Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Akasia Tumbang, Jalan Tersumbat, Listrik Nyaris Ambyar, Untung PLN Sigap, Tak Pakai Lama!”

Akasia Tumbang, Jalan Tersumbat, Listrik Nyaris Ambyar, Untung PLN Sigap, Tak Pakai Lama!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
  • visibility 1.089
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Waktu belum menunjukkan pukul tujuh, mentari pun masih sibuk cari sandal, dan ayam tetangga belum sempat nyanyi reff, tiba-tiba suasana di Perumahan Harapan Jaya Tahap RT 50 Blok C-D, jumat 30 mei 2025 itu, mendadak berubah jadi adegan film bencana skala RT. Suara “krooookkkk” memecah keheningan, bukan dari sambungan tulang encok warga senior, tapi dari sebuah pohon akasia setinggi 10 meter yang ambruk dengan gaya slow motion penuh kharisma  langsung menindih kabel listrik dan menghalangi jalan utama macam selebgram cari spotlight.

Pohon ini bukan pohon kemarin sore, Usianya sudah puluhan tahun, [Lebih tua umur dari perumahan subsidi dibangun disini] akarnya sudah akil baligh, dan daunnya pernah pensiun dini, tapi karena tekadnya seperti sinetron jadul,  selalu ada episode baru, ia sempat tumbuh lagi. Sayangnya, cinta kedua sering tak sekuat yang pertama. Angin kencang datang, dan pohon pun tumbang. Tak ada drama, tak ada pamit. Ambruk saja, seperti hati yang ditinggal tanpa kejelasan.

Untungnya, insiden ini tak menelan korban jiwa, tidak ada pemotor dan mobil yang mendadak jadi karakter drama Korea. Tidak ada ibu-ibu yang terjebak di balik batang kayu sambil nenteng belanjaan. Hanya kabel listrik yang sempat gemetar, seperti perasaan saat buka dompet tanggal tua. Pohonnya sendiri, rebahan manja menutup jalan, seperti nenek-nenek yang kelelahan habis ikut senam jantung.

Yang patut diacungi jempol, bahkan pakai jempol kaki adalah respon warga. Tak perlu debat di grup WhatsApp RT yang biasanya isinya stiker “setuju” dan “udah disampaikan warga, mereka langsung gercep hubungi PLN. PLN pun respon cepat, tak lama, hanya butuh kurang satu jam (atau satu episode sinetron ada iklan), dua mobil dinas PLN nongol dengan gaya ala pasukan penyelamat di film Hollywood. Empat petugas turun, wajah mereka serius, bawa gergaji seperti penebang kayu profesional yang sedang mengejar target KPI.

Mereka bekerja tanpa banyak cincong, gergaji digas, pohon dipreteli, batang dibelah, dahan dipotong, suaranya bikin iri alat musik, ritmenya lebih stabil dari metronom. Jalan yang tadinya disegel batang akasia, pelan-pelan mulai lega. Kabel listrik kembali bisa napas, dan jam 10 pagi,  selesai sudah semua. Pohon tumbang resmi dipensiunkan tanpa upacara kenegaraan.

Kalau boleh jujur, kejadian ini seperti pepatah “Tua-tua keladi, makin tua makin jadi… penyebab macet”. Pohon tua memang harus diawasi. Jangan sampai karena rasa sayang yang kelamaan, kita malah lupa cek kondisi akar-akarnya. Sama seperti hubungan, kalau akarnya sudah rapuh, jangan dipaksa tumbuh. Bisa-bisa roboh di tengah jalan dan menimpa kabel hati orang lain.

Tapi salut untuk PLN. Biasanya kalau kita telepon layanan publik, yang datang duluan justru notifikasi “sedang dalam antrean”. Tapi ini beda. PLN seperti mantan yang masih perhatian ditelepon langsung datang, tanpa nanya lokasi dua kali, tanpa banyak “seen” di WA.

Kejadian pohon akasia tumbang ini adalah pelajaran hidup bahwa tidak semua yang berdiri lama akan tetap kokoh. Ada kalanya pohon tua butuh rehat, dan kabel butuh ruang napas. Warga yang sigap dan PLN yang gercep jadi duet maut dalam menjaga keselamatan lingkungan.

Maka, bagi yang punya lahan di pohon yang sudah ubanan dan goyang ke kiri tiap ditiup angin, mungkin sudah waktunya dia dilepas dengan cara terhormat  bukan ditunggu sampai jadi konten viral.

Pohon tua di dekat kabel itu seperti hubungan masa lalu yang belum dibereskan. Dari luar tampak tenang, tapi dalamnya rapuh. Sekali tersenggol, bisa bikin listrik ambyar dan lalu lintas lumpuh.

Peristiwa pohon akasia tumbang ini menyadarkan kita bahwa tidak semua yang berdiri lama itu kuat. Kadang, yang tampak kokoh bisa tumbang hanya karena satu hembusan angin, atau satu pertanyaan mantan. “Kamu masih ingat aku nggak?”. Warga yang sigap dan PLN yang gercep adalah contoh sinergi level dewa. Mereka seperti duet penyanyi dangdut dan pengiring organ tunggal  beda suara tapi satu irama.

Maka dari itu, wahai seluruh rakyat perumahan dan jagat RT-RW seantero nusantara rawatlah pohon-pohon di lingkunganmu seperti kamu menjaga mantan agar tidak datang-datang lagi. Yang punya tanah ditanami pohon puluhan tahun harus rajin datang, pantau pohon tua.  Kalau pohon sudah miring dan kelihatan lelah, mending tebang dengan damai sebelum dia tumbang dengan gaya dramatis.

PLN sudah kasih contoh sigap, cepat, dan tidak pakai nunggu rapat pleno. Sekali ditelepon warga, mereka langsung meluncur tanpa bawa-bawa alasan “sedang di luar kota”. Akhir kata, mari kita rawat bumi, jaga pohon, dan cintai kabel seperti kita menjaga hubungan harus kuat, terhubung, dan bebas dari ancaman tumbang mendadak.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangkitkan Lagi Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi

    Bangkitkan Lagi Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    BERBAGAI kebijakan dan stimulus diluncurkan sesuai kebutuhan pelaku usaha guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. “Kementerian Perindustrian telah melakukan berbagai upaya strategis dalam rangka meningkatkan daya saing sektor industri agar bisa membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional di tengah masa pandemi,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, katanya […]

  • 994 KK Peroleh PKH, Pesan Jokowi Uangnya Jangan untuk Beli Pulsa & Rokok

    994 KK Peroleh PKH, Pesan Jokowi Uangnya Jangan untuk Beli Pulsa & Rokok

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    “Kalau ketahuan untuk beli itu maka akan langsung dicabut,”

  • [TAWA TAPI TAHU], 18 Tahun Tanpa Servis, Kipas Angin Tua ‘Si Oka’ Ini Masih Bikin Adem & Gak Pernah Ngambek!

    [TAWA TAPI TAHU], 18 Tahun Tanpa Servis, Kipas Angin Tua ‘Si Oka’ Ini Masih Bikin Adem & Gak Pernah Ngambek!

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 961
    • 0Komentar

    PERNAH nggak, bro, liat kipas angin ngambek? Nggak pernah, kan? Padahal dia itu alat elektronik paling sabar se-rumah.Udah tua, bunyinya ngorok kayak gergaji tumpul, baling-balingnya patah dua, dipake tiap hari, tapi tetep aja muter. Ukurannya? Kecil, bro. Kalau masuk sekolah, pasti duduk paling depan karena nggak nutupin papan tulis. Tapi tenaganya? Bisa bikin ubun-ubun adem […]

  • OKI Optimis Capai Target Nasional Terkait Prevelansi Stunting

    OKI Optimis Capai Target Nasional Terkait Prevelansi Stunting

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Berkat komitmen dan beragam upaya pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui TIM Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten OKI  berhasil melakukan akselerasi penurunan prevelansi hingga 17,1%. Capaian ini harus terus hingga tercapai target penurunan stunting nasional 2024 mendatang. Wakil Bupati OKI, H.M. Djafar Shodiq menyampaikan berdasarkan Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 mengatakan OKI […]

  • JK : Lonjakan Jumlah Penduduk Harus di Iringi Produktivitas

    JK : Lonjakan Jumlah Penduduk Harus di Iringi Produktivitas

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, BANDUNG – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan Pemerintah Daerah agar responsif menghadapi bonus demografi sehingg perlu diiringi dengan peningkatan produktifitas. Pemerintah, tengah memproyeksikan bahwa pada 100 tahun Indonesia kelak, melonjaknya jumlah penduduk. Menurutnya  responsif menghadapi bonus demografi dengan peningkatan produksi dan fasilitas pelayanan kepada masyarakat. Meliputi peningkatan produksi pangan, infrastruktur jalan dan […]

  • Door… Betis Kiri Pelaku Curas Ini Dihadiahi Timah Panas Oleh Tim Macam Komering

    Door… Betis Kiri Pelaku Curas Ini Dihadiahi Timah Panas Oleh Tim Macam Komering

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    SEMPAT melawan saat ditangkap, Amir bin Matjuni (24), warga Dusun 1 Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI. terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibetis kirinya, oleh anggota Tim Macan Komering Polsek Lempung, Kamis (9/1/2020) dini hari. Resedivis pencurian dengan kekerasan (curas), yang pernah 5 kali terlibat aksi curas dan 2 kali kasus curat ini, terpaksa […]

expand_less
WordPress Archive Businext – Corporate Business Elementor Template Kit Bustic – Tech & Software Company Elementor Template kit Busy Modern Corporate & Business Portfolio Elementor Template Kit Button Generator Pro: The Ultimate WordPress Button Builder Plugin Button Menu Buttons X | Powerful Button Builder for WordPress Buzz Club – Night Club, DJ & Music Festival Event WordPress Theme Buzz – Personal & Lifestyle WordPress Blog Theme with Dark Mode BWD accordion addon for elementor BWD Attractive Step addon for elementor