Agribisnis

Antisipasi Kerugian, Bulog Divre Sumsel Bakal Lelang Beras Kelebihan Stok

Kelebihan stok itu terjadi karena memang kondisi panen pada 2015-2016 banyak sehingga melebihi kuota.

foto : ilustrasi

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Perum Bulog Divre Sumsel Babel akan melelang beras yang kelebihan stok guna mengantisipasi kerugian.Pasalnya beras tersebut tidak bakal dijual lagi dipasaran.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel H Bakhtiar AS dihubungi ST, Kamis malam membenarkan kelebihan stok biasanya dilakukan lelang, saat ini pihaknya tengah menunggu keputusan dari lelang tersebut.“Kita tunggu keputusan untuk melelang beras tersebut, karena ada di panitia,’ungkapnya.

Ia mengakui terdapat 2 ribu ton stok beras pada 2016 yang kelebihan, kelebihan stok itu terjadi karena memang kondisi panen pada 2015-2016 banyak sehingga melebihi kuota.

“Katakanlah misalnya kuota kita 10 ribu ton, sementara stok kita 20 ribu ton sehingga tertinggallah stok yang ada,” jelasnya.

Diterangkan, sesuai dengan prosedur penyimpanan dan perawatan di Bulog, jika nanti kondisi beras sudah tidak layak maka tidak salurkan lagi.

“Sekarang prosesnya lelang karena tidak mungkin dipasarkan akan merugikan masyarakat. Saya masih baru sehingga mempelajari alasan ini bisa terjadi, tapi dalam rangka mengurangi kerugian yang lebih besar maka harus dilelang,”urainya.

Sebelumnya, Rabu kemarin, Komisi II DPRD Sumsel menemukan adanya 2 ton beras tahun 2016 tak layak konsumsi di gudang Bulog OKU Timur. Hal ini terungkap saat Komisi II melakukan kunjungan kerja ke OKU Timur, Rabu (21/2/2018).

Dari hasil temuan Komisi II, beras yang sedianya didistribusikan sebagai beras sejahtera dan masyarakat tampak menguning dan pecah-pecah, kondisi yang sama terlihat pada stok beras tahun 2017.

“Kami lihat kondisinya sudah tidak layak konsumsi, saya mempertanyakan ini. Kok bisa ya di tengah kebutuhan masyarakat akan beras bahkan Impor, justru di gudang Bulog belum terdistribusikan, mengendap bahkan ribuan ton dari tahun 2016,” kata anggota Komisi II DPRD Sumsel, Sujarwoto.

Sujarwoto menuturkan berdasarkan penjelasan Bulog, beras tersebut diperoleh dari hasil petani, tapi justru mengendap lama dan tidak dilakukan langkah distribusi yang baik.

“Mengapa ini dibiarkan? Katanya mau dilelang, jangan-jangan ada sesuatu koq menunggu lelang, kan bisa operasi pasar sebelumnya sebagai solusi memenuhi kebutuhan akan beras masyarakat,” tegasnya.[one]

Comments

Terpopuler

To Top