CSR

Pusri Komit Bantu Pemulihan Korban Kebakaran 1 Ilir

ist

WARGA korban kebakaran di Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, mulai mendapat bantuan pemulihan dari PT Pusri Palembang. Perusahaan pupuk tersebut menyalurkan bantuan material bangunan guna membantu percepatan pembangunan kembali rumah warga terdampak kebakaran.

Api memang sudah padam. Namun bagi sebagian warga 1 Ilir, musibah itu masih menyisakan trauma setelah rumah dan harta benda mereka hangus terbakar.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan yang datang menjadi harapan baru bagi warga untuk mulai bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Direktur Utama PT Pusri Palembang, Maryono turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Bantuan yang diberikan merupakan tahap kedua berupa material bangunan. Fokus bantuan kali ini bukan hanya penanganan darurat, tetapi membantu warga agar rumah mereka bisa kembali dibangun.

Menurut Maryono, perusahaan ingin memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi proses pemulihan sendirian. Karena itu, bantuan diberikan secara bertahap agar kebutuhan warga di lapangan dapat terus dipantau.

“Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami, namun kami berharap dapat menjadi penyemangat dan wujud kebersamaan bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujar Maryono.

Ia mengatakan, proses pembangunan rumah warga membutuhkan waktu dan dukungan banyak pihak. Karena itu, Pusri berupaya hadir membantu melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Tidak hanya dari perusahaan, bantuan juga datang dari kepedulian para karyawan yang disalurkan melalui Serikat Pekerja Pusri Palembang. Dukungan tersebut menjadi bentuk solidaritas internal perusahaan terhadap masyarakat terdampak kebakaran.

Sebelumnya, Pusri juga telah menyalurkan bantuan tahap pertama sesaat setelah musibah kebakaran terjadi di kawasan 1 Ilir. Bantuan awal difokuskan untuk kebutuhan darurat warga terdampak.

Sementara pada tahap kedua ini, bantuan diarahkan pada proses pemulihan jangka menengah, terutama pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat kebakaran.

Warga berharap bantuan tersebut dapat mempercepat proses pembangunan rumah sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali normal.

Sedikit demi sedikit, kawasan yang sebelumnya dipenuhi puing kebakaran kini mulai kembali dibenahi oleh warga bersama berbagai pihak yang ikut membantu proses pemulihan. (***)

To Top