Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Cerita di Balik Safari Wukuf, Saat Lansia Diperlakukan Layaknya Raja

Cerita di Balik Safari Wukuf, Saat Lansia Diperlakukan Layaknya Raja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 743
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau biasanya kata safari itu bikin kita membayangkan tur keliling savana Afrika nyari zebra sambil pakai topi rimba dan kamera SLR, maka Safari Wukuf ala Kementerian Agama ini beda jauh, ini safari yang bukan cari hewan, tapi cari rahmat buat para jemaah haji yang lututnya udah minta diservis dan paru-parunya udah sering protes kalau jalan 100 meter.

Sebanyak 477 jemaah lansia, risti, dan disabilitas diberangkatkan khusus dari hotel ke Arafah dan diinapkan di hotel transit. Bukan karena mau liburan, tapi karena kalau disuruh naik-naik tenda biasa di padang pasir, bisa-bisa belum sempat wukuf, yang wukuf malah napasnya. Makanya, Safari Wukuf ini muncul sebagai “angkot rahmat”, menyelamatkan jemaah dari macetnya perjuangan fisik di masa puncak haji. Safari Wukuf ala Kemenag di tengah lautan manusia di Arafah ini bukan safari nyari singa, ini safari nyari makna-makna kemudahan ibadah di masa uzur.

Bayangkan saja, di usia kepala tujuh dengan dengkul yang sudah bunyi “kretek-kretek” setiap kali shalat, belum lagi dada yang kayak mesin diesel kalau jalan 50 meter, eh disuruh wukuf di tengah padang pasir, panas 43 derajat, angin ngibasin debu kayak kipas angin rusak. Kalau tidak dibantu, bisa-bisa jemaah kita malah wukuf sambil ditandu. Maka di sinilah Safari Wukuf muncul bak superhero berbaju ihram

Program Safari Wukuf ibarat odong-odong rohani. Membawa lansia, orang sakit, dan disabilitas ke Arafah secara terorganisir, aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Layaknya anak cucu yang menggendong nenek ke acara kondangan kampung, ini bukan sekadar logistik, tapi juga soal cinta dan penghormatan.

Pak Dirjen Hilman Latief bahkan sampai memantau langsung evakuasi jemaah dari hotel transit ke hotel asal. Ini mirip kepala rombongan kawinan yang ngecek tamu udah makan semua apa belum. Lengkap dengan senyuman tulus dan dagu yang kadang ikut angguk-angguk penuh syukur.

“Sebagian jemaah sudah balik ke hotel asal, sisanya menyusul malam ini,” katanya dengan tenang. Dan kita tahu, di balik kalimat itu tersembunyi peluh, lelah, dan logistik yang lebih ribet dari pindahan rumah pas musim hujan.

Jangan lupakan 120 lebih petugas yang mendampingi 477 jemaah safari wukuf. Kalau bukan karena cinta, mana ada orang rela bolak-balik ngurusin lansia, ngelapin peluh, nyari tempat teduh, sambil meyakinkan mereka bahwa Arafah itu bukan tempat ujian akhir hidup. Siapa yang sabar, dia pasti bisa menidurkan kakek di atas kasur hotel dengan nyaman setelah wukuf.

Para petugas ini mungkin tak masuk kamera TV, tapi bagi jemaah mereka adalah bintang film laga versi lembut dan berbau minyak kayu putih. Uniknya, meski program ini sukses besar, Pak Dirjen malah berharap jumlah jemaah safari wukuf bisa menurun tahun depan. Lah, kok?. Ternyata ini bukan program diskon yang ingin diulang terus-menerus, tapi lebih ke solusi darurat.

Harapan menurun itu semacam doa terselubung agar kondisi kesehatan jemaah makin kinclong dari tahun ke tahun. Kalau bisa, jemaah lansia tahun depan sudah ikut yoga dulu di Tanah Air sebelum berangkat. Atau minimal minum jamu tiap hari dan rajin jalan pagi keliling kompleks.

Istithaah kemampuan fisik dan mental jemaah adalah kata kunci. Kalau ini meningkat, berarti Safari Wukuf bisa disimpan dulu. Seperti payung di musim panas berguna, tapi lebih enak kalau cuacanya adem.

Safari Wukuf membuktikan bahwa ibadah haji tak harus menjadi ajang survival kayak reality show di tengah gurun. Dengan pendekatan penuh empati dan layanan personal, ibadah menjadi terasa lebih manusiawi. Karena haji bukan sekadar soal fisik kuat, tapi hati yang mantap dan niat yang lurus.

Dan seperti kata pepatah lama, “Yang tua dihormati, yang muda dibimbing, yang sakit dilayani”, maka Safari Wukuf adalah manifestasi konkret pepatah itu dalam bentuk program unggulan.

Kalau boleh menutup dengan gaya orang tua kampung. “Nak, haji itu bukan main kuat-kuatan, tapi kuat-kuat main sabar. Dan Safari Wukuf ini contoh sabar yang dipaketin sama pelayanan”.

Siapa sangka, di balik tenda-tenda ber-AC dan hotel transit itu, terselip kisah tentang kasih sayang, pelayanan tulus, dan semangat untuk terus memperbaiki cara kita beribadah. Haji bukan lagi monopoli orang kuat, tapi hak semua umat termasuk yang dengkulnya bunyi tiap naik tangga.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Produktif dan Tepat Sasaran, Dirut BankSumsel Babel Terjun Langsung  Salurkan KUR

    Agar Produktif dan Tepat Sasaran, Dirut BankSumsel Babel Terjun Langsung  Salurkan KUR

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.643
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Adil turun langsung untuk memastikan kredit bersubsidi [Kredit Usaha Rakyat/KUR] benar-benar produktif dan tepat sasaran menyusul baru pertama kali bank plat merah itu menyalurkan KUR. “Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, untuk membantu para debitur terutama para petani tambak ikan,”jelasnya, Rabu (26/9/2018). M Adil […]

  • Minta PGC Fokus Orientasi Prestasi

    Minta PGC Fokus Orientasi Prestasi

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.201
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melantik dengan resmi Dewan Pengurus Palembang Golf Club Masa Bakti 2020-2023 dan Friendly Golf Tournament PGC tahun 2020, bertempat di Practise Green Kenten Course Palembang, Sabtu kemarin. Untuk diketahui, Dewan perwakilan anggota masa bakti 2020-2023 diketuai oleh H Syahrial Oesman, Dalam kata sambutannya Gubernur Provinsi Sumatera Selatan […]

  • “Masa Depan Digital Butuh Empati Perempuan Juga”

    “Masa Depan Digital Butuh Empati Perempuan Juga”

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    DI TENGAH gegap gempita dunia digital, kita sering dibuai oleh cerita-cerita robot yang bisa bicara, mobil yang bisa nyetir sendiri, atau aplikasi yang tahu apa yang kita mau sebelum kita ngomong. Padahal teknologi makin canggih, sudah barang tentu logikanya makin rapi, tapi pernah nggak kita tanya, apakah semua itu benar-benar membuat hidup manusia lebih baik? […]

  • Terkait Sustainability Media, Menkeu Tekankan 5 Hal Ini

    Terkait Sustainability Media, Menkeu Tekankan 5 Hal Ini

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perkembangan ekonomi saat ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Negara, menurutnya, telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga roda perekonomian tidak berhenti, mulai dari menggelontorkan anggaran hingga mengeluarkan sejumlah kebijakan yang bisa membantu pemulihan kondisi perekonomian. Media, sambungnya, harus turut membantu upaya pemerintah tersebut. Terkait dengan sustainability media baik konvensional maupun […]

  • Prioritaskan Keselamatan Masyarakat

    Prioritaskan Keselamatan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.374
    • 0Komentar

    PEMERINTAH tegaskan keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas paling tinggi dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Vaksin COVID-19 yang akan digunakan wajib terdaftar dan disetujui WHO, serta lolos tahapan pengujian dari Badan POM. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa ia siap untuk menjadi yang paling depan untuk divaksinasi.[***]   Covid19.go.id  

  • Langkah Baru PSSI, Televisi Swasta Ini Pegang Hak Siar Timnas di 2023

    Langkah Baru PSSI, Televisi Swasta Ini Pegang Hak Siar Timnas di 2023

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.910
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Langkah baru ditetapkan PSSI periode ini, MNC Group sebagai pemegang hak siar pertandingan timnas Indonesia sepanjang 2023 guna mendukung perkembangan industri siaran sepak bola di Indonesia. “Dengan kontrak hak siar timnas berdurasi panjang, selain memberikan kepastian kepada pemegang hak siar karena bagaimanapun juga ini bisnis, stasiun televisi juga bisa membuat agenda jangka panjang,”ungkap […]

expand_less
WordPress Archive Seil - A Responsive WordPress Blog Theme Selection – Elementor Addons Pack for WordPress Self-Hosted Google Fonts Pro Selin – Creative Coming Soon WordPress Plugin Seline – Creative Photography & Portfolio WordPress Theme Selio – Real Estate Directory Template Kit Sellbiz - Startup and Business Marketplace Elementor Template Kit Sellegance – Responsive and Clean OpenCart Theme Sellegance – Responsive WooCommerce Theme Selling Commander connector plugin for WooCommerce