Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Menjawab Tantangan Pesisir melalui Kampung Nelayan Merah Putih

Menjawab Tantangan Pesisir melalui Kampung Nelayan Merah Putih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • visibility 820
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Kalau bicara nelayan, jangan cuma ingat ikan asin dan ombak menggelora, di balik perahu reyot dan jala bolong, ada harapan hidup yang terus ditambal tiap hari.  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), rakyat pesisir pun pasang layar harapan. Tapi, seperti kata pepatah Bugis, “Engka’ padatta na nasaba, rengngakko mappoji’ ri lino”, maksudnya  jangan sampai kita cuma semangat di awal, tapi lupa arah layar saat angin datang.

Program ini, katanya, bukan sekadar simbol,tapi lho ya, awas jangan-jangan cuma simbol doang rumah-rumah dicat merah putih, terus nelayannya tetap makan mi instan tiap malam. Jangan sampai jadi kayak acara lomba 17-an heboh di pembukaan, tapi habis itu hilang ditelan angin laut.

Lebih dari 4.000 penyuluh dikerahkan. Ini bukan pasukan Avengers, tapi kalau digarap serius bisa jadi pahlawan ekonomi rakyat pesisir. Mereka tahu seluk-beluk pantai lebih dalam dari sekadar tahu jenis terumbu karang. Tapi mari jujur, di banyak tempat, para penyuluh ini seringkali hanya jadi pelengkap penderita dalam laporan program, layaknya nasi kotak yang cuma dilirik pas acara selesai.

Mereka harusnya bukan cuma kasih penyuluhan sekali setahun, terus foto-foto lalu balik naik speed boat dinas, mereka perlu jadi tangan kanan nelayan, bahkan kalau perlu, jadi tukang baiki jaring atau bantu hitung hasil tangkapan buat laporan koperasi.

Program KNMP katanya akan membangun pelabuhan, pabrik es, sentra kuliner, sampai docking kapal. Wah, mantap betul. Tapi mari kita lihat dulu, siapa kontraktornya, siapa pengawas lapangannya, dan siapa yang pegang palu waktu peletakan batu pertama. Jangan sampai nanti proyeknya mangkrak kayak dermaga impian di Pulau Harapan, yang akhirnya jadi tempat selfie belaka. Atau malah proyeknya habis buat bayar konsultan dari kota, sementara nelayannya masih nambal perahu pakai tambalan ember bekas.

Dalam membangun kampung nelayan, kita harus tahu bahwa membangun bukan cuma urusan semen dan batu bata, tapi juga membangun rasa percaya diri dan daya saing nelayan. Jangan sampai kampungnya kinclong, tapi nelayannya tetap dijerat rentenir atau menjual ikan ke tengkulak dengan harga harga teman tapi nyiksa.

Ada pepatah Tiongkok bilang, berikan seseorang ikan, ia makan sehari, ajarkan ia memancing, ia makan seumur hidup, tapi kita perlu tambahkan berikan juga tempat pelelangan yang adil, pabrik es yang berfungsi, dan koperasi yang tak hanya aktif saat audit.

Coba tengok ke Jepang, di sana, nelayan kecil bisa sejahtera karena koperasi benar-benar dijalankan, teknologi didampingi, dan akses pasar dibuka. Hasil tangkapan nelayan Jepang bisa tembus pasar internasional, karena didampingi dari hulu ke hilir. Di Indonesia? Nelayan kita kadang baru tahu harga ikan mereka ketika tengkulak sudah kirim stiker terima kasih via WhatsApp.

Solusi dari laut, untuk laut, antara lain penyuluh perikanan perlu dilibatkan sejak awal perencanaan hingga pengawasan proyek. Beri mereka akses langsung ke sistem penganggaran dan pengambilan keputusan, jangan cuma jadi tamu undangan di rapat. Bangun koperasi nelayan yang modern dan digital. Sudah 2025, masa nelayan masih pakai buku nota bon?. Berikan pelatihan teknologi pascapanen dan pemasaran digital, generasi muda nelayan harus bisa jualan ikan lewat marketplace, bukan cuma lewat teriakan di pasar.

Libatkan perempuan dan pemuda pesisir dalam pelatihan dan program, banyak ibu-ibu nelayan yang cakap mengelola hasil tangkapan jadi produk olahan tinggal difasilitasi. Audit independen untuk pembangunan fisik, karena dermaga rusak sebelum digunakan itu bukan mitos, tapi kenyataan pahit di banyak daerah.

Pogram Kampung Nelayan Merah Putih bisa jadi mercusuar kebangkitan ekonomi pesisir, tapi harus diawasi agar tidak berubah jadi lampu hias yang mati-mati hidup, jangan sampai penyuluh yang idealis malah patah hati di tengah jalan karena sistem yang lebih senang pada simbol daripada substansi. Jangan pula nelayan cuma jadi objek pameran program yang gemerlap tapi tak menyentuh dapur mereka.

Kalau mau bangun Indonesia dari pinggiran, bangunlah nelayannya, bukan hanya pelabuhannya, bangun daya tawar mereka, bukan hanya tiang bangunan,  bangun pula koperasi yang hidup, bukan sekadar nama yang tinggal papan nama.

Sebab, negeri ini bukan cuma daratan yang subur, tapi juga lautan yang kaya, dan nelayan bukan hanya pahlawan protein rakyat, tapi juga penjaga kedaulatan dari batas terluar negara. Oleh sebab itu jangan biarkan mereka sendirian melawan gelombang beri mereka alat, beri mereka akses, dan beri mereka tempat dalam pembangunan, karena membangun kampung nelayan itu bukan soal mengecat rumah warna merah putih, tapi soal menjaga harga diri bangsa di batas air terakhir Nusantara.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Fungsi Banmus Kata Sekwan DPRD OKI Saat Paparan Study Banding DPRD Kota Jambi

    Ini Fungsi Banmus Kata Sekwan DPRD OKI Saat Paparan Study Banding DPRD Kota Jambi

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.188
    • 0Komentar

    ANGGOTA DPRD Kota Jambi melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam rangka study banding Badan Musyawarah DPRD Kota Jambi, Senin (24/5/2021). Kedatangan para anggota legislatif Kota Jambi yang diterima langsung Sekretaris Dewan (Dewan), Hilwen, SH ini untuk mendapatkan masukan dan informasi terkait prosedur, mekanisme dan tata kerja yang berkaitan dengan peran, […]

  • 4 Solusi Percepatan APBD Ala Kemendagri

    4 Solusi Percepatan APBD Ala Kemendagri

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Plh. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kemendagri Dr Drs A Fatoni MSi memberikan arahan terkait percepatan realisasi APBD dan penunjukan pejabat pengelola keuangan pasca penyetaraan jabatan di lingkungan pemerintah daerah melalui webinar Keuangan Daerah Apdate yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, kemarin. Pemkab Muba salah satu daerah […]

  • Tingkatkan Produktivitas Masyarakat, Kominfo Buka Pelatihan Digital

    Tingkatkan Produktivitas Masyarakat, Kominfo Buka Pelatihan Digital

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.293
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika membuka peluang pelatihan digital untuk mempertahankan produktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyatakan hal itu ditujukan untuk optimalisasi ekonomi digital dan memanfaatkan ruang digital secara produktif. “Pengembangan sumber daya manusia di bidang digital menjadi perhatian Menkominfo Johnny G. Plate sesuai instruksi Presiden untuk melakukan percepatan […]

  • Apa hukumnya mandi wajib setelah sahur, apakah puasa yang dikerjakan tidak sah ?…

    Apa hukumnya mandi wajib setelah sahur, apakah puasa yang dikerjakan tidak sah ?…

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.649
    • 0Komentar

    “Assalamulaiku, mohon izin bertanya, ustadz. Apa hukumnya mandi wajib setelah sahur, apakah puasa yang dikerjakan tidak sah? Kadang-kadang malas mandi malam-malam, atau bahkan tertidur duluan hingga akhirnya lupa mandi. Mohon petunjuknya, Ustadz. Terimakasih” Jawaban: Wa’alaikum salam wr wb Berdasarkan informasi dari Imam An-Nawawi, salah seorang ulama besar madzhab Asy-syafi’i, bahwa Jumhur (mayoritas) ulama termasuk didalamnya […]

  • Tekan Inflasi, TPID Palembang Gaet BI, 3 Strategi Ini yang Perlu Didorong untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

    Tekan Inflasi, TPID Palembang Gaet BI, 3 Strategi Ini yang Perlu Didorong untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Bank Indonesia (BI) sepakat meningkatkan strategi menekan  inflasi. Kesepakatan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding/MoU oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa dengan  Direktur- Kepala Perwakilan BI Sumsel Erwin Soeriadimadja dalam Rapat  High Level Meeting yang diikuti TPID se- Sumatera Selatan (Sumsel), kemarin. “Ini amanah […]

  • Prabowo Minta Kepada Pendukung Agar Periksa Nama-nama Hantu yang Gentayangan di TPS

    Prabowo Minta Kepada Pendukung Agar Periksa Nama-nama Hantu yang Gentayangan di TPS

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Dalam orasi polilitiknya, Capres urut 02 Prabowo Subianto meminta kepada semua massa pendukungnya untuk tetap memeriksa nama-nama hantu yang gentanyangan di TPS. Menurutnya jika memang bersih dan tidak ada kecurangan, Insya Allah akan menang.”Kita mulai hari kebangkitan rakyat agar Indonesia sejahtera,”ungkapnya dalam Kampanye Akbar di GBK, minggu [7/4/2019). Dia mengaku selama berkelilling […]

expand_less
WordPress Archive Daltech – IT Solutions & Technology WordPress Theme Damqar – Firefighter & Fire Department Elementor Template Kit Dan – Creative Photography WordPress Theme Dance Studio – WordPress Theme for Dancing Schools & Clubs Dance WordPress Theme – Dancing Academy Dancy – Dance School & Studio Elementor Template Kit Dandelion Pro – React Admin Dashboard Template Dani – A Storming Portfolio & Shop WordPress Theme Daniel – Personal Freelancer Elementor Template Kit Daniry – Plastic Surgery Clinic Elementor Template Kit