Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hiburan » Lindungi Data Anda, Ini Modus Penipuan Sering Terjadi Dalam Online

Lindungi Data Anda, Ini Modus Penipuan Sering Terjadi Dalam Online

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
  • visibility 796
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika berupaya menjaga ruang digital tetap kondusif terutama dalam sektor keuangan. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan mendorong masyarakat waspada dengan mengenali modus pelaku penipuan online serta membiasakan diri melindungi data pribadi.

“Kominfo meminta masyarakat untuk mewaspadai ragam modus penipuan online yang biasanya terjadi di ruang digital, seperti phising, pharming, sniffing, money mule, dan social engineering,” ujarnya dalam Webinar Beritasatu “Mewaspadai Jeratan Pinjaman Online Ilegal” dari Jakarta, Kamis (19/08/2021).

Dirjen Semuel menjelaskan untuk modus penipuan berupa phising dilakukan oleh oknum yang mengaku dari lembaga resmi dengan menggunakan telepon, email atau pesan teks.

“Seolah-lah dari lembaga resminya, namun sebetulnya mereka ingin menggali supaya kita memberikan data-data pribadi kita. Data-data pribadi ini biasanya digunakan untuk kejahatan berikutnya. Mereka menanyakan dat-data sensitif untuk mengakses akun penting yang mengakibatkan pencurian identitas hingga kerugian,” paparnya.

Oleh karena itu, apabila mengalami hal ini, masyarakat harus teliti membaca dengan benar dan melihat secara seksama isi dari SMS maupun email apakah benar pengirimnya berasal dari institusi asli.

Modus kedua, menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo adalah phraming handphone, yakni penipuan dengan modus mengarahkan mangsanya kepada situs web palsu dimana entri domain name system yang ditekan/di-click korban akan tersimpan dalam bentuk cache.

“Sehingga dapat memudahkan pelaku untuk mengakses perangkat pelaku secara illegal. Contohnya, pembuatan domain seolah-olah mirip dengan asal institusi dari yang aslinya. Pelaku akan menaruh atau memasang malware supaya nantinya bisa mengksesnya secara illegal. Kasus seperti ini banyak terjadi umpamanya ada yang whatsapp-nya disadap/diambilalih karena ponsel sudah dipasangkan malware oleh pelaku sehingga data-data pribadinya dicuri,” jelasnya.

Mengenai modus ketiga, Dirjen Semuel menyebutnya sniffing. Menurutnya, dengan modus itu, oknum pelaku akan meretas untuk mengumpulkan informasi secara illegal lewat jaringan yang ada pada perangkat korbannya dan mengakses aplikasi yang menyimpan data penting pengguna.

“Sniffing ini paling banyak terjadi bahayanya kalau kita menggunakan/mengakses wifi umum yang ada di publik, apalagi digunakannya untuk bertansaksi. Ini bahaya, karena sniffing itu kan biasanya terjadi di jaringan yang umum diakses publik, di situlah pelaku memanfatkannya,” tuturnya.

Modus keempat, yakni money mule. Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menjelaskan, penipuan jenis ini misalnya ada oknum yang meminta korbannya untuk menerima sejumlah uang ke rekening untuk nantinya ditransfer ke rekening orang lain.

“Kalau di luar negeri mereka berani kliring cek, kita dapat cek tapi begitu kita periksa ternyata cek itu bodong. Begitu kita masukkan, kan kalau di sana prosesnya masuk itu muncul dulu di rekening kita. kalau ternyata tidak clearing, dipotong. Lalu, jika sudah digunakan harus dikembalikan,” jelasnya.

Sementara di Indonesia sendiri, lanjut Dirjen Semuel, biasanya pelaku akan meminta calon korban untuk pembayaran pajaknya dikirim terlebih dahulu.

“Money mule ini biasanya ditanyakan pelaku dengan calon korban, maukah dapat hadiah atau pajaknya dikirim dulu. Jadi, sekarang itu masyarakat perlu berhati-hati karena money mule ini digunakan untuk money laundry atau pencucian uang. Kamu akan saya kirim uang, tapi harus transfer balik ke rekening ini. Jadi, ini juga marak dan perlu kita waaspadai,” tegasnya.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menyebutkan modus kelima yaitu social engineering. Ia menegaskan modus ini perlu diwaspadai agar tidak terjadi penipuan online.

“Jadi social engineering ini, pelaku memanipulasi psikologis korban hingga tidak sadar memberikan informasi penting dan sensitif yang kita miliki. Pelaku mengambil kode OTP atau password karena sudah memahami behavior targetnya. Dengan kata lain, masyarakat seringkali tidak sadar seringkali membagikan data-data yang seharusnya perlu dijaga,” tandas Dirjen Aplikasi Informatika.

Dirjen Semuel menjelaskan penipuan online bisa berlangsung karena dinamika penggunaan ruang digital yang kian marak. Menurutnya, aktivitas transaksi di ruang digital dapat menimbulkan seseorang melakukan tindak kejahatan berupa penipuan online.

“Bukan tanpa alasan, mengingat saat ini terdapat 202,6 juta pengguna internet di Indonesia. Ini angka yang sangat besar, yang aktif di sosial media ada 170 juta jiwa atau 87% menggunakan aplikasi jejaring pesan Whatsapp, 85% mengakses Instagram dan Facebook, dengan rerata penggunaan 8 jam 52 menit sehari. Jadi, ini melebihi batas waktu masyarakat kita berkomunikasi di ruang digital sehingga dapat memicu seseorang melakukan tindak kejahatan penipuan dengan memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Budayakan Data Privacy

Kementerian Kominfo mendorong peningkatan budaya pelindungan data pribadi. Menurut Dirjen Aptika Kementeiran Kominfo pembudayaan itu bisa berlangsung dalam level organisasi atau individual.

“Untuk organisasi perlu membuat standart operational procedure yang ketat. Meski kadang merepotkan hal itu perlu dilakukan. Selain menyiapkan teknologi dan pengamanan data, juga perlu memperkuat sumberdaya manusia yang ada dalam organisasi agar bisa menerapkan budaya data privacy,” paparnya.

Selain itu, setiap orang yang kerap memanfaatkan ruang digital juga perlu memahami dan menerapkan budaya data privacy.

“Kita harus membuat password akun yang yang benar-benar tidak mudah ditebak. Kemudian sering-sering mengganti password, Serta selalu melakukan update karena update software itu ada dua biasanya untuk meningkatkan fitur-fiturnya tapi juga untuk menutup lubang (keamanan) yang bisa menjadi peluang masuknya para penjahat untuk mengambil data,” paparnya.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo mengakui untuk pembudayaan berkaitan dengan data privacy bukan hal yang mudah. Olehg karena itu, di sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Kementerian Kominfo terus melakukan sosialisasi dan edukasi.

“Sosialisasi atau edukasi ini menjadi tanggung jawab kita semua kalau kita bicara tentang keuangan. Agar masyarakat lebih paham bagaimana melindungi data pribadinya. Baik itu dalam hal penggunaan password agar tidak sekadar menggunakan tanggal lahir atau tidak over ekspose misalnya dengan mempublikasikan data pribadi di media sosial,” jelasnya.

Dalam webminar itu, selain Dirjen Semuel; hadir sebagai pembicara antara lain; Menkominfo Johnny G. Plate; Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing; dan Ketua Klaster Pendanaan Multiguna Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Rina Apriana.Kominfo (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Palembang Kota History sebut Menpora

    Palembang Kota History sebut Menpora

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.581
    • 0Komentar

    ACARA opening Festival Olahraha Rekreasi Nasional (Fornas) ke-VI Sumatera Selatan (Sumsel) resmi dibuka di Arena Dayung Jakabaring, Palembang, Jumat 1 Juli 2022 Malam. Tak tanggung dalam acara yang diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali ini turut dimeriahkan beberapa penyanyi papan atas serta Tarian Nusantara. Terlihat penyanyi Maharani dan Pasha Ungu menggucang panggung pengunjung […]

  • Polsek Mesuji Raya Ciduk Pelaku Curas, Begini Ceritanya

    Polsek Mesuji Raya Ciduk Pelaku Curas, Begini Ceritanya

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.433
    • 0Komentar

    ANGGOTA Kepolisian Subsektor Mesuji Raya, Polres OKI  langsung bergerak cepat untuk mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal setelah mendapatkan laporan dari korban Supri Murti, Warga Dusun I, Desa Sumber Baru, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI, Minggu (15/12/2019). Alhasil, kurang dari 24 jam pelaku yang diketahui bernama Ri (14) dan Yoga (17) warga yang […]

  • Bagaimana Jika Banyak Sarjana Ciptakan Lapangan Kerja untuk Bangun Desanya Sendiri?

    Bagaimana Jika Banyak Sarjana Ciptakan Lapangan Kerja untuk Bangun Desanya Sendiri?

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –  Sabtu malam ini, saya sengaja membuka situs Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dilayar komputer, dan membaca berita tentang wisuda Universitas Tridinanti Palembang dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Sabtu (22/8/2026). Ada satu pesan dalam sambutannya, yang membuat saya berpikir tentang sarjana, lapangan kerja dan pembangunan desa. Di situ Cik Ujang mengingatkan para […]

  • Anda Mau Sedekah? Bisa di Scan QR Go- Pay Milik Go-jek

    Anda Mau Sedekah? Bisa di Scan QR Go- Pay Milik Go-jek

    • calendar_month Rabu, 16 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Tak perlu repot-repot datang langsung, jika ingin bersedakah. Kini Go-jek mengeluarkan fitur yang mudah, praktis untuk bersedakah, yakni lewat fitur scan QR Go-Pay. Bahkan lebih menariknya lagi, sedekah tersebut bebas,masyarakat bisa juga menyalurkan sedekah minimal Rp5.000.Bersedekah bisa dalam genggaman masyarakat dengan cara menggunakan aplikasi tersebut. Go-Jek juga  menjalin kerja sama sinergi bersama Badan Amil […]

  • 2021, Muba Targetkan 90 % Desa ODF

    2021, Muba Targetkan 90 % Desa ODF

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) menargetkan 90 % desa di wilayah Muba bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada 2021. Demikian disampaikan Bupati Musi Banyuasin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi saat memimpin Rapat Koordinasi Awal Dokumen Tatanan Kabupaten / Kota Sehat (KKS), Dalam Rangka Persiapan Kabupaten Muba Mengikuti Penilaian Swastisaba […]

  • Tinjau Vaksinasi Gotong- Royong, Presiden Berharap Buruh Pabrik Terlindungi

    Tinjau Vaksinasi Gotong- Royong, Presiden Berharap Buruh Pabrik Terlindungi

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

      PRESIDEN Joko Widodo melakukan peninjauan vaksinasi Covid-19 Gotong Royong di PT Unilever Indonesia yang berada di kawasan Industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (18/5/2021).   “Saya senang sekali bisa bertemu dengan bapak ibu sekalian, vaksinasi gotong royong telah dimulai,” ujar Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual.   Pelaksaan vaksinasi di atas merupakan […]

expand_less
WordPress Archive Energify – Solar & Renewable Energy WordPress Theme Energize – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Energo – Wind Renewable Energy WordPress Theme Energy – solar and wind alternative power WordPress Theme Enfant – School and Kindergarten WordPress Theme Enfold – Responsive Multi-Purpose Theme Engic – A Sleek Multiuse Responsive WordPress Theme Engin – Multipurpose Landing Page WordPress Theme Enginir – Industrial & Engineering Multipurpose WordPress Theme EnginX – Auto Repair Service WordPress Theme