budayakan Data Privacy

Kementerian Kominfo mendorong peningkatan budaya pelindungan data pribadi. Menurut Dirjen Aptika Kementeiran Kominfo pembudayaan itu bisa berlangsung dalam level organisasi atau individual.

“Untuk organisasi perlu membuat standart operational procedure yang ketat. Meski kadang merepotkan hal itu perlu dilakukan. Selain menyiapkan teknologi dan pengamanan data, juga perlu memperkuat sumberdaya manusia yang ada dalam organisasi agar bisa menerapkan budaya data privacy,” paparnya.

Selain itu, setiap orang yang kerap memanfaatkan ruang digital juga perlu memahami dan menerapkan budaya data privacy.

“Kita harus membuat password akun yang yang benar-benar tidak mudah ditebak. Kemudian sering-sering mengganti password, Serta selalu melakukan update karena update software itu ada dua biasanya untuk meningkatkan fitur-fiturnya tapi juga untuk menutup lubang (keamanan) yang bisa menjadi peluang masuknya para penjahat untuk mengambil data,” paparnya.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo mengakui untuk pembudayaan berkaitan dengan data privacy bukan hal yang mudah. Olehg karena itu, di sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Kementerian Kominfo terus melakukan sosialisasi dan edukasi.

“Sosialisasi atau edukasi ini menjadi tanggung jawab kita semua kalau kita bicara tentang keuangan. Agar masyarakat lebih paham bagaimana melindungi data pribadinya. Baik itu dalam hal penggunaan password agar tidak sekadar menggunakan tanggal lahir atau tidak over ekspose misalnya dengan mempublikasikan data pribadi di media sosial,” jelasnya.

Dalam webminar itu, selain Dirjen Semuel; hadir sebagai pembicara antara lain; Menkominfo Johnny G. Plate; Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing; dan Ketua Klaster Pendanaan Multiguna Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Rina Apriana.Kominfo (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fasilitas Lengkap, Danau Toba Semakin Diminati Wisatawan

    Fasilitas Lengkap, Danau Toba Semakin Diminati Wisatawan

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.765
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo optimis, pariwisata di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), bisa cepat maju dengan tersedianya berbagai fasilitas infrastruktur pendukung yang dibangun dan disediakan pemerintah sehingga wisatawan semakin tertarik. Pemerintah dalam hal itu, mewujudkan kebutuhan masyarakat yang berada di sana, yakni berupa penambahan tujuh pelabuhan dan empat kapal motor penyeberangan untuk memudahkan menuju ke […]

  • Tingkatkan Sektor Wisata, Tujuh BUMN Kolaborasi

    Tingkatkan Sektor Wisata, Tujuh BUMN Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.622
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (Mou) “Kolaborasi Program Strategis BUMN Ekosistem Pariwisata” yang dilakukan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nota kesepahaman itu diharapkan dapat menjadi motor penggerak agar sektor pariwisata kembali meningkat, menumbuhkan demand, serta memberikan dampak positif bagi pelaku usaha […]

  • Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

      MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan kemerdekaan pers di era pascareformasi memiliki landasan yang semakin kuat karena adanya pengurangan peran dan kekuasaan pemerintah sebagai bentuk penerapan hak asasi dan demokrasi. Bahkan menurutnya tidak ada lagi pengekangan terhadap pers. “Hak asasi diberikan semua, lalu pemerintah diberi sisanya, sedikit, untuk mengatur. Nah […]

  • Polsek Sekayu Amankan 1 Pelaku  Pengeroyokan

    Polsek Sekayu Amankan 1 Pelaku  Pengeroyokan

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba-  Kepolisian Sektor Sekayu Resort Musi Banyuasin [Muba] mengamankan 1 dari dua orang pelaku pengroyokan terhadap korban Edu Supriyadi [34] Warga Desa Rantau Panjang Kec.Lawang Wetan, Kab Muba. Pelaku pengroyokan yang diamankan tersebut, Nazirwan [36] Warga Jalan Letnan Munandar RT. 001 RW. 002 Kel. Balai Agung Kec.Sekayu Kab.Muba, pelaku sehari-harinya merupakan tukang ojek.  Peristiwa […]

  • Sampah Tak Lagi Galak, Bank Sampah Sapa Warga di Setiap Kelurahan

    Sampah Tak Lagi Galak, Bank Sampah Sapa Warga di Setiap Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di  halaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang tampak lebih semangat dari biasanya. Bukan karena ada bazar minyak goreng atau konser dangdut sore hari, tapi karena Wali Kota Palembang, Pak Ratu Dewa, turun tangan langsung meresmikan dua hal penting Program Satu Kelurahan Satu Bank Sampah dan Taman Edukasi Pengelolaan Sampah 4R. “Kita mulai […]

  • 14 Hari Pasca Vaksin I, Sekda Palembang Ngaku Begini

    14 Hari Pasca Vaksin I, Sekda Palembang Ngaku Begini

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 962
    • 0Komentar

    SERETARIS Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa mengaku tidak mengalami gejala apapun selama 14 hari setelah penyuntikan vaksin sinovac pertama Kamis (21/1/2021) lalu. Penyuntikan vaksin kedua, Kamis (4/1/2021) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang, Ratu Dewa terlihat tampil lebih santai dari biasanya, dibalut  baju kaos oblong berwarna hitam bertuliskan “Vaksin sehat,aman dan halal” serasi […]

expand_less
WordPress Archive Energify – Solar & Renewable Energy WordPress Theme Energize – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Energo – Wind Renewable Energy WordPress Theme Energy – solar and wind alternative power WordPress Theme Enfant – School and Kindergarten WordPress Theme Enfold – Responsive Multi-Purpose Theme Engic – A Sleek Multiuse Responsive WordPress Theme Engin – Multipurpose Landing Page WordPress Theme Enginir – Industrial & Engineering Multipurpose WordPress Theme EnginX – Auto Repair Service WordPress Theme