Ekonomi

PT PLN Jamin Suplai Listrik Terpenuhi, Ajak Investor Masuk ke Papua Untuk Berinvestasi

PT PERUSAHAAN Listrik Negara (Persero) mengajak investor, baik dalam negeri maupun asing, untuk masuk ke Papua untuk berinvestasi. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kelistrikan itu menjamin ketersediaan pasokan listrik yang mencapai 400 megawatt (MW) di Tanah Papua.

Penambahan infrastruktur jaringan ketenagalistrikan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 membuka peluang kian bergulirnya kegiatan pertanian, perikanan, pertambangan maupun event olahraga di Bumi Cendrawasih.

Dilansir dari InfoPublik.id, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Abdul Farid mengemukakan perseroan saat ini memiliki kemampuan yang semakin andal untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik di daerah tersebut.

“Pasca-PON XX Papua, permintaan pasokan listrik tetap terjaga. Oleh karena itu, kami mengajak investor untuk masuk ke daerah ini. Semua infrastruktur untuk mendukung dan melayani investor, provinsi ini sudah sangat siap,” ujarnya dalam konferensi pers di Media Center Kominfo PON XX Papua Klaster Jayapura, Selasa (12/10/2021).

Secara total, dia menambahkan PLN wilayah Papua dan Papua Barat memiliki kemampuan daya listrik sebanyak 400 MW. Daya listrik itu dipasok dari sejumlah pembangkit, baik pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

“Artinya, pasokan listrik di daerah Papua tidak masalah. Silakan, investor masuk. Kami siap melayani mereka,” ujarnya.

Sebagai gambaran, beberapa wilayah utama seperti Jayapura memiliki kemampuan sebanyak 135 MW. Namun yang terutilisasi baru 97 MW.

Demikian pula dengan Merauke yang memiliki kemampuan 56 MW, namun terpakai baru 20 MW. Begitu pula di wilayah lainnya seperti Sorong dan Nabire. “Secara umum, kami memiliki ekses power yang berlebih yang sangat memungkinkan untuk masuknya investor. Kami siap melayaninya,” tambahnya.

Sebagai contoh, wilayah seperti Biak dengan daya listrik berlebih yang amat potensial untuk pengembangan industri perikanan tangkap dan tambak udang yang berorientasi ekspor.

Berkaitan dengan pelayanan kelistrikan selama berlangsungnya kegiatan PON XX Papua, Abdul Farid menjelaskan persero bekerja totalitas bagi suksesnya penyelenggaraan pesta olah raga tersebut. “Bahkan, bila ada permohonan layanan hari ini, kami langsung selesaikan, beberapa bahkan dilakukan dengan membangun infrastruktur baru,” terangnya.

Secara umum, PLN membelanjakan angggaran hingga Rp313 miliar dalam mendukung pelaksanaan PON Papua melalui pembangunan jaringan baru, pembelian genset, dan UPS. Sebanyak Rp5 miliar dari anggaran tersebut disalurkan untuk sponsorship kegiatan PON Papua.

Farid mencontohkan, saat menyambungkan listrik ke lokasi Asrama Rindam XVII/Cenderawasih dan Asrama Kompi C Yonif 751 Sentani, PLN perlu membangun JTR sepanjang total 1 kilometer dan pembangunan gardu dalam waktu yang singkat kurang dari 24 jam.

“Normalnya pekerjaan perluasan jaringan dengan penambahan gardu itu membutuhkan waktu 25 hari. Namun karena kebutuhan PON yang mendesak, kami upayakan maksimal agar segera bisa tersambung. Bagaimana pun caranya, asalkan tetap sesuai aturan dan SOP yang ada,” ucap Farid.

Dia menyampaikan, masuknya permohonan sambung listrik bersamaan dan dalam jumlah besar ini telah diperhitungkan PLN. Hal ini diantisipasi PLN dengan cara membangun komunikasi sejak dini bersama para pemangku kepentingan.

“Sinergi dan komunikasi yang baik ini sangat membantu PLN dapat bergerak cepat dan sigap melayani semua kebutuhan yang mendesak,” terang Farid.(***)

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com