Wamenhaj Akui Penyelenggaraan Haji Tak Sempurna, ASN Diminta Terus Berbenah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 19 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengakui penyelenggaraan haji masih memiliki kekurangan. Karena itu, ia meminta seluruh ASN Kementerian Haji dan Umrah menjadikan perbaikan pelayanan jemaah sebagai bagian dari budaya kerja.
Dahnil menyampaikan hal itu saat memberikan pembinaan kepada pegawai Kementerian Haji dan Umrah di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut Dahnil, penyelenggaraan haji merupakan amanah besar yang menuntut perbaikan secara terus-menerus. Kesempurnaan, kata dia, bukan berarti tidak ada kekurangan dalam pelaksanaan, melainkan adanya kemauan untuk memperbaiki setiap persoalan yang ditemukan.
“Dalam penyelenggaraan kita pasti menemukan ketidaksempurnaan. Tetapi upaya kita adalah menyempurnakan,” ujar Dahnil.
Ia kemudian meminta ASN Kementerian Haji dan Umrah memegang teguh dua hal dalam menjalankan tugas, yakni integritas dan disiplin.
Dahnil mengatakan integritas harus terlihat dari kejujuran, tanggung jawab, dan kesungguhan aparatur dalam menjalankan amanah. Sementara disiplin, menurut dia, perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Ketepatan waktu, kerapian berpakaian, menjaga kebersihan, dan menjalankan tugas sesuai aturan, lanjut Dahnil, bukan persoalan sepele. Kebiasaan tersebut ikut menentukan bagaimana masyarakat melihat karakter Kementerian Haji dan Umrah.
“Wajah kementerian adalah wajah ASN-nya. Karena itu, mari kita bangun karakter dan wajah kementerian ini,” tegasnya.
Jemaah Diminta Diperlakukan Seperti Keluarga
Selain meminta ASN memperkuat integritas dan disiplin, Dahnil menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap jemaah haji.
Ia meminta jemaah tidak hanya diposisikan sebagai penerima layanan. Menurutnya, jemaah harus diperlakukan sebagai bagian dari keluarga sehingga pelayanan diberikan dengan empati, kepedulian, dan kasih sayang.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena pelayanan haji tidak cukup hanya mengandalkan profesionalitas. Aparatur juga harus mampu memahami kondisi dan kebutuhan jemaah selama proses penyelenggaraan haji.
Dahnil juga mengingatkan pegawai untuk memperhatikan lingkungan kerja. Sebagai lembaga yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, kebersihan, kerapian, dan keramahan aparatur ikut menjadi bagian dari kualitas pelayanan Kementerian Haji dan Umrah.
Pertemuan Pegawai Akan Digelar Setiap Bulan
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Teguh Dwi Nugroho mengatakan forum pertemuan pimpinan dan pegawai akan menjadi sarana komunikasi internal kementerian.
Forum tersebut digunakan untuk menyamakan pemahaman mengenai kebijakan pimpinan, memperkuat budaya kerja dan kolaborasi, serta membangun rasa memiliki pegawai terhadap proses transformasi Kementerian Haji dan Umrah.
Ke depan, forum komunikasi tersebut direncanakan berlangsung setiap bulan. Penanggung jawab kegiatan akan bergiliran di antara unit-unit eselon I.
Pertemuan tersebut diikuti pejabat eselon I, staf khusus, pejabat eselon II di kantor pusat, kepala kantor wilayah, kepala kantor kabupaten/kota, kepala asrama haji, serta pegawai Kementerian Haji dan Umrah di seluruh Indonesia.
- Penulis: Irwan Wahyudi
