Digital Ekonomi

2021 Sektor Traportasi Digital Bisa Sumbang PDB/GDP RI US$22 Miliar

“Kami berharap dapat melihat sekitar 40% PDB Indonesia berasal dari produk dan layanan digital,”

foto : ilustrasi

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Diperkirakan sektor transportasi digital mampu menyumbang US$22 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB/GDP) Indonesia menyusulnya pertumbuhan sangat signifikan. Di samping itu, tingkat pertumbuhan juga bakal terkena imbas positifnya dengan tambahan pertumbuhan 0,4% per tahun.

President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee dalam studinya “Membuka Dampak Ekonomi Transformasi Digital di Asia Pasifik” mengungkapkan studi ini memprediksi lonjakan yang cukup besar dalam transformasi digital di seluruh perekonomian Asia Pasifik. Pada 2017, sekitar 4% PDB Indonesia berasal dari produk dan layanan digital yang dibuat secara langsung menggunakan teknologi digital, seperti mobilitas, komputasi awan, Internet of Things (IoT), dan artificial intelligence (AI).
“Indonesia terlihat jelas sudah berada dalam fast track transformasi digital. Dalam empat tahun ke depan, kami berharap dapat melihat sekitar 40% PDB Indonesia berasal dari produk dan layanan digital,” katanya melansir Warta Ekonomi.coid, Rabu (14/2/2018).

Ia mengatakan pada saat yang sama, organisasi-organisasi di Asia Pasifik semakin banyak yang menerapkan teknologi baru seperti artificial intelligence sebagai bagian dari bentuk inisiatif transformasi digital mereka. Hal itulah yang akan mempercepat pertumbuhan lebih jauh.

Survei yang diadakan dengan melibatkan 1.560 pengambil keputusan di sektor bisnis dari organisasi kelas menengah dan besar di 15 negara di kawasan ini, berfokus dalam hasil yang berpengaruh cepat serta dampak yang meluas yang dihadapi dalam transformasi digital pada bisnis tradisional.

Berdasarkan hasil penelitian terbaru, perusahaan melihat kemajuan yang nyata dan signifikan dari transformasi digital dari kisaran 8% hingga 9% melalui manfaat tersebut.

Pemimpin bisnis berharap untuk dapat melihat lebih dari 30% pertumbuhan pada bidang utama tersebut pada 2020, dengan lonjakan besar pada produktivitas, tingkat akuisisi pelanggan, serta pendapatan dari produk dan jasa baru.[WE]

Comments

Terpopuler

To Top