Ekonomi

Begini Kata BI Gambaran Ekonomi Sumsel 2017-2018

Lintasan LRT Palembang

Berbagai isu dan potensi menjadi faktor yang dapat meningkatkan atau menghambat tumbuhnya perekonomian daerah.

foto : ilustrasi

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel menyebutkan mengenai perkembangan perekenomian Sumsel selama 2017 dan perkiraan pada 2018 mendatang. Ada beberapa hal yang memperngaruhi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini seperti :

Bantuan Pangan Non-Tunai di Sumsel mengalami jumlah peningkatan agen Layanan Keuangan Digital (LKD) dari sebesar 2.758 agen di triwulan III 2016 menjadi sebesar 5.231 agen di triwulan III 2017 atau naik signifikan sebesar 89,6% (yoy).

Menurut Rudy Hairudin, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel koordinasi terus dilakukan dalam rangka mewujudkan sistem pembayaran non-tunai di Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya Jalan Tol Palembang-Inderalaya bersama dengan perbankan dan PT Hutama Karya.

Dia menjelaskan secara tunai, berbagai upaya juga dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengedarkan uang rupiah ke seluruh penjuru melalui layanan kas titipan, kas keliling maupun depo kas,”ungkap Rudi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan belum lama ini.

Sesuai mandat Bank Indonesia, dia juga melaporkan, mengelola stabilitas harga, kebijakan Bank Indonesia dalam mengembangkan usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) akan diselaraskan dengan upaya pengendalian inflasi dan pengembangan ekonomi.

Sementara itu pada sisi yang lain dia menjelaskan, KPW Bank Indonesia Provinsi Sumsel telah melakukan upaya pengembangan klaster di berbagai wilayah pada tahun 2017/ diantaranya adalah klaster Bawang Merah di Musi Rawas; Klaster Cabai Merah di OKI; Klaster Bawang Putih di Pagaralam; Pengembangan Kelompok Usaha Bersama Kain Tuan Kentang dan Program Pengembangan Wirausaha Bank Indonesia.

Pada 2018, berbagai upaya ini terus akan dilanjutkan dengan tambahan pengembangan Klaster Kopi di Muara Enim.Dia optimistis bahwa ke depan, perekonomian masih akan terus pulih baik secara global maupun domestik.

“Pada 2018, pemulihan ekonomi global diperkirakan tumbuh sebesar 3,7% dengan lintasan pertumbuhan jangka menengah yang meningkat secara gradual. Sedangkan di level nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat pada 2018 dengan kisaran 5,1% – 5,5%, dengan kecenderungan mendekati batas bawah,”ulasnya.

Dia menerangkan, inflasi akan terkendali dalam rentang 3,5% ± 1% di 2018 seiring dengan tidak adanya risiko kenaikan TDL, BBM subsidi, maupun subsidi tepat sasaran LPG 3 Kg./ Defisit neraca transaksi berjalan masih aman <3% PDB,/ sedangkan pertumbuhan kredit kami prediksikan dapat meningkat menjadi sekitar 10-12%/ seiring dengan proyeksi Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9-11%.

Adapun di Provinsi Sumsel, urainya berbagai isu dan potensi menjadi faktor yang dapat meningkatkan atau menghambat tumbuhnya perekonomian daerah.

Dia mencontohkan, pembangunan infrastruktur, pelaksanaan Asian Games, penyelenggaraan Pilkada serentak, dan peningkatan tren harga komoditas unggulan Sumsel akan menjadi upside potential bagi perekonomian daerah.

Namun demikian, paparnya Pilkada yang berlangsung pada 2018 juga memiliki downside risk, diantaranya risiko ketidakstabilan keamanan dan ketertiban menjelang dan pasca Pilkada di samping investor yang cenderung bersikap wait and see.

Secara keseluruhan, ekonomi Sumsel pada 2018 diperkirakan tetap mengalami pertumbuhan dengan kisaran 5,3% – 5,6%, dengan kecenderungan mendekati batas bawah.

Sedangkan, inflasi IHK Sumatera Selatan diperkirakan cukup terkendali dalam rentang 3,5% ± 1% di tahun 2018 apabila policy pangan tetap kuat dan tidak terdapat isu kenaikan administered prices.

 

Comments

Terpopuler

To Top