Features

PINGGIR JALAN: Opung Tambal Ban Si Raja Ban RE Martadinata, Dari Sepeda Ontel Sampai Truk Peti Kemas

ist

DI PINGGIR Jalan RE Martadinata, tepatnya di Sei Selayur, Kalidoni Palembang, ada satu “kerajaan kecil” yang dikelola oleh Opung, si jago tambal ban legendaris. Dari tahun 1985 sampai sekarang, Opung ini sudah jadi legenda hidup yang siap menyambut segala keluhan ban bocor — mulai dari sepeda ontel, motor, angkut mobil, mobil pribadi, sampai truk besar peti kemas yang jalannya beratnya bukan main.

Opung ini ibarat dokter spesialis ban, tapi tanpa jas putih dan stethoscope. Palu tambal dan lem karet adalah “alat operasi” wajibnya. Kalau ban bocor, dia langsung tanggap kayak alarm kebakaran. Dengan kecepatan tangan yang bikin iri tukang sulap, dalam hitungan menit ban bocor yang tadinya bikin pusing pelanggan, berubah jadi mulus kembali  kayak jalan tol bebas hambatan.

“Ban bocor itu kayak masalah hidup, Bro. Kalau diabaikan, bisa bikin perjalanan kacau. Tapi kalau cepat ditangani, jalan terus tanpa hambatan,” kata Opung sambil tertawa lebar, seraya mengayun palu tambalnya yang sudah seperti tongkat sakti.

Pernah suatu ketika, ada truk peti kemas besar mampir ke warung tambal ban Opung. Sopirnya kelihatan stres berat, karena ban truk sebesar bola basket itu tiba-tiba bocor di tengah perjalanan. Dengan santainya, Opung mendekat sambil mengelus jenggot putihnya, “Tenang saja, Bang. Di sini tambal ban bukan cuma urusan ban, tapi juga urusan hati dan kesabaran.”

Sekejap, ban itu berhasil ditambal dan sopir kembali melaju dengan senyum lega. Dari kejadian itu, pelanggan di sekitaran Kalidoni pun makin yakin, kalau mau urusan ban beres, cukup datang ke Opung. Di sini, setiap tambalan bukan hanya memperbaiki ban, tapi juga memperbaiki mood dan semangat.

Kalau hidup itu ibarat roda yang berputar, Opung adalah tangan halus yang siap menambalnya setiap kali bocor. Seperti kata orang bijak, “Jangan biarkan satu lubang kecil menghalangi perjalanan panjangmu.” Maka, jangan ragu untuk memperbaiki dan terus melaju.

Jadi, kalau kamu melintas di Jalan RE Martadinata, jangan heran kalau lihat Opung setia duduk di pinggir jalan, dengan palu tambalnya dan senyum ramah yang selalu siap menyelamatkan perjalananmu.

Seperti pepatah lama bilang, “Seperti roda yang berputar, hidup pun terus berjalan, asal jangan lupa menambal setiap lubang yang mengganjal.” Kalau banmu bocor, segera tambal, kalau hidupmu retak, segera perbaiki, karena perjalanan yang lancar itu butuh perhatian, kesabaran, dan sedikit sentuhan tangan ahli seperti Opung.[***]

Terpopuler

To Top