Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Menjawab Tantangan Pesisir melalui Kampung Nelayan Merah Putih

Menjawab Tantangan Pesisir melalui Kampung Nelayan Merah Putih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • visibility 834
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Kalau bicara nelayan, jangan cuma ingat ikan asin dan ombak menggelora, di balik perahu reyot dan jala bolong, ada harapan hidup yang terus ditambal tiap hari.  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), rakyat pesisir pun pasang layar harapan. Tapi, seperti kata pepatah Bugis, “Engka’ padatta na nasaba, rengngakko mappoji’ ri lino”, maksudnya  jangan sampai kita cuma semangat di awal, tapi lupa arah layar saat angin datang.

Program ini, katanya, bukan sekadar simbol,tapi lho ya, awas jangan-jangan cuma simbol doang rumah-rumah dicat merah putih, terus nelayannya tetap makan mi instan tiap malam. Jangan sampai jadi kayak acara lomba 17-an heboh di pembukaan, tapi habis itu hilang ditelan angin laut.

Lebih dari 4.000 penyuluh dikerahkan. Ini bukan pasukan Avengers, tapi kalau digarap serius bisa jadi pahlawan ekonomi rakyat pesisir. Mereka tahu seluk-beluk pantai lebih dalam dari sekadar tahu jenis terumbu karang. Tapi mari jujur, di banyak tempat, para penyuluh ini seringkali hanya jadi pelengkap penderita dalam laporan program, layaknya nasi kotak yang cuma dilirik pas acara selesai.

Mereka harusnya bukan cuma kasih penyuluhan sekali setahun, terus foto-foto lalu balik naik speed boat dinas, mereka perlu jadi tangan kanan nelayan, bahkan kalau perlu, jadi tukang baiki jaring atau bantu hitung hasil tangkapan buat laporan koperasi.

Program KNMP katanya akan membangun pelabuhan, pabrik es, sentra kuliner, sampai docking kapal. Wah, mantap betul. Tapi mari kita lihat dulu, siapa kontraktornya, siapa pengawas lapangannya, dan siapa yang pegang palu waktu peletakan batu pertama. Jangan sampai nanti proyeknya mangkrak kayak dermaga impian di Pulau Harapan, yang akhirnya jadi tempat selfie belaka. Atau malah proyeknya habis buat bayar konsultan dari kota, sementara nelayannya masih nambal perahu pakai tambalan ember bekas.

Dalam membangun kampung nelayan, kita harus tahu bahwa membangun bukan cuma urusan semen dan batu bata, tapi juga membangun rasa percaya diri dan daya saing nelayan. Jangan sampai kampungnya kinclong, tapi nelayannya tetap dijerat rentenir atau menjual ikan ke tengkulak dengan harga harga teman tapi nyiksa.

Ada pepatah Tiongkok bilang, berikan seseorang ikan, ia makan sehari, ajarkan ia memancing, ia makan seumur hidup, tapi kita perlu tambahkan berikan juga tempat pelelangan yang adil, pabrik es yang berfungsi, dan koperasi yang tak hanya aktif saat audit.

Coba tengok ke Jepang, di sana, nelayan kecil bisa sejahtera karena koperasi benar-benar dijalankan, teknologi didampingi, dan akses pasar dibuka. Hasil tangkapan nelayan Jepang bisa tembus pasar internasional, karena didampingi dari hulu ke hilir. Di Indonesia? Nelayan kita kadang baru tahu harga ikan mereka ketika tengkulak sudah kirim stiker terima kasih via WhatsApp.

Solusi dari laut, untuk laut, antara lain penyuluh perikanan perlu dilibatkan sejak awal perencanaan hingga pengawasan proyek. Beri mereka akses langsung ke sistem penganggaran dan pengambilan keputusan, jangan cuma jadi tamu undangan di rapat. Bangun koperasi nelayan yang modern dan digital. Sudah 2025, masa nelayan masih pakai buku nota bon?. Berikan pelatihan teknologi pascapanen dan pemasaran digital, generasi muda nelayan harus bisa jualan ikan lewat marketplace, bukan cuma lewat teriakan di pasar.

Libatkan perempuan dan pemuda pesisir dalam pelatihan dan program, banyak ibu-ibu nelayan yang cakap mengelola hasil tangkapan jadi produk olahan tinggal difasilitasi. Audit independen untuk pembangunan fisik, karena dermaga rusak sebelum digunakan itu bukan mitos, tapi kenyataan pahit di banyak daerah.

Pogram Kampung Nelayan Merah Putih bisa jadi mercusuar kebangkitan ekonomi pesisir, tapi harus diawasi agar tidak berubah jadi lampu hias yang mati-mati hidup, jangan sampai penyuluh yang idealis malah patah hati di tengah jalan karena sistem yang lebih senang pada simbol daripada substansi. Jangan pula nelayan cuma jadi objek pameran program yang gemerlap tapi tak menyentuh dapur mereka.

Kalau mau bangun Indonesia dari pinggiran, bangunlah nelayannya, bukan hanya pelabuhannya, bangun daya tawar mereka, bukan hanya tiang bangunan,  bangun pula koperasi yang hidup, bukan sekadar nama yang tinggal papan nama.

Sebab, negeri ini bukan cuma daratan yang subur, tapi juga lautan yang kaya, dan nelayan bukan hanya pahlawan protein rakyat, tapi juga penjaga kedaulatan dari batas terluar negara. Oleh sebab itu jangan biarkan mereka sendirian melawan gelombang beri mereka alat, beri mereka akses, dan beri mereka tempat dalam pembangunan, karena membangun kampung nelayan itu bukan soal mengecat rumah warna merah putih, tapi soal menjaga harga diri bangsa di batas air terakhir Nusantara.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Kembali Distribusikan 1.080 Alat Rapid Test Tahap II, Baju APD Ke 3 RSUD & Puskesmas Muba

    Muba Kembali Distribusikan 1.080 Alat Rapid Test Tahap II, Baju APD Ke 3 RSUD & Puskesmas Muba

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin [Muba] terus meningkatkan upaya pencegahan penularan wabah Covid-19 atau virus corona, hal ini tidak lain direalisasikan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin demi melindungi masyarakat Muba. Kamis (9/4/2020) Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin kembali mendistribusikan ke Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dan Alat Kesehatan (Alkes) ke 3  RSUD, 28 […]

  • Peran Pers di Era Informasi Digital, Siapa Menjaga Kebenaran Saat Semua Orang Bicara?

    Peran Pers di Era Informasi Digital, Siapa Menjaga Kebenaran Saat Semua Orang Bicara?

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Yang cepat belum tentu tepat, yang ramai belum tentu layak HARI  ini, kita hidup di era informasi digital yang bergerak sangat cepat. Arus informasi datang tanpa henti, namun tidak semuanya melalui proses verifikasi informasi yang memadai. Di tengah banjir informasi digital ini, masyarakat dihadapkan pada dua pilihan percaya dengan cepat, atau menunggu dengan sadar. Masalahnya, […]

  • Bantuan Gempa NTT Tembus 253 Ton, Distribusi ke Flores Terus Dikebut

    Bantuan Gempa NTT Tembus 253 Ton, Distribusi ke Flores Terus Dikebut

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT terus bergerak memasuki hari kelima pascabencana. Hingga Rabu (19/8/2026), pemerintah mencatat 253 ton logistik telah dikirim melalui jalur udara untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah wilayah Flores. Pemerintah kini memperkuat distribusi agar bantuan yang sudah terkumpul tidak berhenti di posko. Dua titik utama disiapkan di Labuan Bajo […]

  • Ini Terjadi di Kota Palangkaraya, Beli BBM Dibatasi Maksimal Rp200 Ribu

    Ini Terjadi di Kota Palangkaraya, Beli BBM Dibatasi Maksimal Rp200 Ribu

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    MULAI Sabtu 25 Juni 2022 masyarakat Kota Palangka Raya yang mau membeli BBM di SPBU dibatasi maksimal Rp200.000 per hari yang tujuannya agar semua masyarakat kebagian. Aturan pembatasan beli BBM ini disampaikan tim gabungan saat melakukan pemantauan ke SPBU di hari kedua. Pembatasan ini dilakukan agar distribusi BBM menjadi lancar dan semua kebagian. “Pembatasan ini […]

  • Meski Waktunya Mendesak, Palembang Raih Juara Video Inovasi Tatanan Normal se -Indonesia

    Meski Waktunya Mendesak, Palembang Raih Juara Video Inovasi Tatanan Normal se -Indonesia

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.752
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berhasil meraih  Juara III,  Katagori Klaster Kota Lomba Video Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 yang diadakan Kemendagri RI. Melalui Diskominfo Kota Palembang dalam  video zoom metting yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Carnavian  Kota Palembang, Senin [22/6/2020]. Palembang berada  dibawah […]

  • Apresiasi Kontribusi Jurnalis di Sektor ESDM, Kementerian ESDM Gelar Lomba Karya Jurnalistrik ‘Energi Bangkitkan Negeri’

    Apresiasi Kontribusi Jurnalis di Sektor ESDM, Kementerian ESDM Gelar Lomba Karya Jurnalistrik ‘Energi Bangkitkan Negeri’

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.697
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengajak semua wartawan di Indonesia turut serta berkontribusi memajukan sektor energi dan sumber daya mineral melalui Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2021. Gelaran kompetisi tahunan bernilai total Rp50 juta ini bisa diikuti oleh jurnalis cetak maupun online dengan mengusung tema ‘Energi Bangkitkan Negeri’. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, […]

expand_less
WordPress Archive Daltech – IT Solutions & Technology WordPress Theme Damqar – Firefighter & Fire Department Elementor Template Kit Dan – Creative Photography WordPress Theme Dance Studio – WordPress Theme for Dancing Schools & Clubs Dance WordPress Theme – Dancing Academy Dancy – Dance School & Studio Elementor Template Kit Dandelion Pro – React Admin Dashboard Template Dani – A Storming Portfolio & Shop WordPress Theme Daniel – Personal Freelancer Elementor Template Kit Daniry – Plastic Surgery Clinic Elementor Template Kit