Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Pajak 0,065 %, Jangan Sampai Sapi Ikut Stress, Petani Jadi Pusing!”

“Pajak 0,065 %, Jangan Sampai Sapi Ikut Stress, Petani Jadi Pusing!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
  • visibility 1.105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA pajak, orang biasanya langsung manyun, sebab pajak itu mirip dengan mantan, mau dihindari susah, mau dilawan sakit hati, tapi kalau dijalani dengan ikhlas kadang bisa bikin hidup lebih tertata. Nah, kali ini Pemerintah Kota Palembang punya gebrakan, yakni tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk lahan produksi pangan dan ternak ditetapkan cuma 0,065 %

Kedengarannya kecil sekali, iya kan?, tapi di balik angka recehan itu, terselip drama besar antara isi kas daerah dengan isi perut rakyat.

Mari kita ibaratkan, petani itu seperti tukang ojek yang tiap hari nganter penumpang ke pasar, dia sudah ngos-ngosan kayuh sepeda, eh di ujung jalan masih kena portal retribusi, kalau pajak untuk petani terlalu tinggi, bisa-bisa mereka pusing, “Lah, aku yang nanam padi, aku yang kena keringat, kenapa malah negara yang kenyang?”.

Syukurlah, Pemkot Palembang lumayan peka, tarif 0,065 % itu bisa dibilang “pajak cabe rawit”, kecil, tapi rasanya tetap nyengat kalau tak diatur dengan hati-hati. Pepatah bilang “Jangan sampai ayam mati di lumbung padi”, artinya, jangan sampai petani hidup di tengah sawah tapi malah tekor gara-gara beban pajak.

Bayangkan kalau sapi bisa bicara, mungkin ia akan demo di depan Balai Kota sambil bawa spanduk “Rumput naik, pakan naik, jangan tambahin pajak kami, Moooo!”.

Lucu memang, tapi realitanya serius, peternak sudah berjibaku dengan harga pakan yang naik-turun macam roller coaster, kalau ditambah pajak besar, bisa-bisa sapi jadi kurus sebelum disembelih. Jangan-jangan nanti kambing juga protes “Kami dikorbankan Idul Adha aja sudah ikhlas, masak pajak juga numpang lewat?”

Kebijakan ini menunjukkan upaya mencari titik tengah, pemerintah butuh uang, itu jelas, kas daerah tak bisa hidup hanya dari doa rakyat dan sambal terasi. Tapi rakyat juga butuh hidup. Maka komprominya, tarif kecil untuk petani dan peternak, sambil tetap memutakhirkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Masalahnya, “memutakhirkan NJOP” itu, seperti ibu-ibu update status di WA, kadang lebay, kadang bikin kaget. Harga pasar naik sedikit, NJOP bisa langsung melompat macam kucing dikejar anjing, kalau tak hati-hati, rakyat bisa kalang kabut.

0,065 % ini memang angka “ajaib”, coba bayangkan kalau kita punya sawah 1 miliar (anggap aja sawahnya emas ya, biar keren). Pajaknya “cuma” 650 ribu setahun. Kedengarannya enteng. Tapi buat petani kecil yang sawahnya cuma secuil, hasil panennya pas-pasan, 650 ribu itu bisa setara biaya pupuk sebulan.

Pepatah Jawa bilang “Jer basuki mawa bea” – segala keberhasilan ada biayanya, tapi jangan sampai biayanya malah bikin rakyat jadi basah kuyup sebelum panen berhasil.

Kebijakan pajak yang adil itu ibarat nasi uduk, gurih, enak, dan mengenyangkan semua orang. Kalau terlalu asin (tarif tinggi), rakyat bisa sakit darah tinggi, kalau hambar (tarif terlalu rendah), kas daerah bisa kurus kering.

Oleh sebab itu,  pesan moralnya jelas, pajak harus berperikemanusiaan, jangan hanya melihat angka, tapi lihat juga keringat yang menetes dari dahi petani, dengar suara sapi yang menguak minta pakan, rasakan cemasnya peternak saat harga ayam jatuh.

Kita beri tepuk tangan dulu untuk Pemkot Palembang, karena punya kebijakan pro-rakyat dengan tarif 0,065%, namun ada beberapa catatan, antara lain sosialisasi jangan nanggung- jangan sampai petani bingung cara ngitung pajak, pajak itu kayak resep masakan, kalau penjelasan setengah-setengah, hasilnya bisa gosong.

Pastikan pelayanan pajak ramah,- jangan sampai petani sudah capek nyangkul, masih disuruh antre panjang, kasihan, kulit mereka sudah hitam karena matahari, jangan ditambah hitam hatinya karena pelayanan.

Pemutakhiran NJOP harus transparan,  jangan sampai rakyat merasa “kaget setengah mati” pas nerima SPPT, transparansi itu ibarat kaca jendela – semakin bersih, semakin terang pandangan.

Gunakan pajak untuk program nyata, misalnya, subsidi pupuk atau perbaikan irigasi, kalau pajak hanya untuk beli meja kantor baru yang empuk, rakyat bisa sakit hati.

Pajak 0,065 % untuk lahan produksi pangan dan ternak memang kecil, tapi dampaknya besar. Kalau dikelola bijak, bisa jadi contoh Nasional bagaimana pajak tidak melulu soal angka, tapi juga soal rasa, yakni -rasa keadilan, rasa kebersamaan, rasa empati.

Ingat pepatah Minang “Alam takambang jadi guru”, dari sawah, ladang, dan kandang, kita belajar bahwa hidup butuh keseimbangan. Pajak yang adil bukan hanya menyehatkan kas daerah, tapi juga menyehatkan hati rakyat.

Jadi, jangan sampai gara-gara pajak, sapi ikut stress, petani jadi pusing, dan rakyat kehilangan selera makan, ingat lagi, perut rakyat yang kenyang adalah modal terbesar untuk Palembang yang maju dan sejahtera.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba: Kasus Sembuh, dan Positif Covid Masing – masing Bertambah Dua Orang

    Update COVID-19 Muba: Kasus Sembuh, dan Positif Covid Masing – masing Bertambah Dua Orang

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (24/2/2021) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus sembuh dan 2 terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 2 kasus sembuh dan 2 positif per 24 Februari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 2 kasus positif yakni diantaranya kasus 1016 laki-laki usia 28 tahun […]

  • Tutup Tahun, Pemkab Banjar Gelar Peringatan Maulid Nabi

    Tutup Tahun, Pemkab Banjar Gelar Peringatan Maulid Nabi

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 623
    • 0Komentar

    BUPATI Banjar H.Saidi Mansyur mengatakan, sangat bersyukur dapat berkumpul dan bersilaturahmi pada pembacaan maulid al-Azab dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW saat akhir tahun 2021. Karena momentum ini dapat mempererat jalinan silaturahmi dan ukhuwah islamiah, agar dalam melaksanakan fungsi dan tanggung jawab mendapatkan kebaikan dari Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Saidi Mansyur pada peringatan […]

  • Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, Pemprov Sumsel Bahas Usulan Rencana Pembangunan Kabupaten/kota

    Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, Pemprov Sumsel Bahas Usulan Rencana Pembangunan Kabupaten/kota

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.392
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ir. S.A Supriono hadir dan membuka Rapat Teknis Dinas PU Bina Marga Dan Tata Ruang Prov. Sumsel, di Grand Atyasa Palembang, Rabu (16/2). Dalam kesempatan tersebut Sekda berharap akan  mampu menampung usulan kegiatan dari Kabupaten dan Kota untuk tahun anggran 2023 yang berkualitas guna pelaksanaan sistem perencanaan yang baik […]

  • Dampak Lonjakan COVID-19,Hati Operasional Rumah Makan Dibatasi

    Dampak Lonjakan COVID-19,Hati Operasional Rumah Makan Dibatasi

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    ANGKA COVID-19 yang naik signifikan di Sumatera Selatan membuat Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan penularan wabah COVID-19 di Muba. Selain memaksimalkan edukasi protokol kesehatan, Kepala Daerah Inovatif tersebut mengaku, meski dengan berat hati ia terpaksa harus membatasi jam operasional pelaku usaha termasuk Rumah Makan […]

  • Jangan Gagap, Ayo Bupati Cari Inovasi Daur Ulang Sampah, Caranya ?

    Jangan Gagap, Ayo Bupati Cari Inovasi Daur Ulang Sampah, Caranya ?

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  beserta pemerintah daerah Kabupaten/kota  tidak boleh kaku dalam hal penanganan sampah di daerahnya.Hal tersebut diungkapkan  Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam rangka Perkembangan Pembangunan Tenaga Listrik Sampah (PLTSa) berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/7/2019) siang. Menurutnya,  tidak boleh […]

  • Polresta Gulung 32 Tersangka Narkoba Dalam Dua Pekan

    Polresta Gulung 32 Tersangka Narkoba Dalam Dua Pekan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    SATUAN Reserse Narkoba Polresta Palembang, berhasil meringkus 32 tersangka, termasuk lima kurir sabu yang kerap beraksi di kota Palembang, dengan barang bukti keseluruhan 2 kilogram dan 86,5 butir pil ekstasi, Selasa (17/03/2020). “Alhamdullilah, selama dua pekan ini anggota kita berhasil mengungkap narkotika jenis sabu sebanyak dua kilogram dan 86 butir pil ekstasi. Dari 32 tersangka […]

expand_less
WordPress Archive Finance Consultant – Consulting WordPress Theme Finance Hawk – Consulting Business WordPress Theme FinanceBank – Business Consulting WordPress Themes FinancePlus – Consulting Business WordPress Theme Financerr – Business & Finance Template Kit Financy – Finance & Consulting Elementor Template Kit Finansi – Finance & Business Elementor Template Kit Finanvo Finance & Investment Consulting Elementor Template Kit Finanzi – Finance & Business Elementor Template Kit Finanzio – Financial Advisor Elementor Template Kit