Agribisnis

Jika 2 Program Pemerintah Dijalankan  Pemprov Sumsel, Kementan Janji Ini

foto : Istimewa

KEMENTRIAN Pertanian (Kementan) RI menilai lahan pertanian di Sumsel sangat luas, program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) seluas 50.000 hektare dan program pengembangan 1.000 Desa Sapu yang mereka canangkan dapat dijalankan di Sumsel.

Inspektur Jenderal Kementan RI DR.Ir Sumarjo Gatot Irianto MS., DAA mengatakan puluhan ribu lahan yang dibutuhkan itu adalah areal yang belum pernah ditanami padi sama sekali. Lahan ini akan dikembangkan dengan bantuan penuh dari pemerintah.

“Kita jangan berteori lagi. Kalau sektor dua itu maju, kita akan dorong bantuan lebih keras lagi,” tegas Sumarjo saat Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Strategis Kementerian Pertanian (Kementan) di Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2020 bersama Inspektur Jenderal Kementan RI DR.Ir Sumarjo Gatot Irianto MS., DAA bersama Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan jajarannya di Griya Agung, kemarin.

Terkait evaluasi itu, Gubernur Herman Deru menjelaskan apa yang telah dicanangkan Irjen soal Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) dan ketahanan pangan akan menjadi fokus perhatian Pemprov Sumsel.

Ia juga berkomitmen target 50.000 hektare PATB di Sumsel dari Irjen Kementan segera terealisasi karena hingga saat ini sudah lebih dari 25.000 hektare lahan yang terverifikasi. “Potensi kita banyak ada di Banyuasin, Musirawas juga di OKI dan Empat Lawang,” ujarnya.

Ia mengatakan kunci utama pengembangan pertanian adalah komitmen, terutama dari kepala daerah itu sendiri.

Oleh karena itu pula meski sudah masuk jajaran 5 besar Provinsi penghasil pangan terbesar di Indonesia Ia mengaku belum puas. Menurutnya peningkatan produksi harus terus dilakukan terutama untuk produksi beras.

Data BPS per 30 September sebut dia, capaian produksi padi di Sumsel mencapai 3.453.274 ton, jagung sebanyak 777.512 ton.

Pemprov dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikuktura beserta instansi terkait menilai potensi masih cukup besar dalam mencapai target tahun ini meski berbagai kendala dihadapi di antaranya adanya konversi lahan pertanian ke non pertanian juga perubahan iklim.

Berbagai upaya peningkatan produksi terus dilakukan. Di antaranya perluasan areal tanam dan luas panen termasuk PATB, penambahan dari IP 100 menjari IP 200 bahkan IP 300.

Kemudian penggunaan teknologi pembuatan Alsintan seperti Pompa Air, Driyer hingga Combine. Termasuk juga rencana perekrutan 1000 tenaga pendamping pertanian sektor tanaman pangan dan hortikuktura, sektor perkebunan dan sektor peternakan.

“Selain kemudahan kredit, alat yang modern terpenting kuncinya komitmen dan konsisten. Pemerintah tidak boleh membiarkan petani bergerak sendiri. Makanya Saya sering ikut Panen Raya ke daerah untuk menyemangati petani, biar mereka tahu kalau pemerintah selalu hadir untuk mereka,” ujarnya.[***]

ril

 

Comments

Terpopuler

To Top