NGGAK nyangka samak sekali ya.. tanaman yang biasanya bikin perahu mogok di sungai bisa jadi bintang utama di ladang jagung? Yup, eceng gondok. Si “monster hijau” yang dulu dianggap nyebelin kini malah jadi pahlawan panen jagung di Sumsel. Kalau dulu orang berkeluh kesah melihatnya, sekarang mereka malah bersorak “Eceng gondok, ayo suburkan jagungku!.”Wah..jadi disanjung-sanjung.
Setiap orang melihat sungai penuh eceng gondok, pasti mikirnya, “Aduh, sampah lagi!.” Tapi kini, kelompok tani di Ogan Ilir justru mengumpulkan eceng gondok seperti sedang berburu emas. Luar biasa, dari gangguan sungai menjadi pupuk super untuk jagung. Ini bukan cuma cerita lucu, tapi juga pelajaran hidup sebab sesuatu yang terlihat merepotkan bisa jadi solusi hebat, jika memang kita tahu cara memanfaatkannya.
Secara statistik, panen jagung serentak kuartal IV 2025 di wilayah hukum Polda Sumsel mencapai 5.901 hektar. Rencana panen Januari 2026 melibatkan 15 kabupaten dengan estimasi hasil 22.806 ton. Dan dari seluruh lahan itu, sekitar 7 hektar menggunakan eceng gondok sebagai pupuk organik. Jadi kira-kira, tanaman yang dulu dianggap gangguan, kini ikut andil nentuin suksesnya swasembada pangan.
Eceng gondok ini ibaratnya tamu yang tak diundang, tapi tiba-tiba jadi superstar, sekarang petani nggak cuma membersihkan gulma, mereka malah mengumpulkan eceng gondok dengan penuh semangat.
Bisa dibilang, eceng gondok sekarang punya CV keren, multitasking untuk suburkan tanah, bantu jagung tumbuh, jaga sungai tetap bersih, dan bikin petani tersenyum sambil mikir, “Waduh, siapa sangka ini tanaman nyebelin, ternyata bisa begitu bermanfaat?”
Menggunakan eceng gondok sebagai pupuk organik juga punya dampak besar buat lingkungan. Daripada dibakar atau dibuang ke sungai (yang jelas bakal bikin perahu mogok lagi), tanaman ini diubah jadi nutrisi alami untuk jagung. Jadi jagung tumbuh subur tanpa pupuk kimia berlebihan, tanah tetap sehat, dan ekosistem sungai pun aman. Eceng gondok benar-benar all-rounder tanpa pernah minta gaji. Kan lumayan, hemat biaya!
Strategi
Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Jayadi menjelaskan, pemanfaatan eceng gondok ini bukan eksperimen gila-gilaan. Ini bagian dari strategi nyata untuk mendukung swasembada pangan nasional. Kreativitas petani Sumsel menunjukkan, kadang solusi datang dari tempat yang paling tidak terduga. Siapa sangka, tanaman yang dulunya bikin pusing bisa jadi kunci panen jagung sukses.
Oleh sebab itu, filosofi hidupnya yang terselip bahwa si eceng gondok ini ternyata mengajarkan kita jangan cepat menilai sesuatu dari penampilan, yang remeh bisa jadi pahlawan, yang mengganggu bisa jadi penyelamat, sebab kalau semua hal kecil di sekitar kita diberi kesempatan, mungkin semuanya bisa jadi pahlawan jagung versi manusia.
Makanya pentingnya sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan panen raya jagung adalah bukti nyata dukungan Polri terhadap program swasembada pangan 2025-2026.
Sementara si eceng gondok ini? ya… memang si gulma hijau, dulunya bikin resah sekarang jadi simbol kreativitas, inovasi, dan tentu saja… kelucuan alam semesta.
Jadi sekarang, petani Ogan Ilir dengan sabit di tangan mulai menatap sungai penuh eceng gondok, sambil berkata, “Ya ampun, kamu yang bikin ribet, sekarang jadi penyelamat!.” Tapi di balik itu semua tersimpan kreativitas dan keberanian memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita dan hasilnya bisa menghasilkan hal luar biasa.
Nah, ternyata si eceng gondok naik kelas, dulu dianggap ngotori, sekarang bisa pahlawan jagung, masalah jadi inspirasi hidup, apalagi dulunya sesuatu yang bikin emosi menjadi sesuatu yang berguna, inilah keindahan panen jagung di Sumsel, bukan cuma soal ton dan hektar, tapi juga soal cerita, inovasi, dan humor yang bikin ilmu terasa lebih ringan.
Lain kali lihat eceng gondok di sungai, lalu mikir, jangan langsung kesal ya…. bisa jadi besok dia yang bikin jagungmu subur, sambil ngajarin kita setiap hal kecil bisa berubah jadi luar biasa, jika dimanfaatkan dengan tepat. Eceng gondok mungkin hanya tanaman hijau, tapi pelajaran yang dia bawa punya dampak positf. (***)