Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parlemen » Di Balik Angka, Terselip Asa Rakyat

Di Balik Angka, Terselip Asa Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 783
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di tengah ruangan Gedung DPRD Sumsel yang dinginnya bisa bikin kopi jadi es, Gubernur H. Herman Deru berdiri tegap menyampaikan paparan seolah sedang membaca resep masakan istimewa. Tapi ini bukan sembarang resep. Ini resep keuangan daerah yang bahan-bahannya bukan garam dan cabai, melainkan angka-angka yang harus ditakar cermat, belanja yang harus dikocok rata, dan pendapatan yang harus diulek sampai halus agar tidak ada yang keasinan atau kemanisan.

Pada Rapat Paripurna XV DPRD Sumsel, Selasa (11/6/2026), Herman Deru tampil bukan hanya sebagai kepala daerah, tapi juga sebagai “kepala dapur keuangan” yang menjamin bahwa masakan APBD 2024 dimasak tanpa boros gas, tak ada yang gosong, dan tidak ada bahan yang mubazir.

“Optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja,” katanya. Kalimat itu mengalir seperti nasihat nenek kepada cucunya yang baru belajar masak jangan kebanyakan santan, nanti eneg.

Ia menjabarkan bahwa Pemprov Sumsel akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti petani memacu hasil panen dengan strategi tanam modern alias reformasi pengelolaan kekayaan daerah, penggunaan aset yang mangkrak agar produktif, hingga membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang bukan hanya melayani, tapi juga menghasilkan.

Kalau keuangan daerah itu seperti ladang, maka ia  sedang menyusun irigasi, menentukan pola tanam, dan menghindari hama anggaran yang biasa sembunyi di balik kegiatan perjalanan dinas atau konsultasi keluar daerah yang hasilnya kadang cuma oleh-oleh kaos oblong.

Yang menarik, strategi penghematan belanja daerah tak sekadar wacana. Ia berjanji akan fokus pada program prioritas, bukan proyek asal ramai. Ibarat mau masak rendang, ya dagingnya yang banyak, bukan daun salamnya.

“Program yang benar-benar memberikan hasil nyata,” ujarnya dengan mimik serius, karena menurutnya, tak ada gunanya APBD sebesar gunung kalau dampaknya ke masyarakat cuma setinggi bukit pasir.

Laporan keuangan pun disusun bak rapor anak sekolah yang dibawa ke wali kelas ada laporan realisasi, neraca, laporan operasional, hingga arus kas yang harus jernih, bukan arus deras yang menenggelamkan pertanggungjawaban.

Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, yang duduk seperti wasit catur sambil mencatat dengan saksama, menyambut baik penjelasan tersebut. Menurutnya, isi laporan ini akan jadi bekal penting bagi fraksi-fraksi yang akan membedah lebih lanjut. “Selanjutnya akan disampaikan pandangan umum fraksi,” ujarnya sambil mengutip pasal-pasal yang bagi orang awam terdengar seperti mantra, tapi di tangan para anggota dewan, bisa jadi senjata debat sengit.

APBD adalah dapur bersama, kalau salah satu tukang masak nambah garam kebanyakan, semua akan kena darah tinggi. Kalau terlalu hemat minyak, nanti lauknya gosong. Gubernur Deru mencoba menyeimbangkan semua itu dengan strategi yang bukan hanya teknokratis, tapi juga manusiawi, karena ujung dari semua perhitungan itu adalah apakah rakyat makin sejahtera atau cuma dapat sisa nasi basi.

Sebagaimana pepatah tua yang masih relevan hari ini “Kepala boleh panas karena debat, tapi hati tetap dingin demi rakyat,”. Maka kita berharap, hasil akhir dari paripurna ini bukan cuma Perda yang sah, tapi juga keadilan anggaran yang terasa hingga ke warung kopi di pelosok desa. Dan semoga, di akhir tahun nanti, rakyat Sumsel bisa berkata “Masakan APBD tahun ini, enak juga ya”.

Selain itu, mengelola APBD bukan sekadar urusan menghitung uang seperti bendahara arisan. Ia adalah seni meramu prioritas, logika, dan nurani dalam satu wajan besar bernama pembangunan. Paparan dalam Rapat Paripurna XV kemarin menunjukkan bahwa Sumsel tak ingin lagi membumbui anggaran dengan rasa basa-basi. Pendapatan digenjot tanpa memeras, belanja dipangkas tanpa menyakiti. Aset yang tidur dibangunkan, layanan publik disulap agar tak hanya berfungsi, tapi juga berfaedah.

Namun seperti masakan di pesta hajatan, yang dinilai bukan hanya bumbunya, tapi juga siapa yang kenyang dan siapa yang hanya kebagian bau, oleh sebab itu publik menanti, apakah strategi ini akan benar-benar terasa di lorong pasar, di pelataran sekolah, hingga ke petani dan nelayan yang tak pernah hadir di rapat paripurna tapi selalu jadi sasaran dampaknya.

Karena seperti pepatah kampung yang entah siapa penciptanya “Anggaran yang baik bukan yang banyak angkanya, tapi yang banyak manfaatnya,”. Kini tinggal menunggu, apakah dari dapur keuangan Sumsel ini akan terhidang menu kesejahteraan… atau cuma sekadar cemilan birokrasi. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penalti Hafit Ibrahim Sudahi Perlawanan Ex Simbels

    Penalti Hafit Ibrahim Sudahi Perlawanan Ex Simbels

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    LAGA dua tim lokal Palembang antara Bhayangkara SFC melawan Ex Simbels FC berhasil menyita perhatian publik yang hadir di Stadion Garuda KM 9 Palembang, Jum’at (27/11). Skuad Bhayangkara yang bertabur bintang diperkuat pemain Liga 2 seperti Amirul Mukminin, Ichsan Kurniawan, Akbar Zakaria, Aditya dan Mahyadi Panggabean sukses menorehkan kemenangan di ajang Pahlawan Cup ini. Kendati […]

  • Penilaian Ombudsman RI, OKI Raih Predikat Kepatuhan Tinggi dalam Pelayanan Publik

    Penilaian Ombudsman RI, OKI Raih Predikat Kepatuhan Tinggi dalam Pelayanan Publik

    • calendar_month Senin, 10 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir meraih penghargaan Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi tahun 2018 dari Ombudsman RI. Penganugerahan itu sebuah prestasi karena sebelumnya Kabupaten OKI masuk zona kuning pada 2017, dan kini masuk dalam zona hijau dengan nilai yang cukup tinggi 90,71, dari rentang  89 sampai 110. Anggota Ombudsman RI, Dendi Ramadhona mengatakan […]

  • Sesuai Namanya, SMS Diminta Mandiri

    Sesuai Namanya, SMS Diminta Mandiri

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.849
    • 0Komentar

    Sriwijaya Mandiri Sumatera Selatan (PT.SMS) salah satu BUMD milik Prov. Sumsel yang bergerak disektor pertambangan batubara ke depannya dapat mandiri sesuai namanya. Menurut Gubernur Sumsel Herman Daru, angkutan kerata api yang mengangkut batubara sebenarnya yang efisian dan efektif dengan tingkat kecelakaan rendah, angkutan yang lebih banyak, dan hemat. Tak hanya itu, dia juga mengharapkan kepada […]

  • Gubernur Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Terpenuhi Selama Ramadhan

    Gubernur Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Terpenuhi Selama Ramadhan

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.107
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) beserta Unsur Forkopimda Sumatera Selatan melakukan tinjauan secara langsung ke sebagian pasar yang ada di Kota Palembang yaitu Pasar Km. 5 dan Pasar Lemabang Palembang, Senin (12/4/2021). Kegiatan tersebut dilakukan oleh gubernur guna memastikan tersedianya kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini, stoknya terpenuhi sekaligus memastikan […]

  • Horee,!! Dikasih Hadiah dari SiAbuh

    Horee,!! Dikasih Hadiah dari SiAbuh

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H. Harnojoyo menyerahkan hadiah Umroh kepada pemenang gebyar Ramadhan aplikasi Si Abuh saat acara Halal Bihalal bersama Walikota Palembang di Rumah Dinas Walikota Palembang, Selasa (11/6/2019). Sebanyak 20 pemenang diserahkan secara simbolis oleh Harnojoyo terdiri dari 10 orang masyarakat umum dan 10 orang Pegawai PNS / Non PNSD Pemerintah Kota Palembang. “Selamat kepada para […]

  • Dzikir Bersama di Muba

    Dzikir Bersama di Muba

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin bersama dengan Yayasan Amir Nur Az-Zikra menggelar Dzikir dan Doa bersama dalam masa pandemi COVID-19, Minggu 27/9/2020 di Masjid Jami An-Nur Sekayu. Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA,  diwakili oleh Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan yang […]

expand_less
WordPress Archive Custom Content Pack for Fusion Builder Custom Cursor Custom Fields for WooCommerce Checkout Block Custom Fields & Options Plugin for WordPress – Xbox Framework Custom JavaScript & CSS in Pages! Custom Post Type Support for AMP Custom Post Types, Taxonomies and Fields for Avada Builder Custom Product in WooCommerce Order Custom Product Tabs Manager Plugin – Product Tabs Manager Custom Scrollbar — Revamp Scrollbars to Match Your Website’s Aesthetic