Perdagangan Indonesia-Uruguay Naik 70,7 Persen, Kini Ada Tawaran Baru untuk Peternak Indonesia
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

ekon.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Hubungan ekonomi Indonesia dan Uruguay menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai sekitar USD112,5 juta, naik 70,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu pembahasan ketika Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima delegasi Uruguay yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Uruguay Valeria Csukasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan itu tidak hanya membahas perdagangan dan investasi. Kedua negara juga melihat peluang memperluas kerja sama ke sektor pertanian dan peternakan, termasuk rencana pelatihan peningkatan kapasitas bagi peternak Indonesia.
Uruguay menyampaikan ketertarikannya untuk melaksanakan capacity building bagi peternak Indonesia. Tawaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama di bidang pertanian dan peternakan, dengan memanfaatkan pengalaman Uruguay sebagai salah satu produsen dan eksportir utama daging sapi serta produk susu di Amerika Latin.
Bagi Indonesia, kerja sama tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat kapasitas pelaku sektor peternakan sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dengan negara yang memiliki pengalaman panjang dalam industri peternakan.
Perdagangan Jadi Pintu Masuk
Pertumbuhan perdagangan menjadi salah satu modal untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara.
Selain mencatat nilai perdagangan USD112,5 juta pada 2025, investasi langsung atau FDI Uruguay di Indonesia pada kuartal pertama dan kedua 2026 tercatat sekitar USD606 ribu.
Indonesia dan Uruguay kemudian sepakat mendorong percepatan proses menuju perundingan Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (IM-CEPA).
Kerangka tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi hubungan dagang Indonesia dengan Uruguay sekaligus kawasan Mercosur.
Penguatan kerja sama perdagangan juga berlangsung di tengah upaya kedua negara memperluas hubungan ekonomi melalui berbagai forum internasional.
Uruguay menyatakan dukungannya terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama di lingkungan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dengan Uruguay berstatus sebagai partner country OECD.
Dari Perdagangan ke Ketahanan Pangan
Kerja sama pertanian dan peternakan menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.
Uruguay memiliki pengalaman dalam produksi dan ekspor daging sapi serta produk susu. Pengalaman itu menjadi salah satu dasar bagi rencana peningkatan kapasitas peternak Indonesia melalui kerja sama kedua negara.
Pelatihan yang ditawarkan Uruguay dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman dan pengetahuan dari kedua negara, khususnya dalam pengembangan sektor peternakan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kapasitas sektor pertanian serta peternakan.
Kerja sama tidak berhenti pada pertukaran komoditas, tetapi mulai diarahkan pada pertukaran pengetahuan dan peningkatan kemampuan pelaku usaha di sektor pangan.
Menko Airlangga menilai peluang kerja sama Indonesia dan Uruguay masih terbuka luas, terutama dalam perdagangan, investasi, dan sektor peternakan.
“Indonesia dan Uruguai memiliki potensi besar untuk semakin memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, serta kolaborasi konkret di sektor peternakan. Kami optimistis kerja sama ini akan membawa manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat di kedua negara,” kata Airlangga.
Memperluas Hubungan yang Sudah Berjalan 60 Tahun
Pertemuan dengan delegasi Uruguay berlangsung ketika hubungan kedua negara telah memasuki enam dekade.
Dalam perjalanan tersebut, Indonesia dan Uruguay terus membangun hubungan bilateral melalui berbagai bidang. Kini, ruang kerja sama diperluas dengan melihat peluang perdagangan, investasi, ketahanan pangan, hingga penguatan posisi kedua negara dalam forum regional dan multilateral.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik, penguatan hubungan ekonomi dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Bagi Indonesia, peluang tersebut tidak hanya berada pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga pada kemampuan mengubah hubungan dagang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi sektor produktif.
Karena itu, tawaran pelatihan bagi peternak Indonesia menjadi salah satu langkah konkret yang muncul dari pertemuan bilateral tersebut.
Jika ditindaklanjuti, kerja sama itu dapat memperluas hubungan Indonesia-Uruguay dari sekadar transaksi perdagangan menuju pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas sektor pangan.
Hubungan yang telah berjalan selama 60 tahun pun kini memiliki ruang untuk berkembang ke arah yang lebih luas, dengan perdagangan, investasi, dan ketahanan pangan menjadi bagian penting dari agenda kerja sama berikutnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
