PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan mulai mengantisipasi potensi lonjakan pembelian bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah menilai peningkatan konsumsi masyarakat pada akhir Ramadan berpotensi memicu aksi borong atau panic buying jika tidak diantisipasi sejak dini.
Langkah antisipasi itu menjadi salah satu fokus perhatian dalam kegiatan Safari Ramadan yang digelar pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah dan masyarakat di Kota Prabumulih, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta tokoh masyarakat.
Pemerintah provinsi menilai stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi faktor penting untuk menjaga ketenangan masyarakat menjelang Lebaran.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta instansi terkait terus diperkuat selama Ramadan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperketat pemantauan kondisi pasar.
‘Pemerintah juga mengaktifkan peran Satuan Tugas Pangan untuk memantau perkembangan harga sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar di berbagai daerah.
Pengawasan tersebut bertujuan mencegah lonjakan harga yang dapat memicu kepanikan masyarakat. Ketika permintaan meningkat secara mendadak akibat aksi borong, harga komoditas pangan sering ikut terdorong naik di pasar.
Pemerintah daerah juga diminta aktif memantau pasokan di wilayah masing-masing. Koordinasi lintas daerah dinilai penting karena distribusi bahan pokok sering melibatkan jaringan perdagangan antar kabupaten dan kota.
Selain membahas stabilitas pangan, kegiatan Safari Ramadan juga menjadi ruang koordinasi pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.
Forum tersebut digunakan untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyinkronkan berbagai program pembangunan yang berjalan di daerah.
Dalam pertemuan itu, pemerintah provinsi juga mengapresiasi sejumlah perkembangan pembangunan di Kota Prabumulih, termasuk penataan kawasan pasar yang dinilai mampu membantu mengurai kemacetan di pusat kota.
Peningkatan layanan kesehatan di kota tersebut juga mendapat perhatian pemerintah provinsi. Penguatan fasilitas layanan kesehatan dinilai penting karena wilayah Prabumulih berada di jalur strategis yang melayani mobilitas masyarakat dari sejumlah daerah sekitar.
Selain isu pembangunan, pemerintah juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Kebiasaan memilah sampah dari rumah dinilai menjadi langkah sederhana namun penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat.
Wali Kota Arlan menyatakan pemerintah kota siap terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah provinsi dalam mendukung berbagai program pembangunan di daerah.
Ia menilai sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah sangat penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat terus berlanjut demi kemajuan Kota Prabumulih,” kata Arlan.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi borong bahan pokok menjelang akhir Ramadan karena pemerintah telah menyiapkan strategi untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasar. (***)